Suatu kali saya bertemu dengan noni belanda, berpacar-pacaran, sampai dengan hubungan SEK.
Pertama kali melakukan hubungan SEK dengan orang belanda, ternyata perasaan inferioritas itu LENYAP sama sekali.
UU TNI ternyata sudah dittd sebelum lebaran. Sejak saat itu tercatat beberapa kali tentara masuk kampus.
Setelah Universitas Udayana dan UIN Walisongo Semarang, sekarang tentara mendatangi diskusi mahasiswa UI. Dalam berita di Kumparan, tentara tersebut mengaku diundang mahasiswa biar kenal dekat.
Kenal dekaaaaaat 🤔.
Apakah hal ini akan jadi pola dan tren dalam beberapa waktu ke depan? Menarik untuk disimak arah perjalanan bangsa ini ke depan.
@darpraxy_ Jadi kan jelas ya. Ini ga spesial2 amat aslinya. Ga cipta2 amat kan. Jadi, bisa bayangin jika kelak salah seorang tim anda jadi guru trus lanjutin proyek langsung ujug2 muridnya diikutin lomba. Dan semua orang se-Indonesia terkagum waahhh pinternya. Sungguh kita bener2 bodoh
Ini malah twit yg goblok berfaedah.
Lah hal yg kayak gitu elektro sederhanaaaaa. Ga ada temuan2an acaaann.
Ujung2nya pun gurunya yg buat.
Jangan gampang percaya. Apalagi acara lomba2 gini.
Ingat!!!
Mobil esemka mulainya ya kek gini. Seolah2 cipta rakit bocil smk. Hahahhaa
Orasi Suciwati di seberang Istana Negara kala menghadiri #AksiKamisan ke-857 dengan tema #SoehartoBukanPahlawan
Jangan Diam! LAWAN!!!
Tandatangani Petisi Tolak Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto di https://t.co/4gZuvfjAQv
saya yang memviralkan kebusukan ormas kang palak, saya yang memviralkan kebejatan oknum habib. konten saya berisi kritik pada pemerintah dan masyarakat sekaligus. bahkan pada "mayoritas"
bagaimana rasanya? kesepian dan ketakutan
Mengejar Mahkota, Melupakan Fitrah
Ada tren yang makin terasa belakangan ini—para orang tua berlomba menjadikan anak-anak mereka hafiz Qur’an.
Bukan karena si anak menunjukkan minat,
tapi karena si orang tua merasa:
“dulu saya banyak dosa, tak paham agama, maka biarlah anak saya yang menebus semua itu. Kelak saya ingin mahkota di surga”.
Tapi benarkah surga bisa diraih lewat paksaan terhadap anak yang jadi kehilangan kesempatan tumbuh di masa golden age-nya? Benarkah potensi & minat mereka memang menghafal Qur’an?
Menghafal Al-Qur’an itu mulia.
Tapi menjadikannya ambisi pribadi
yang ditanamkan di pundak anak—
yang mungkin justru lebih tertarik pada sains, seni, atau pertanian—
bukan lagi ibadah, tapi kompensasi.
Anak-anak bukan mesin penebus masa lalu.
Mereka bukan lembar kosong
untuk menuliskan ulang mimpi-mimpi kita yang gagal.
Tak semua anak punya kecerdasan hafalan.
Dalam taksonomi belajar, hafalan itu level dasar.
Di atasnya: pemahaman.
Lalu penghayatan.
Dan yang tertinggi: pengamalan.
Yang langka justru mereka
yang melakoni nilai Qur’an—meski tak hafal seluruhnya.
Sesuatu yang dipaksakan jarang bertahan lama. Gak cuma soal pasangan dan perasaan, tapi juga soal hafalan.
Apalagi jika sekadar ikut tren.
Setelah wisuda tahfiz, jika tak diulang dan dipahami,
ayat-ayat itu bisa lenyap seperti kabut pagi.
Islam itu luas dalam kehidupan.
Ia bisa hadir di ladang, laboratorium, kitab,
ruang gym, atau lensa kamera.
Ada banyak jalan menuju ridha-Nya.
Jangan kerangkeng anak-anak dalam satu jalur.
Biarlah mereka tumbuh sesuai fitrah dan jenis kecerdasannya (baca postingan sebelumnya soal 8 jenis kecerdasan).
Yang suka menghafal, biarkan menghafal.
Yang suka berpikir, biarkan memahami.
Yang suka bergerak, biarkan menghidupkan ajaran lewat tindakan nyata.
Al-Qur’an itu sudah pasti dijaga oleh Allah,
tapi akhlak anak-anak belum tentu terjaga.
Itu sebabnya Nabi diutus
untuk menyempurnakan akhlak yang mulia,
bukan untuk mewajibkan umatnya menghafal Qur’an.
Maka, mari kita fokus mendidik anak berakhlak Qur’ani,
bukan semata memaksa menghafal Qur’an demi ambisi orang tua.
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Banyak beasiswa. Tenang aja. Modal ikut tes bayar formulir doang bisa kok kuliah gratis disitu. Bahkan kadang dosennya yg bayarin. Pernah denger kan rocky gerung ga mau digaji. Nah gitu tuh
Rabu 9 April 2025, Satpol PP membubarkan paksa “Piknik Melawan”. Piknik Melawan adalah aksi nirkekerasan oleh masyarakat sipil untuk menolak UU TNI.
Satpol PP membubarkan aksi tersebut karena dinilai telah melanggar Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
#PiknikMelawan #CabutUUTNI
Bagaimana seorang Trump merendahkan Negara² yg hendak bernegosiasi dengan Pemerintahan Trump.
Tinggalkan Amerika, masuk ke Pasar Uni-Eropa, Timur Tengah, Afrika dan China.
@Dillakodildap2 Lah ngapain juga lu nyari bahan ke topik yg laen malihhh. Entar gw quote kucing hijab comel bisa lu bales2in juga. Anjir tenanan kowe dul
TNI & Polri ini udah jd interest group, bukan sepenuhnya aparat negara. Dari empat mesin politik warisan Orba yaitu Golkar, TNI, Polri dan birokrasi mgk birokrasi yg relatif tak mjd entitas politik sendiri. Masalahnya birokrasinya msh korup, gak canggih, gak efisien dan kurang public service oriented.