Pintu kelas kembali terbuka. Lembar presensi dilayangkan ke meja murid.
βJangan lupa mengisi absen sebelum meninggalkan ruangan. Terima kasih sudah mengikuti kelas dengan tertib. Selamat melanjutkan kembali kegiatannya!β seru Reuben sambil melambaikan tangannya.
βMateri malam saya cukupkan sampai di sini. Semoga kalian bisa lebih mengenal planet yang namanya diambil dari mitologi Yunani, Uranus sang Dewa Langit ini ya,β tutur Reuben sambil mengeluarkan beberapa botol minuman dingin untuk para murid.
Taruna Travers kembali berjalan menuju mejanya, meletakan sisa perkamen materi yang sudah dibagikan.
βJadi tingkat resikonya terlalu tinggi, kita doakan saja semoga teknologi semakin canggih sehingga akhirnya bisa memfasilitasi studi banding ke Uranus.β
Masih melanjutkan penyampaian materi, Reuben kini berada di depan kelas.
βUranus merupakan planet yang berangin, kecepatan anginnya mencapai 900 km/jam. Medan magnet yang tidak stabil akan menyulitkan navigasi dan proses komunikasi saat berada di Uranus,β tutup Reuben.
βPemukaan Uranus diperkirakan memiliki bagian bebatuan sangat tipis yang melapisi bagian es cair di bawahnya.β
Reuben melanjutkan, βsementara itu suhu di sana -224.2Β°C sangat dingin, tekanan atmosfer Uranus bisa langsung menghancurkan pesawat luar angkasa.β
βProfesor, kenapa kita tidak bisa mempelajari Uranus lebih mendalam?β Reuben menirukan suara murid saat bertanya.
βJawabannya karena akan sangat sulit untuk sebuah pesawat luar angkasa untuk mendarat di sana.β
Tampilan layar di depan berubah menampilkan beberapa poin materi.
βAwalnya Sir Herschel mengusulkan planet temuannya dinamai Georgium Sidus, diambil dari nama Raja George III,β Reuben menjelaskan.
βNamun pemberian nama oleh Johann Bode lebih diterima oleh komunitas sains, dan Uranus menjadi nama dari raksasa es tersebut.β
βKita singgung sedikit tentang awal mula penemuan planet yang katanya jika hujan, bukan hujan air yang turun melainkan hujan berlian.β
Reuben menyebutkan salah satu fakta unik tentang Uranus sambil melayangkan perkamen ke mejar murid-murid.
"Betul, jawabannya Uranus,β Reuben membenarkan jawaban para murid.
βSampai saat ini, Voyager 2 adalah satu-satunya program NASA yang berhasil mendekati Uranus. Sehingga masih minim perkembangan dalam memperlajari Uranus sejak 1986.β
βFoto yang kalian lihat diambil oleh salah satu pesawat luar angkasa tanpa awak; Voyager 2,β jelas Reuben sambil mulai berkeliling.
Ia melanjutkan, βplanet dalam gambar, terkenal memiliki 13 cincin tipis. Ada yang tahu nama planet tersebut?β tanya sang Profesor.