Tiba-tiba kilatan cahaya keluar dari pohon tersebut dan tak lama bunga blue moon-weed berjatuhan dari langit, bunga favorite Himmel.
Frieren mendekati pohon tersebut, memicingkan matanya. Mencoba memproses maksud dari sebuah pahatan di batang pohon tersebut,
Frieren dan tiga puluh tujuh orang tersebut berdiri di depan pohon raksasa yang dimaksud pada buku Flamme, berusaha membuka penghalang yang mengelilingi pohon tersebut.
Dengan sekuat tenaga Frieren merapelkan mantra dengan harapan besar di hatinya dapat bertemu Himmel kembali.
Apa maksudnya? Frieren tidak mengerti.
Dadanya terasa amat sesak, badannya terasa lemas, bahkan matanya berkaca-kaca.
Ia berjalan perlahan mendekati pohon tersebut, mengambil beberapa lembar kertas yang terdapat pada lubang di pohon tersebut. – https://t.co/yQKzNN5ava
himmel te yoku soskutte moratte iru yo ne
demo ichiban no ryiu wa
Kimi ga Mirai de
hitori bochi ninaranai Yoni suru tamekana
nani sore?
otokebanashi janai
boku tachi wa tasu Kani jishusai standa, KAVEH