2DAU!
Baru saja selesai revamp akun dan OC, sedang gencar aktif di ranah per-yakuzaan. Silakan pilih satu dari prompt yang ada (jangan lupa baca info soal penggambaran karakter di pojok kanan bawah, ya!) RT if you prefer to be moots!
TW : NSFW / Mature
dan untuk membalasnya kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Itu cukup bagiku,” balas Kouki pada akhirnya.
Ia memalingkan wajah. Suaranya memelan. “Seandainya kau lebih mendekat kepadaku daripada suara-suara di dalam kepalamu sendiri.” / @un_bel0ved
Mau bagaimanapun jua, ia tidak akan mampu menang jika melawan seseorang yang juga sedang berperang dengan dirinya sendiri; kepercayaannya sendiri.
“Aku tidak tahu bagaimana yang kaumaksud dengan mencintai sepantasnya. Kau hanya perlu menerima cintaku karena itu memang milikmu,
Sebetulnya aku pun BINGUNG apa korelasinya, tetapi, sekali lagi, mungkin itulah inti dari perkataan tersebut. Kalimat yang berbicara soal kebingungan tentu saja mesti setara membingungkannya.
HIDUP INI PRAKTIS MEMBINGUNGKAN. Namun, mungkin itulah poinnya! Layaknya salah satu figur publik dari negara antah berantah mengatakan: “Kita semua bingung. Kalau gak bingung, sudah di surga.”
We’ll rot away together. 🧟
Good day, 2DAU! Is there another fan of this pairing willing to bring their story alive with me? The rest is to be discussed together, as long as you’re as ready to go down this doomed path. ❤️🩹
@wanderfoully Kouki waved a hand, dismissing Hiiza’s concern. The pay? Please. It was probably less than what he made in an hour, anyway.
“Come on. Who do you think I am?”
With Kouki there, the store’s sales weren’t just going to increase; they’d skyrocket.
@higanimigo “What do you want to use it for?” Kouki asked.
Fortunately he had time to spare. Besides, it simply wasn’t in his nature to turn someone away when they needed help. / @higanimigo
@higanimigo Kouki gave a puzzled look. After all, what could be more bewildering in this day and age than not knowing how to use a phone?
He glanced around, suspecting this might be some elaborate prank. Nothing seemed out of the ordinary, but wasn’t that exactly how these things worked?
ᅠ
He could picture how dystopian it would be if society stopped showing compassion—it had already begun.
“I think you need to sit down,” he said. “Have my seat?” / @weavingaid
ᅠ
ᅠ
To be shown care often felt like nothing more than a confirmation of his own weakness. But being on the opposite side, he understood how things looked from there. Perhaps it was simply in human nature to lend a hand to another.
ᅠ
ᅠ
Kata-kata itu terasa pahit di lidahku sendiri. “Jika saja kita bisa menjadi sedikit saja seperti bintang di langit, mungkin lajur ini tidak akan terasa begitu terjal.
“Sebab apabila mereka memang menggemari bintang tersebut, apa pun yang terjadi, mereka tidak akan pergi.”
ᅠ