Kemaren Reuters (portal berita luar negeri) menayangkan secara live aksi demo mahasiswa. Tayangan tsb ditonton lebih dari 100 ribu orang.
Dan kabarnya hari ini ada yang bela-belain kirim surat ke The Economist. Takut terlihat jelek di mata internasional dan biar gak keliatan titik lemah dan bobroknya dia (lagi).
Buat yang gak tau, bulan Mei 2026 kemaren The Economist pernah nulis terang2an kalo wowo dianggap lagi membahayakan ekonomi Indonesia sekaligus pelan2 mengikis demokrasi.
So, aksi kemaren yang katanya gagal, namun tetap ada yang ketar-ketir nih yeee...
Dari sore hingga malam, Pertigaan Gejayan terkepung kemarahan publik. Mahasiswa, kaum ibu, & rakyat bersatu bawa 6 tuntutan: dari penolakan MBG yang boros, rupiah ambruk, pajak UMKM, harga BBM, UU Polri, hingga militerisme di ruang sipil. Alarm keras, rezim jangan bebal.
Video : kompas tv
Ga ditayangin di tipi Krn media takut ancaman pemerintah. Jadi kite netizen menayangkan berita demo hari ini yg msh berlangsung. Viralkan....gas pol 🔥 🔥
Aneh berita demo ga ada di tv
"Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta"
Merindiiiing dengernyaaa sampe ikutan nyanyi 😭
Public speaking skill mereka levelnya jauh di atas yang katanya "mewakili" rakyat.
Dek Fatimah aku padamu. ❤️
Duh salut banget nggak sih guys?🥹
Keren banget nggak sih?😭
sc:threadsaiatmadja
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengungkapkan Bundaran HI dipilih karena mahasiswa tak lagi percaya dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun pemerintah.
Sejak kemarin hingga hari ini, banyak yang mengapresiasi Kompas TV, Tribun Group, Mbak Rossiana Silalahi, Bang Dahlan Dahi, dan seluruh jajaran tim liputan mereka, yang dengan gigih menemani aksi mahasiswa 12 Juni 2026 dari pagi hingga malam.
Di tengah barikade aparat, di antara asap dan desak-desakan di Sudirman, mereka tetap di sana. Bersama rakyat.
Kebebasan pers bukan hanya soal regulasi dan kebijakan.
Ia juga soal apakah sebuah redaksi masih memilih untuk hadir saat negara sedang dipertanyakan oleh anak-anak mudanya sendiri. Saat mahasiswa berjalan kaki karena bus mereka di haadang, itu bukan sekadar berita. Itu sejarah.
Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh media yang masih setia meliput. Yang masih mau berdesakan di kerumunan, dan memilih hadir meski tekanan datang dari berbagai arah.
Kalian bukan hanya jurnalis.
Kalian adalah penjaga ingatan kolektif kita. 🙏
*Video yang saya upload sepenuhnya milik Kompas TV
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
this is even more sad. kayak semua mau loh kehidupannya menjadi baik, menjadi kembali atau lebih layak. ayolah kerja yang bener lah pak/bu. jangan ngeyangin perut sendiri. we’re same, we want LIFE GOES BETTER THAN YESTERDAY.
ngeliat rakyat teriak-teriak dan ngemis hak mereka sendiri, meanwhile pemerintah jogat joget dan presiden ngecibir “nyenyenyenye” tuh kaya patah hati bgt 💔
HIDUP MAHASISWA
HIDUP RAKYAT
Beberapa tuntutan aksi:
1. Setop pemborosan APBN
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Hentikan program MBG dan pembangunan KopDes
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya
SAMPAI MENANG ✊🏻
sumpah kalian harus baca ini. punya @projectm_org gimana rezim prabowo dan seskab teddy membungkam media saat meliput bencana di Sumatra. semua dibungkam