Siapa yang taruh bawang di sini?๐ญ
Momen pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH Hasan Abdullah Sahal menangis didoakan sehat dan panjang umur oleh santri
โSehat itu mahal,โ kata Kiai Sahal
Video ini diambil saat Perayaan 100 tahun usia Pondok Modern Darussalam Gontor yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, Sabtu (19/9/2026) di Ponorogo.
#khsahal #gontor #prabowosubianto #pondokmoderndarussalamgontor #pesantren
Jadikan https://t.co/en8Xa9nh9s sumber berita:
Klik https://t.co/Q6CsR9GSL6 & centang sebagai referensi pilihan.
Follow @suaradotcom & bagikan konten ini.
Senayan City kalau nggak transparan soal kejadian mbak-mbak disaduk pria berkemeja hitam pas antre Bakso afung, berarti sebagai mall elite dia ga bisa ngasih jaminan rasa aman nyaman ke pengunjungnya. Mari kita lihat gimana mereka bertindak.
gila sih ini. ada perempuan ditendang orang nggak dikenal pas lagi antre makanan di Senayan City. bukannya dapat perlindungan, menurut update dari temennya, korban malah mengalami teror dari pihak mall sampai ketakutan dan kepikiran buat nggak lanjut proses hukum.
wow, hukum sekarang gimana ya? korban yang harus takut buat cari keadilan?
@JimlyAs Kalau soal emak2 yg kumpul dan histeris. Artis ibu kota kalau datang juga akan dielu2kan.
Nah ada anak2 SD bawa bendera. Berjejer dan teriak2, jelas ini disuruh.
Coba Jokowi datang ke kampus2. Apakah sambutan akan spt ini??
Suasana diย RANSย Officeย Building, BSD, Kota Tangerang Selatan, Banten, sempat memanas pada Kamis (10/9/2026).ย
Puluhan pemegang sahamย PTย RANSย Entertainmentย Indonesiaย Tbk menyuarakan kekecewaan mereka lantaran tidak diperbolehkan mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara offline atau tatap muka.
Berdasarkan pantauan TribunBanten di lokasi, puluhan warga sebagai pemegang saham dari berbagai daerah protes tak bisa mengikutiย RUPSLBย di kantor RANS.
Mereka kecewa lantaran sudah jauh-jauh datang ke kantor milikย Raffiย Ahmadย dan Nagita Slavina namun mereka tak bisa mengikutiย RUPSLBย secara offline.
Pihak manajemen menyampaikan bahwa yang bisa mengikuti secara offline dibatasi hanya lima orang.
Baca selengkapnya di https://t.co/ewXYx6Oyc6
Barangkali Wakil Menteri Haji dan Umrah @Dahnilanzar bisa belajar dari Wali Kota New York saat dikritik tidak menggunakan helm ketika menggunakan sepeda di jalanan kota.
Bukan malah marah-marah terus mau laporin rakyat.
Bagaimana ini cara komunikasi pejabat-pejabat kita?
Dikritik, ditegur, bukannya memberikan respon baik tapi malah membuat perlawanan yang seperti itu.
Kenapa sih rakyat ditantang terus?
Kalau merasa rakyat berisik banget, ya wajar kan negara demokrasi; daripada salah-salahkan atau lapor-laporin rakyat, mending belajar cara mengontrol emosi dan belajar cara beri respon yang baik ketika ada masyarakat yang menegur.
Tadi pagi habis ngojek, gue antar makanan ke daerah Jalan Simon Enor, Kebagusan.
Order selesai, niatnya mau lanjut narik. Tapi ternyata perut punya agenda sendiri. ๐ญ
Akhirnya gue cari sarapan di sekitar situ.
Pas lewat, gue lihat ada warung kecil Nasi Uduk Lai. Yang jual ibu-ibu.
Gue berhenti, lihat-lihat lauknya. Ada nasi uduk, nasi pecel, ketupat sayur, gorengan juga ada.
Yaudah, akhirnya gue beli buat sarapan. Gue gak nanya harga.
Namanya juga udah lapar, kadang logika kalah sama perut. ๐
Pas tahu harganya...
Nasi mulai Rp7 ribuan.
Terus gorengannya?
Rp5.000 dapat 3.
Gue langsung mikir:
โBu, ini harga tahun berapa yang nyasar ke tahun 2026?โ ๐ญ๐
Buat ukuran sarapan dan harga sekarang, menurut gue lumayan banget.
Apalagi buat driver yang dari pagi udah muter-muter cari order.
Perut kenyang, dompet masih bisa diajak kerja sama. ๐
๐ Nasi Uduk Lai
Jl. Kebagusan 3 No. 63, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Buat yang sering lewat Kebagusan, Jagakarsa, Lenteng Agung, Pasar Minggu, dan sekitarnya, boleh dicoba.
Awalnya gue berhenti cuma karena lapar.
Plot twist-nya: malah pulang bawa rekomendasi kuliner buat Threads. ๐
Kadang memang begitu nasib driver ojol.
Niatnya cari orderโฆ malah nemu tempat makan murah. ๐ญ
Gangguan teknis mewarnai siaran langsung program NTV Prime Dialog pada Selasa (18/8/2026). Sambungan audio pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti, mendadak terputus saat tengah memberikan analisis terkait aksi demonstrasi mahasiswa.
#Demo#Mahasiswa
Per pagi ini, Rabu 19 Agustus 2026, hadiah Sayembara untuk menunjukkan Ijazah SMA/sederajat Gibran sudah menjadi Rp 1.051.050.000,- naik signifikan karena ada yang mewakafkan tanahnya dengan nilai Rp 700 juta, dan sudah saya verifikasi.
Ada yang bilang, kenapa pakai sayembara sih?
Agar banyak pihak terlibat memikirkan hal penting ini. Menjaga aturan main kontestasi pilpres agar dihormati, tidak diakali. Syarat umur sudah diakali, mosok syarat pendidikan diakali lagi?
Soal langkah hukum tentu terus dilakukan. Soal argumentasi hukum tata negara sudah pula berulang saya jelaskan.
Soal bantahan dari para buzzer dan termul ... ya begitulah. Nggak perlu serius ditanggapi.
Minta mereka dan Mas Gibran tunjukkan saja ijazah SMA/sederajat tersebut, sebagaimana Gibran pernah terbuka mengundang wartawan dan menunjukkan ijazah S1nya.
Kalau memang ada, kenapa dipersulit?
Kecuali memang tidak ada, silakan berhenti (mundur), atau terpaksa kita dorong untuk diberhentikan (impeachment).
Bukan karena soal pribadi Gibran, tetapi soal menjaga kehormatan etika dan konstitusi bernegara.
Salam Integritas!
https://t.co/TYslu61Fk3
Berikut adalah video kami, masih soal "Memecat Gibran" lagi. Karena versi suratnya sudah banyak direspon, izinkan kami sampaikan versi videonya untuk lebih mudah dipahami dan ditonton.
Mengapa Gibran perlu dipecat? Bagaimana caranya?
๐ฅ Silakan tonton video lengkapnya dengan mengklik link YouTube di atas.
Salam Integritas,
Denny Indrayana
Apa pun, kalau Wapres Gibran mau mencari-cari alasan untuk mundur, tidak sulit mendapatkannya. ๐๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ณ๐ถ๐ต ๐ฌ๐ฆ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐บ๐ขย โ baca dengan cara dan intonasi Pandji Pragiwaksono di ๐๐ฆ๐ฏ๐ด ๐๐ฆ๐ขย โ syaratnya hanya dua: ๐ง๐ฎ๐ต๐ ๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ต๐ ๐บ๐ฎ๐น๐.
๐ง๐ฎ๐ต๐ ๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ. Sadar bahwa kapasitas moral dan intelektualnya belum memadai. ๐ง๐ฎ๐ต๐ ๐บ๐ฎ๐น๐. Sadar bahwa dia belum waktunya dan belum mampu memimpin negara sehebat Indonesia.
Maafkan tutur bahasa saya Bapak Presiden Prabowo. Bapak kan dikenal sebagai orang yang tegas. Jadi, izinkan saya menggunakan bahasa lugas, jujur apa adanya.
Terakhir, kebersamaan politik yang dilandasi kepentingan sesat sesaat untuk semata pemenangan pemilu, tidak akan bertahan lama. Yakinlah, hanya menunggu waktu, koalisi kepentingan demikian, akan berakhir. Hikayat mesra Bapak Presiden dengan Pak Jokowi, menurut saya tinggal menunggu saat wafat bin mangkat. Hanya menanti siapa yang menjadi pengkhianat, menjadi ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ฐ ๐ช๐ณ๐ฆ๐ฏ๐จ. Kalau ditanya kepada PDI Perjuangan, sang ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ฐ ๐ช๐ณ๐ฆ๐ฏ๐จย sudah jelas sosoknya. Sudah jelas kepalsuannya. Tanyakanlah saja pada Mas Roy Suryo.
Bapak Presiden, saya ๐ฉ๐ข๐ฒ๐ฒ๐ถ๐ญ ๐บ๐ข๐ฒ๐ช๐ฏ, Wapres Gibran bin Jokowi perlu mundur, atau dimundurkan. Jika tidak, sosok hitam ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ฐ ๐ช๐ณ๐ฆ๐ฏ๐จ, akan merayap diam-diam, dan menikam dalam kelam gelap malam.
๐๐๐ข๐ฅ๐๐ ๐๐ช๐ข๐ฅ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐จ๐ช๐ง๐๐ฉ ๐จ๐๐ฎ๐ ๐๐๐ง๐๐ ๐ช๐ฉ๐ฃ๐ฎ๐.
Link : https://t.co/4H7cRRv4RR
๐๐ข๐ก๐๐ข ๐๐ฅ๐๐ก๐: ๐๐๐๐ฅ๐๐ก ๐ ๐จ๐ก๐๐จ๐ฅ, ๐๐ง๐๐จ ๐ฃ๐ฅ๐๐๐ข๐ช๐ข ๐๐๐ ๐จ๐ก๐๐จ๐ฅ๐๐๐ก
๐๐ฒ๐ป๐ป๐ ๐๐ป๐ฑ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ๐ป๐ฎ
๐๐ฑ๐๐ผ๐ธ๐ฎ๐ ๐๐ป๐ฑ๐ผ๐ป๐ฒ๐๐ถ๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐๐๐๐ฟ๐ฎ๐น๐ถ๐ฎ
Bapak Presiden Prabowo, selamat Senin pagi. Semangat Pak!
Izinkan saya kembali bersurat apa adanya.
Saya lanjutkan masukan untuk memberhentikan Wakil Presiden Gibran. Alasan dan cara sudah saya tuliskan dalam โMemecat Gibranโ dan โMemecat Gibran (Lagi)โ. Itu kalau proses pemecatan (๐ช๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ข๐ค๐ฉ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต) yang kita lakukan. Ada proses lain yang lebih mudah secara cara, yaitu mendorong Gibran mengundurkan diri.
๐๐๐ฃ๐๐ฅ๐ ๐ ๐๐ฉ๐ ๐ฅ๐๐ง๐ก๐ช ๐จ๐๐ข๐๐ฃ๐๐๐ฉ ๐ข๐๐ฃ๐๐ค๐ง๐ค๐ฃ๐ ๐๐๐๐ง๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐๐ฃ๐ฉ๐?
Harus bukan karena ada persoalan pribadi. Ini persoalan menyelamatkan negeri. Wakil Presiden Gibran adalah dosa kolektif bangsa, yang memang perlu dikoreksi. Segera! Membiarkan dosa itu semakin lama bertahan, membuat Indonesia semakin kehilangan harapan perbaikan.
Kita semua mafhum, bahwa Gibran menjadi Wapres โ bahkan menjadi calon wakil presiden โ sejatinya bukan karena integritas moral ataupun kapasitas intelektualnya pribadi, tetapi karena faktor Jokowi. Bagi Prabowo, Gibran adalah ๐จ๐ฐ๐ญ๐ฅ๐ฆ๐ฏ ๐ต๐ช๐ค๐ฌ๐ฆ๐ต untuk mendapatkan dukungan Jokowi. Bukan Jokowi sebagai pribadi, tetapi Jokowi sebagai presiden dengan seluruh aparat kuasa dan anggaran negaranya. Sebab, Jokowi dengan ๐ค๐ข๐ธ๐ฆ-๐ค๐ข๐ธ๐ฆ-nya adalah syarat utama untuk menang dalam sistem pemilu yang sarat dengan politik uang dan kecurangan.
Maka, langkah korektif memberhentikan Gibran bukan hanya perlu, tapi keniscayaan.
Terlebih dengan krisis ekonomi yang tidak sederhana, skandal publik berupa korupsi yang ada di mana-mana, serta adanya potensi skandal pribadi โ sebagaimana saya tulis dalam โTiga Sebab Jatuhnya Rezimโ โ kemungkinan pemberhentian Presiden Prabowo Subianto, bukan tidak mungkin terjadi.
Jika Presiden Prabowo jatuh, maka secara konstitusi, kita akan punya Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bagi Indonesia, itu bukan berita suka, tetapi kabar duka. Itu adalah malapetaka. Sehingga memberhentikan Gibran adalah solusi utama dan pertama bagi bangsa.
Selain tiga alasan memecat Gibran yaitu: yuridis, politis-matematis, dan etis-politis (baca: Memecat Gibran (Lagi); ada satu cara yang sebenarnya lebih mudah. Yaitu, Wapres Gibran mengundurkan diri. Pasal 8 ayat (1) dan (3) UUD 1945 mengatur jabatan wakil presiden (dan presiden) kosong jika: mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya.
Mangkat, artinya wafat. Berhenti, adalah mengundurkan diri. Diberhentikan, adalah melalui proses pemecatan (๐ช๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ข๐ค๐ฉ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต). Tidak dapat melakukan kewajibannya, bisa karena alasan sakit yang permanen. Selain karena alasan tutup usia, proses yang tidak terlalu rumit adalah berhenti alias mengundurkan diri.
Jika sadar diri, jika sadar kapasitasnya, mestinya tidak sulit untuk Gibran mengajukan pengunduran diri. Bahkan, seharusnya bukan hanya mundur, tetapi sedari awal tidak maju sebagai Wali Kota Solo, apalagi Wakil Presiden Republik Indonesia, melalui skandal putusan โ๐ฃ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ป ๐จ๐๐บ๐ฎ๐ป ๐๐ป๐๐๐ธ ๐ฃ๐ผ๐ป๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐ฏ๐ฟ๐ฎ๐ปโ yang merusak konstitusi, mempermalukan Mahkamah Konstitusi.
Terlebih, dalam Indonesia ๐ถ๐ฑ ๐ต๐ฐ ๐ฅ๐ข๐ต๐ฆ, tiba-tiba saja budaya mundur menjadi bagian dari etika pejabat negara. Yang terakhir adalah Gubernur BI Perry Warjiyo. Sebelumnya ada Ketua BGN Nanik S. Deyang, Pimpinan OJK, pimpinan KPK Firli Bahuri dan Lili Pintauli Siregar, dan jangan lupa, Ketua Umum Partai Golkar: Airlangga Hartarto.
Apakah mereka mundur, atau dimundurkan? Apakah mundur sebagai ๐ฆ๐น๐ช๐ต ๐ด๐ต๐ณ๐ข๐ต๐ฆ๐จ๐บย dari potensi kriminalisasi atau ancaman perkara yang mungkin terjadi? Sayangnya kita tidak tahu, dan hanya bisa menduga-duga.
Link : https://t.co/g2vXdqgOjA
๐ ๐๐ ๐๐๐๐ง ๐๐๐๐ฅ๐๐ก
๐๐ฒ๐ป๐ป๐ ๐๐ป๐ฑ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ๐ป๐ฎ, ๐๐ฑ๐๐ผ๐ธ๐ฎ๐ ๐๐ป๐ฑ๐ผ๐ป๐ฒ๐๐ถ๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐๐๐๐ฟ๐ฎ๐น๐ถ๐ฎ
๏ฟฝ๏ฟฝ๐ฒ๐น๐ฎ๐บ๐ฎ๐ ๐ฝ๐ฎ๐ด๐ถ ๐๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐ธ ๐ฃ๐ฟ๐ฒ๐๐ถ๐ฑ๐ฒ๐ป ๐ฃ๐ฟ๐ฎ๐ฏ๐ผ๐๐ผ. ๐ฆ๐ฒ๐บ๐ผ๐ด๐ฎ ๐๐ฒ๐ต๐ฎ๐ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐น๐.
Lama juga kita tidak berjumpa. Izinkan saya mengirimkan surat ini melalui ruang publik. Saya tidak kirim langsung secara pribadi, karena khawatir tidak akan sampai.
Salah satu masalah menjadi Presiden adalah, tidak semua informasi bisa sampai apa-adanya. Gaya kerja Istana pasti berbeda di setiap masa kepresidenan. Tapi satu hal yang saya yakin sama, tidak berubah: Menyaring bukan saja siapa tamu Presiden, tapi juga informasi yang sampai kepada Presiden.
Sensor informasi itu yang berbahaya. Kebenaran informasi yang disensor bisa mudah tergelincir menjadi informasi yang dimanipulasi. Padahal, informasi yang diolah, berisiko membuat Presiden membuat keputusan yang salah.
Misalnya, pertumbuhan ekonomi dan angka-angka penting lainnya menurut BPS. Tolong dicek betul Pak, mintalah data sebenarnya. Lebih baik Bapak tahu angka sebenarnya, meskipun pahit, daripada disodori data yang salah, apalagi diolah. Kalau statistik yang ilmu pasti saja angkanya dikorupsi, maka yakinlah Republik akan menuju arah kebijakan yang keliru.
๐๐๐ง๐๐ฃ๐ ๐๐ฉ๐ช, ๐ฝ๐๐ฅ๐๐ ๐๐ง๐๐จ๐๐๐๐ฃ, ๐๐จ๐ ๐จ๐ช๐ง๐๐ฉ ๐จ๐๐ฎ๐ ๐๐ ๐๐ฃ ๐๐ฅ๐ ๐๐๐๐ฃ๐ฎ๐.
Mungkin isinya tidak selalu menyenangkan untuk dibaca, tapi inilah cara saya membantu Bapak, jauh lebih penting lagi, membantu Republik.
๐๐๐ข๐๐๐๐๐ฃ๐ฎ๐ ๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐จ๐๏ฟฝ๏ฟฝ๐๐๐ก ๐ข๐๐ง๐๐ ๐ก๐๐ค ๐๐๐ . Karena saya duga, itulah juga yang menyebabkan orang di sekeliling Bapak tidak berani menyampaikan data dan fakta yang sebenarnya.
Ingat, saya pernah dimarahin Bapak, di apartemen Dharmawangsa. Waduh ngeri Pak! Dimarahin mantan Danjen Kopassus. Apalagi, sekarang sudah jadi Presiden. Pasti lebih ngeri lagi.
Saya coba akan rutin berkirim surat, memberi masukan, terutama untuk dua isu: ๐๐ผ๐ป๐๐๐ถ๐๐๐๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ผ๐ฟ๐๐ฝ๐๐ถ.
Hari ini kita bahas soal konstitusi, yaitu bagaimana caranya memberhentikan Wakil Presiden.
Kenapa saya membahas itu? Kemarin, Senin 20 Juli 2026, ada satu momen yang sudah ramai diperbincangkan khalayak. Di dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Wakil Presiden Gibran duduk di bawah, sejajar dan bersebelahan dengan para Menko. Bukan di samping Presiden Prabowo.
Sependek ingatan saya, ๐ถ๐ป๐ถ ๐ฏ๐ฎ๐ฟ๐ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐บ๐ฎ ๐ธ๐ฎ๐น๐ถ ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต ๐ฟ๐ฒ๐ฝ๐๐ฏ๐น๐ถ๐ธ. Karena itu, ini adalah peristiwa ketatanegaraan yang langka dan sangat penting.
Saya tidak tahu, apakah Bapak menyadarinya? Apakah itu atas arahan Bapak Presiden, atau inisiatif dari tim protokoler Istana, entah atas arahan siapa?
Tapi tindakan itu sebenarnya, punya makna dan konsekwensi protokoler ketatanegaraan yang serius.
Posisi duduk Wakil Presiden yang tidak berdampingan dengan Presiden, buka semata soal teknis rapat, sebagaimana dijelaskan oleh pihak Istana. Kalau demikian alasannya, maka itu harus dikoreksi.
Aturan protokoler untuk pejabat setingkat Presiden dan Wakil Presiden bukan semata soal teknis, tetapi adalah aturan bernegara yang harus dihormati. Secara konstitusi, Presiden dan Wakil Presiden adalah satu Lembaga Kepresidenan. Tentu Presiden adalah RI 1, dan Wakil Presiden adalah RI 2. Tetapi keduanya adalah satu kesatuan konstitusional. Karena itu, dalam acara-acara resmi kenegaraan, termasuk sidang kabinet paripurna, duduknya harus selalu sejajar dan berdampingan. Tidak selalu persis bersebelahan. Tetapi harus sejajar. Misalnya, kalau acara di MPR, Presiden dan Wakil Presiden duduknya tidak persis bersebelahan, tapi yang pasti sejajar.
Karena kesejajaran itu punya makna konstitusi yang mendalam. Presiden sejajar di sebelah kanan Wakil Presiden. Jangankan lebih tinggi posisi duduknya, lebih maju ke depan saja tidak.
Maka mendudukan Wakil Presiden Gibran pada posisi di bawah Presiden Prabowo jelas melanggar protokoler kepresidenan, dan lebih penting lagi melanggar konstitusi tidak tertulis bernegara. Apalagi, bukan hanya tidak didudukkan sejajar dengan Presiden, tetapi justru diposisikan sejajar dengan para Menko, maka kesalahan protokoler konstitusionalnya menjadi berlapis-lapis.
Mungkin ada yang berpandangan, itu hal kecil, yang tidak perlu dibesarkan. Keliru! Bernegara itu ada aturan mainnya, ada hukumnya, ada konstitusinya. Seorang Presiden mengangkat sumpah untuk menjalankan konstitusi dan hukum dengan selurus-lurusnya. Sumpah konstitusi itu bukan narasi tanpa makna. Sumpah itu mempunyai bobot sakral-konstitusional yang harus dijaga dan dihormati.
Kecuali, Bapak Presiden memang punya maksud lain dengan menurunkan posisi duduk Wakil Presiden menjadi sejajar Menko. Sebagai tindakan yuridis-konstitusional itu tidak boleh. Tetapi, sebagai sebagai tindakan politis-moral, itu boleh-boleh saja, bahkan saya setuju.
Jangankan menurunkan posisi duduk Gibran. Memecat dia menjadi Wakil Presiden saja saya setuju. ๐๐ฐ๐ฏ๐จ, seharusnya dia tidak layak bahkan menjadi Calon Wakil Presiden sekalipun. Sebagai pembelajar konstitusi, bagi saya, โPutusan Paman Usman untuk Ponakan Gibranโ adalah skandal hitam-pekat sejarah ketatanegaraan kita.
Menurut pandangan saya, terlalu banyak alasan konstitusional untuk bisa memakzulkan Wakil Presiden. Mulai dari dugaan tindak pidana korupsi, kejahatan tingkat tinggi lainnya, perbuatan tercela (๐ฎ๐ช๐ด๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ข๐ฏ๐ฐ๐ณ), hingga tidak lagi memenuhi syarat sebagai wakil presiden. Detailnya, bisa saya sampaikan pada kesempatan surat berikutnya.
Yang pasti jika Wakil Presiden dipecat, Bapak punya kesempatan lebih besar untuk menyelamatkan Republik, karena berpeluang mempunyai Wakil Presiden yang lebih kompeten dan berwibawa. UUD 1945 mengatur, jika terjadi kekosongan Wakil Presiden, Presiden mengusulkan dua calon Wakil Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari.
Ada baiknya, Republik Indonesia mempunyai Wakil Presiden baru sebelum dua tahun masa kepresidenan Bapak pada 20 Oktober 2026. Mungkin dengan demikian, Republik masih punya harapan. Paling tidak, sedikit harapan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Meskipun, kata rekan saya seorang profesor hukum tata negara, tidak boleh berharap dan percaya kepada Prabowo. Karena berharap dan percaya kepada Prabowo itu bermakna menyekutukan Tuhan, dan menjadi sirik yang haram hukumnya.
๐ฆ๐ฒ๐ธ๐ถ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐๐น๐ ๐๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐ธ ๐ฃ๐ฟ๐ฒ๐๐ถ๐ฑ๐ฒ๐ป, ๐๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ถ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ท๐๐บ๐ฝ๐ฎ ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐๐๐ฟ๐ฎ๐ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ธ๐๐๐ป๐๐ฎ.