@pak_erte92 Org bodoh mana yg mau berstatemen menantang pemerintah seekstrim itu KECUALI dia sdh mendapat jaminan kalau tdk ada bahaya/resiko semacam itu yg akan menimpany
Lagipula dia seringkali dpt akses utk datang ke lokasi bencana & kirim bantuan, yg mna public figure lain susah dapatkan
@pak_erte92 Sy udah menduga ada yg janggal dr dia semenjak berstatemen di forum di TVOne:
Statemen 1
"Hari ini saya dipenjara jg ga masalah. Istri & anak sy sudah berkecukupan"
Statemen 2
"Sy punya banyak hal yg ditakuti, tapi tdk dgn 2 hal: Mati & Dipenjara
Tidak merayakan, bukan berarti tidak menghargai jasa pahlawan. Menurut saya, di antara duka yang menimpa saudara kita, penanggulangan bencana yg seolah tak jadi prioritas, reaksi terhadap kritik yg represif, dan kebijakan yg tidak bijak, kata “merdeka” menjadi hal yg menyakitkan
Upah kupas bawang 700 ribu per kg.
Sawah per hektar bisa panen 40 ton.
Usaha penggilingan padi untung 2 triliun.
Angka-angka ini dari mulut Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2004-2015.
Contoh jenderal ngurus pertanian.
Mentan sudah nyebokin presidennya?
@HabisNontonFilm Bagus bgt. Film anak yg revolusioner karena disini tidak hanya film ttg anak2 tapi menggunakan POV bagaimana anak kecil melihat dunia dgn segala masalahnya
Jujur, nyesel ga nonton ini di bioskop karena kualitas scoring & sinematografiny yg luar biasa👏
Gasabar nunggu Na Willa 2!
@idextratime Semakin sadar bahwa setelah era STY, sepakbola Indo kembali seperti dulu lagi, kesulitan bahkan di level ASEAN
Lalu jelas siapa yg perlu disalahkan & diganti, bukan pemain ataupun pelatih tapi si ketum rangkap jabatan, Mr ET
Selama dia masih menjabat, jgn berharap banyak gaess🙏
Gila, bahkan Rio Ferdinand ikut gerah liat performa wasit tadi malam👀
Rio Ferdinand bilang gini:
“Sepak bola butuh keadilan, bukan aturan yang berbeda untuk tim yang berbeda.
Sudah bertahun-tahun gue duduk di sini dan nonton sepak bola, baik sebagai pemain maupun pundit, dan yang paling bikin supporter kesal adalah inkonsistensi.
Kalau Argentina jatuh kena challenge, peluit kayaknya langsung bunyi. Wasit cepat spot foul, cepat stop play, dan cepat protect mereka. Tapi kalau Mesir yang kena insiden serupa, tiba-tiba game dibiarkan lanjut dan semua disuruh move on.
Itu masalah yang diperdebatkan orang-orang malam ini. Bukan hasil pertandingannya sendiri, tapi kurangnya konsistensi dalam pengambilan keputusan.
Terus lo lihat proses menuju gol kemenangan Enzo Fernández. Mesir teriak-teriak minta foul, pemainnya kerumuni wasit, dan jutaan orang yang nonton kira VAR bakal cek dengan proper. Tapi malah kayak semua orang di ruang VAR lagi tidur.
Buat apa sih VAR kalau bukan untuk nge-review momen-momen krusial di pertandingan penting?
Kalau insiden itu terjadi terhadap Argentina di ujung lapangan yang lain, apakah lo bakal percaya itu nggak bakal dicek? Gue agak susah buat percaya.
Kita udah lihat insiden yang jauh lebih ringan dicek sepanjang turnamen ini.
Itu asal muasal frustrasinya. Fans cuma mau standar yang sama diterapkan ke setiap tim.
Dan mari kita bicara soal sisi disiplin permainan. Argentina kayaknya bisa lolos dari banyak hal. Ada challenge yang biasanya bakal bawa kartu kuning, tapi wasit kayak ragu buat ambil kartu dari kantong.
Kayaknya official wasit takut ambil keputusan yang mungkin bikin Argentina kesal.
Kalau lo lihat beberapa pertandingan Argentina di turnamen ini, ada beberapa momen di mana lawan-lawan mereka ngerasa dirugikan. Satu insiden bisa didebat, dua insiden bisa didebat, tapi akhirnya orang mulai notice ada polanya.
Sepak bola tidak bisa mentolerir persepsi seperti itu. Integritas permainan bergantung pada keyakinan para pendukung bahwa setiap negara diperlakukan setara.
Apakah lo Argentina, Mesir, Brasil, Prancis atau siapa saja, hukum permainan seharusnya nggak berubah tergantung badge di baju lo.
Wasit malam itu punya tanggung jawab buat fair, balanced, dan brave. Tapi malah ninggalin jutaan orang nanya-nanya kenapa beberapa keputusan dikasih begitu gampang buat satu sisi sementara insiden serupa yang melibatkan sisi lain diabaikan.
Sepak bola pantas dapat yang lebih baik dari itu. Pemain pantas dapat yang lebih baik. Dan fans jelas pantas dapat yang lebih baik.”
Yang bikin gue setuju adalah bagian “fans cuma mau standar yang sama”. Itu inti masalahnya.
Lo setuju nggak sama Rio soal wasitnya? Atau menurut lo ini cuma persepsi dia aja?
#ARGEGY
ROBSTEE. Remember his name.
The REAL DJ, bukan yg bisa gede & dikenal modal gimmick atau modal jual body doang
Thank u Sector B for introduced him🔥👏
Pelajar SMK mengirim surat kepada Presiden, ia menolak menerima MBG dan meminta jatah makan MBG miliknya diberikan untuk kesejahteraan guru. Para pelajar kita, ada yang pikirannya tajam dan halus perasaannya. Rafif Arsya, anda membuat sejarah.
🔥🔥🔥🔥🔥