Bahasa Bayi yang Meruntuhkan Gengsi
Butuh tangisan bayi tiga bulan untuk mengajarkan saya apa yang tidak pernah diajarkan di bangku kuliah magister psikologi.
https://t.co/gMHfPnsU5a
https://t.co/GGsDJc5rgE
The project closed successfully — but what about the ecosystem?
The more faithfully a project follows its own logic, the further its results drift from the ecosystem it aims to build.
https://t.co/F690igjCtr
Mohamed Ouahbi awalnya memilih karier di dunia pendidikan. Sama sekali tidak pernah menjadi pemain sepak bola profesional.
Namun dia terpikat pd sepak bola dan mulai melatih klub lokal MFB Brussels pd usia 21 tahun.
Kepada The Guardian, pengalamannya menjadi guru mengajarkannya bahwa pedagogi dan komunikasi menjadi elemen yg sangat penting dalam melatih.
Ouahbi menghabiskan 17 thn di akademi Anderlecht dan lantas mengalami lonjakan karier saat 2022, ketika ia menerima tawaran melatih Maroko U-20.
Ia tidak hanya membawa Maroko junior ke Piala Dunia pertama mereka dlm dua dekade, tetapi juga utk kali pertama mengantarkan Maroko U-20 menjadi juara dunia pd 2025.
Sejak Maret 2026, Ouahbi membawa energi, ketegasan, komunikasi yg baik, pamahaman mendalam terhadap karakter tiap pemain, dan kemampuan menyampaikan taktik2 yg kompleks dlm bahasa sederhana di Timnas Maroko.
Hasilnya, Maroko mencapai perempat final Piala Dunia 2026, menjadi negara Afrika pertama dlm sejarah yg mampu mencapai babak ini secara back-to-back di Piala Dunia.