Nggak cuma posternya yg keren, ternyata Nobody Loves Kay pun layak disebut salah satu film coming of age terbaik yg dimiliki sinema Indonesia. Cerita soal pertemanan lelaki, perjuangan menggapai mimpi & peliknya realita hidup dibingkai Bernardus Raka dalam debut penyutradaraannya secara emosional yg berhasil membuatku tersenyum, berdebar-debar hingga menyeka air mata haru.
Terinspirasi kisah perjalanan karir seorang pemain esports profesional asal Filipina dari SMA saat masih main bareng sama dua sahabatnya, hobinya ditentang karena ngeganggu sekolah sampai akhirnya nekat terjun ke dunia esports meski terkendala hp lemot, sepintas film ini terdengar segmented buat yg nggak akrab sama Mobile Legends. Tapi sejatinya ini bawa isu relatable tentang orang-orang yg pilihan hidupnya ditentang karena dipandang nggak lazim, mereka-mereka yg terpaksa mengubur mimpi karena ada keluarga yg harus dikasih makan & siapapun yg tak gentar perjuangkan apa yg diinginkannya sekalipun terus menerus dicibir.
@Wregas did it, again!
REVIEW - BUDI PEKERTI
Punya dialog yang grounded dan powerful, Budi Pekerti sukses ngasih gambaran keresahan yang dirasakan oleh kebanyakan orang dari fenomena meng-cancel melalui kejadian viral. Salah satu film nasional terbaik di tahun 2023.