@rememberpersib pemain paling diinginkan @persib dalam beberapa dekade terakhir, bersama esteban dudu @cowobangkit namun sampai saat ini belum berjodoh, semoga tahun ini.
Mengapa Tan Malaka digandrungi oleh Generasi sekarang (khususnya Gen Z), hingga efeknya adalah Gen Z yang ogah berpartai dan struktur yang kaku.
Oiya, Tan Malaka itu dieksekusi oleh rezim Soekarno-Hatta, yaa, kawan.
📹: Youtube Mojok
Analisis Perputaran Ekonomi "Persib Effect" di Jawa Barat Selama 3 Musim Juara (2023-2026)
I. Executive Summary
Keberhasilan Persib Bandung meraih hattrick juara Liga Indonesia untuk tiga musim berturut-tururt (2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026) telah menciptakan fenomena ekonomi luar biasa di Jawa Barat. Fenomena yang disebut "Persib Effect" ini tidak hanya menciptakan kebanggaan kolektif bagi Bobotoh, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi dengan nilai total mencapai Rp700 miliar per tahun—angka yang terus berlipat sepanjang tiga tahun kejayaan Maung Bandung.
II. Komponen Utama Perputaran Ekonomi
Berdasarkan analisis data dari berbagai sumber, terdapat lima sektor utama yang menjadi mesin ekonomi Persib:
1. Tiket Stadion (Rp339 Miliar per Musim)
Setiap pertandingan kandang Persib di Stadion GBLA mampu menjual sekitar 22.280 tiket dengan harga rata-rata Rp230.000 per orang. Dalam satu musim yang terdiri dari 17 pertandingan kandang (kandang dan tandang, dengan asumsi 17 laga kandang reguler plus potensi laga final), perputaran uang dari sektor tiket mencapai:
Rumus: 22.280 tiket × Rp230.000 × 17 laga = Rp87,1 miliar
Namun, angka ini hanya hitungan dasar. Dengan mempertimbangkan tiket kategori VIP, hospitality, dan penjualan tiket untuk laga-laga big match (Persija, Persebaya, Borneo) yang harganya bisa melonjak 2-3 kali lipat, estimasi total pendapatan tiket mencapai Rp120-150 miliar per musim.
Total untuk 3 musim: ± Rp389 miliar
2. Merchandise dan Atribut (Rp528 Miliar per 3 Musim)
Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak euforia juara. Berdasarkan proyeksi, penjualan merchandise—baik resmi dari Persib Store maupun pedagang kaki lima—mencapai Rp176 miliar per musim.
Detail perhitungan:
•Jersey resmi: Rata-rata Rp450.000-750.000 per potong. Dengan estimasi 50.000 - 100.000 unit terjual per musim (terutama musim juara), pendapatan mencapai Rp30-70 miliar.
•Atribut non-resmi (syal, stiker, gantungan kunci, jaket): Volume jauh lebih besar. Seperti pengakuan Aminudin, penjual merchandise Persib dengan brand Player12, omzetnya bisa naik drastis saat Persib juara: "kalau Persib juara mah online offlinenya jalan... panennya pedang atribut Persib mah pasti pas juara".
•Edisi khusus "Hattrick Champion": Diprediksi melonjak 200-300 persen dibanding musim biasa.
Total 3 musim: Rp528 miliar
3. Nonton Bareng (Nobar) (Rp240 Miliar per 3 Musim)
Kegiatan nobar menjadi fenomena tersendiri, terutama untuk laga tandang atau big match. Berdasarkan analisis, terdapat 7 pertandingan besar (melawan Persija, Persebaya, Borneo, dan laga penentuan juara) serta 24 pertandingan regular per musim yang memicu nobar di kafe, restoran, dan tempat komunitas.
Dengan estimasi perputaran ekonomi dari nobar mencapai Rp80 miliar per musim, total untuk 3 musim mencapai Rp240 miliar.
4. Konvoi Juara (Rp57 Miliar per 3 Musim)
Setiap akhir musim—terutama musim di mana Persib juara—konvoi massal digelar. Untuk musim 2025/2026 saja, estimasi massa yang memadati rute Gedung Sate-Gedung Merdeka sepanjang 6,2 km mencapai 243.000 orang.
Perhitungan pengeluaran per orang:
•Atribut baru: Rp60.000
•Konsumsi: Rp50.000
•Transportasi: Rp50.000
•Total per orang: Rp160.000
Total per musim: 243.000 × Rp160.000 = Rp38,9 miliar
Dengan asumsi 2 kali konvoi besar dalam 3 musim (setelah juara musim pertama & ketiga), total mencapai Rp57 miliar.
5. Multiplier Effect ke Sektor Lain
Inilah yg paling menarik. Setiap rupiah yg dibelanjakan Bobotoh tidak berhenti di satu titik, tetapi berputar kembali ke masyarakat.
Mengacu pada teori Kesena dan Crompton di Oxford dengan multiplier effect 1,8, maka uang yang beredar dari aktivitas ekonomi Persib dapat meningkat hingga 1,8 kali lipat setelah berputar kembali di masyarakat. Dgn kata lain:
Total perputaran awal (4 sektor di atas): Rp1,214 triliun
Setelah multiplier effect (1,8x): Rp2,185 triliun
Angka ini masih di bawah klaim "Rp700 miliar per tahun" yg lebih konservatif, namun menunjukkan skala dampak yg luar biasa.
@jamril_nursehan Harusnya masih ada kerjaan di Singapura sampe sabtu besok. Izin dulu sama bos mau dukung Persib. Pengen ajak istri sekalian. Pengalaman baru buat kami yang bukan orang sunda dan ngga pernah tinggal di Bandung.