Kalian ngerasa ga sih, mall masih rame, antrian kopi masih panjang, restoran masih penuh.
Padahal rupiah lagi di titik terlemah sepanjang sejarah dan ekonomi lagi susah.
Nama fenomena ini adalah Lipstick Effect.
Dan ini justru sinyal bahaya loh!🧵
Claude Bisa Hack Wallet Bitcoin ???
Menurut pengakuan @cprkrn, dia berhasil memulihkan ~5 BTC yang terkunci selama lebih dari 11 tahun. Cukup pake AI Claude dia masukin file-file kuliah lama ke Claude, dan Claude berhasil menemukan file wallet.dat yang cocok dengan mnemonic (kata sandi rahasia) yang dia pun sudah lupa saat lagi tinggi dan ganti passwordnya jadi “lol420fuckthePOLICE!*:).
Triliunan kombinasi secara manual selama bertahun-tahun udah dicoba, tapi nggak ada yg berhasil. Akhirnya AI yang akhirnya berhasil menganalisis dan nemuin kata sandi yang tepat.
Sekarang pertanyaannya “BERARTI AI BISA NGEHACK BITCOIN?” “BERARTI BITCOIN SUDAH TIDAK AMAN LAGI?”
Jawabannya :
Mnemonic phrase Bitcoin (BIP39) hampir mustahil di-crack dengan cara brute-force atau AI “menebak-nebak”. Satu mnemonic 12–24 kata punya entropy 128–256 bit. Artinya kemungkinan menebaknya benar cuma 1 banding 2^128 (angka yang jauh lebih besar dari jumlah atom di seluruh alam semesta). Jadi secara kriptografi, Bitcoin masih sangat aman.
Terus kenapa kasus ini berhasil?
Yang terjadi adalah AI sama sekali tidak nge-crack mnemonic-nya. AI cuma membantu ngegali lagi data yang sudah ada di komputer dan catatannya si pemilik wallet.
Ini rangkaian kejadian yang sebenarnya:
1: Dia sudah punya mnemonic di notebook kuliah (dari 11+ tahun lalu). Tapi catatannya rusak: ada 2 kata yang hilang atau urutannya jumbled (kacau).
2. Wallet-nya pake dua lapis proteksi: Dulu pakai mnemonic/seed phrase sebagai “kunci utama”. Terus dia ganti password enkripsi wallet.dat jadi “lol420fuckthePOLICE!*:)” pas lagi high.
Password barunya itu yang dia lupa, dan dia sudah coba ±3,5–7 triliun kombinasi manual → tetap gagal.
3. Langkah penyelamatan:
Dia masukin seluruh isi komputer kuliahnya (semua file lama) ke Claude AI.
Claude meng-analisa jutaan file itu dan menemukan file wallet.dat lama (backup dari sebelum password diubah).
Claude juga memperbaiki mnemonic yang acak di notebook: mengurutkan kata-kata yang benar, ngelengkapin yang hilang, dan nyocokin dengan file wallet tersebut.
Hasilnya: mnemonic yang sudah “dibersihkan” oleh AI berhasil membuka wallet.dat lama itu.
Jadi intinya: AI tidak menebak mnemonic dari nol. AI cuma jadi “pembantu super cerdas” yang mencari jarum di tumpukan jerami file-file lama, Memperbaiki catatan rusak pemiliknya, Menghubungkan dot antara notebook dan wallet file.
Singkatnya: mnemonic-nya tidak pernah di-crack. Yang di-crack adalah “kelupaan manusia” + file-file lama yang tersimpan di hard drive.
Inikah alasan kenapa film "PESTA BABI DILARANG"⁉️⁉️
Karena film ini menceritakan kebenaran yang terjadi di tanah Papua ‼️‼️
Bagaiman rakyat Papua menderita karena ulah dari pemerintah ‼️‼️
SENI di era FIAT 😁 !!
Michael Angelo menangis melihat karya seni di era sekarang. Dia butuh waktu 4 tahun, teliti dan sabar, gelantungan ngelukis di langit-langit Chapel Sistina mendedikasikan dirinya untuk sebuah maha karya yg abadi.
Seni yang hebat lahir dari masyarakat yang punya time preference rendah (Hard Money). Seni yang ngaco dan cepat saji lahir dari masyarakat yang punya time preference tinggi (Uang Fiat).
Penurunan kualitas seni dan budaya sejak 1914 (awal dominasi uang fiat) adalah bukti visual paling jelas dari dampak buruk uang yang mudah dicetak. -Saifedean Amous-
Uang bukan hanya alat tukar, tapi juga menentukan apakah peradaban manusia maju (Pola pikir jangka panjang) atau mundur (short-term hedonism).
SENI di era FIAT 😁 !!
Michael Angelo menangis melihat karya seni di era sekarang. Dia butuh waktu 4 tahun, teliti dan sabar, gelantungan ngelukis di langit-langit Chapel Sistina mendedikasikan dirinya untuk sebuah maha karya yg abadi.
Seni yang hebat lahir dari masyarakat yang punya time preference rendah (Hard Money). Seni yang ngaco dan cepat saji lahir dari masyarakat yang punya time preference tinggi (Uang Fiat).
Penurunan kualitas seni dan budaya sejak 1914 (awal dominasi uang fiat) adalah bukti visual paling jelas dari dampak buruk uang yang mudah dicetak. -Saifedean Amous-
Uang bukan hanya alat tukar, tapi juga menentukan apakah peradaban manusia maju (Pola pikir jangka panjang) atau mundur (short-term hedonism).
💥 Lightning Network will make altcoins obsolete.
Ethereum 15 TPS 🙈
PayPal 200 TPS 😭
Visa 24,000 TPS 🤐
Solana 65k TPS 😶
Lightning 40,000,000 TPS 🤯
It will also make legacy payment rails obsolete.
Higher transaction throughput at lower cost + global access.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Semua orang lagi lagi ngetawain Prof Jiang yg bilang “server blockchain-nya di mana” sambil nyebut teori Bitcoin itu operasi CIA.
Tapi gue nggak ikut ketawa. Kayaknya lo lagi nonton psyop yang lagi main di depan mata secara live.
Jiang kan profesor. Masa kita harus percaya kalo dia beneran nggak ngerti komputasi terdistribusi?
Dia tahu nggak sih apa itu BitTorrent? Pas lo download torrent, nggak ada yang tanya “server torrent pusatnya di mana”. Para pengguna itu sendiri yang jadi jaringannya. Node-node itu infrastrukturnya.
Akademisi berijazah yang pura-pura bodoh soal ini bukan karena nggak tahu. Ini bendera merah banget.
Rasanya ini kebingungan yang sengaja dibikin. Coba tanya diri sendiri: siapa yang diuntungkan kalau rakyat percaya CIA yang ciptain Bitcoin?
Sistem fiat lagi sekarat. Printer uang lagi hancurin daya beli kelas menengah. Bitcoin itu pintu keluar yang dijamin matematis. Negara nggak bisa hack jaringannya. Mereka nggak bisa larang matematikanya. Senjata terakhir mereka cuma kendali narasi.
Kalau mereka berhasil bikin orang-orang yakin Bitcoin itu jebakan pengawasan pemerintah, orang-orang itu bakal selamanya terjebak di fiat yang lagi meleleh. Itu tujuannya. Intinya gini: Gue jalanin “server bitcoin”. Lo juga bisa.
Kodenya open source. Kriptografinya transparan.
Batas 21 juta yang keras itu bisa dicek sendiri oleh siapa saja yang nyalain node. Lo nggak perlu percaya siapa Satoshi. Lo nggak perlu percaya pemerintah. Lo cuma perlu verifikasi matematika SHA-256.
Jangan ketawa sama profesor yang “bingung” itu. Sadarin aja, ini mungkin semua cuma sandiwara.
Mereka lagi usaha nakutin lo biar menjauh dari pintu keluar, pas sebelum sistem fiat benar-benar ambruk.
Jangan percaya narasi itu.
Everyone is laughing at Prof Jiang for asking where the "blockchain servers" are and floating the CIA Bitcoin theory.
But I'm not laughing. You might be watching a psyop play out in real time.
Jiang is a tenured professor. Are we really supposed to believe he doesn't understand distributed computing?
Does he know what BitTorrent is? When you download a torrent file, nobody asks where the central "torrent server" is. The participants are the network. The nodes are the infrastructure. A credentialed academic pretending not to grasp this is not ignorance. It is a red flag.
This feels like manufactured confusion.
Ask yourself: who wins if the public believes the CIA created Bitcoin?
The fiat system is dying. The money printer is destroying middle class purchasing power. Bitcoin is the mathematically guaranteed escape hatch. The state cannot hack the network. They cannot ban the math. Their only remaining weapon is narrative control.
If they convince the masses that Bitcoin is a government surveillance honeypot, those people stay trapped in melting fiat. Forever. That is the goal.
Here is the thing: I run a "bitcoin server". And you can too.
The code is open source. The cryptography is transparent. The 21 million hard cap is verifiable by anyone running a node. You don't have to trust Satoshi's identity. You don't have to trust the government. You only have to verify the SHA-256 math.
Don't laugh at the confused professor. Recognize this might all be a performance.
They are trying to scare you away from the exit doors right before the fiat system collapses.
Don't trust the narrative.
Iran mengenakan biaya $1 per barel minyak dalam Bitcoin untuk melewati Selat Hormuz adalah sangat bullish, dan inilah alasannya:
20% dari minyak dunia mengalir melalui titik sempit itu.
Itu bukan kasus penggunaan niche, itu adalah arteri utama ekonomi global.
Bayangkan ini:
• Setiap kapal tanker butuh BTC untuk bergerak • Jutaan dolar nilai per kapal mengalir lewat wallet, bukan bank • Tanpa SWIFT. Tanpa penegakan sanksi. Hanya settlement
Ini adalah Bitcoin yang langsung terhubung ke pasar energi + geopolitik.
Dan ini semakin besar…
Ini bukan soal Iran. Ini adalah bukti konsep:
Jika SATU negara yang disanksi bisa memonetisasi rute perdagangan global dengan BTC, apa yang terjadi kalau yang lain ikut?
• Rusia? • Venezuela? • Negara mana pun yang terputus dari sistem USD?
Tiba-tiba Bitcoin bukan lagi “crypto”, melainkan infrastruktur penyelesaian netral untuk perdagangan global.
Juga: Minyak = komoditas paling penting di Bumi Bitcoin = lapisan penyelesaian yang sedang diuji di atasnya
Itu adalah holy grail.
Orang-orang mengira ini hanya headline.
Padahal ini adalah pratinjau dunia di mana:
Aliran energi → diselesaikan dalam Bitcoin Rute perdagangan → dihargai dalam Bitcoin Sanksi → dilewati oleh Bitcoin
Bukan dalam semalam. Tapi arahnya sudah jelas.
Inilah cara Bitcoin berubah dari “aset” menjadi mata uang cadangan terakhir bagi negara-negara.
Iran charging $1 per oil barrel in Bitcoin to pass through the Strait of Hormuz is massively bullish, and here’s why:
20% of global oil flows through that chokepoint.
That’s not some niche use case, that’s the arteries of the global economy.
Now imagine this:
• Every tanker needs BTC to move
• Millions in value per ship flowing through wallets, not banks
• No SWIFT. No sanctions enforcement. Just settlement
This is Bitcoin getting plugged directly into energy markets + geopolitics.
And it gets bigger…
This isn’t about Iran. It’s a proof of concept:
If ONE sanctioned country can monetize a global trade route in BTC,
what happens when others follow?
• Russia?
• Venezuela?
• Any nation cut off from USD rails?
Suddenly Bitcoin isn’t “crypto”, it’s neutral settlement infrastructure for global trade.
Also:
Oil = the most important commodity on Earth
Bitcoin = the settlement layer being tested on it
That’s the holy grail.
People think this is a headline.
It’s actually a preview of a world where:
Energy flows → settle in Bitcoin
Trade routes → price in Bitcoin
Sanctions → bypassed by Bitcoin
Not overnight. But the direction is clear.
This is how Bitcoin goes from “asset” to money of last resort for nation-states.
⚠️ BRICS baru saja menemukan mata uang cadangannya.
Iran mengenakan bea masuk pada 20% pasokan minyak dunia dalam BTC. Rusia menyelesaikan kontrak energi dalam BTC.
GENIUS baru saja membuktikan bahwa stablecoin dapat dibekukan tetapi Bitcoin tidak.
Momen "bertahap lalu tiba-tiba" sedang terjadi secara nyata.
⚠️ BRICS just found its reserve currency.
Iran is charging tolls on 20% of the world's oil supply in Btc. Russia settles energy contracts in Btc.
GENIUS just proved stablecoins can be frozen but Bitcoin can't.
The "gradually then suddenly" moment is compressing in real time.
Ok so.. they left their CDN exposed.
If you ping the domain, you get this ip:
151.101.129.49
It turns out this is a https://t.co/wqDjtIZMEy IP . I had never heard of fastly but it looked to be something similar to vercel, so I figured maybe they had custom deployment links like vercel does.
Tried a few different combos and BINGO:
https://t.co/VUGl0CQFJm
This took me to this:
https://t.co/EaQKYxNtOy
That’s their CDN bucket on AWS. They currently have it setup so that any invalid endpoints redirect back to index.html
I went on a hunch and figured that they’d probably already have their production app stored somewhere in the CDN ready for deployment
I used SECLISTs (https://t.co/gafGrACoMC )and ffuf to try out over 20k different combinations on this URL.
After some sleuthing, BINGO!! I found these two files:
> live.html
> .DS_STORE
The important one here that immediately caught my eye was “live.html”. That sounded like a prod deployment.
And sure enough, it was!
This is what the https://t.co/eY5zWkX10Z site will look like on the day the faucet goes live:
https://t.co/vXn9H24Gvj
https://t.co/M7ExI8pQym
It turns out the entire faucet will be revealed to just be a promotion scheme to get you to buy a bitkey and use cash app.
There is no faucet - at least in the sense most were expecting.
Avoid Clownbase, shitcoinery and all the CSAM-FUD, Quantum-FUD at all cost, isn't that right, @giacomozucco?
We’re finally back with an update 🚀
What have we been building over the past two months? We’re getting ready to unveil an open-source infrastructure for visualizing and spatially exploring Bitcoin data.
We’ve also traveled across Java Island to meet the local Bitcoiners building the orange grassroots movement from the ground up.
In this video, we talk about @PupusaG , @NodeNationSV , @stacyherbert , @SteaknShake , and @btchistoricosv , and what happened in El Salvador, another country where Bitcoin adoption is spreading fast.
We’re excited to introduce the new @btchousebali very soon, along with all the work we’re doing to push Bitcoin even further.
➡️ Watch the full video: https://t.co/DzJx4u45j0
If, like us, you believe we are all Satoshi and that Bitcoin’s principles must be protected from dilution, you can support The Bitcoin Museum cultural initiative with a donation:
➡️ https://t.co/niaE4cO4u7
And if you’re passing through the island, don’t forget to visit Bitcoin House Bali where the story continues, on the ground, every day.
April in Bali Bitcoin Island!🏝️
🧡 Bitcoin meetups across the island
📲 Hands-on beginner workshop
🇮🇩 Meetup in Bahasa w/@bildalacryp
💸 Bitcoin for merchants
👨💻 BitDevs workshop w/
@codeorangedevs
🎲 Games Night
🇫🇷 French Bitcoin Community Meetup
📚Daily walk-in learning