Aku sudah pernah berbaju orange
Aku tidak pernah membayangkan akan sampai di titik ini.
Memakai baju orange, berdiri di tengah kerumunan, dilihat banyak mata, seolah hidupku diringkas menjadi satu warna. Tapi kalau mereka mau tahu, ini bukan awal dari ceritaku. Ini hanya satu potongan kecil dari jalan panjang yang sudah kupilih, sadar atau tidak.
Baju orange ini,
Yang sering diteriakkan buzzer dan termul untuk menghinaku
Ketika dia ku sandang di tubuhku, justru
Seperti baju zirah yang membungkus perjuanganku.
Baju orange ini, di tubuhku adalah tanda perlawanan terhadap kebohongan, kepalsuan, kezaliman.
Tanda bahwa aku terus berdiri tegak dan senyuman karena aku tahu nilai apa yang terkepal di tanganku.
Aku hanya berjalan dengan apa yang kupercaya. Kadang langkahku pelan, kadang aku ragu, tapi aku tidak pernah benar-benar berhenti.
Aku tahu, apa yang kusuarakan tidak selalu nyaman untuk didengar. Bahkan mungkin membuat sebagian orang terusik. Tapi bagaimana aku bisa diam, kalau hatiku sendiri tidak bisa diajak kompromi?
Di balik senyum ini, ada banyak hal yang tidak terlihat. Ada lelah, ada takut, ada pertanyaan yang tidak selalu punya jawaban. Tapi ada satu hal yang selalu kutahan kuat-kuat: aku tidak mau kehilangan diriku dan menggadaikannya demi kenyamananku.
Hari iitu, melihat aku berbaju orange, mungkin banyak orang iba padaku, menangisiku.
Tapi di dalam diriku, muncul bara api membara seterang baju ini.
Yang membuatku tetap utuh dalam langkahku dan berkata:
Kalau ini memang harus aku jalani, ya sudah… aku jalani.
Bukan untuk membuktikan apa-apa ke dunia. Tapi supaya nanti, saat aku melihat ke belakang, aku tahu,
aku tidak pernah mengkhianati kebenaran yang kuyakini.
Bapak Prof @Yusrilihza_Mhd, Prof @JimlyAs, dan Prof @mohmahfudmd yth, selamat atas hasil kerja tim reformasi Polri selama hampir setahun dg laporan 3.000 halaman yg hasilkan UU Kepolisian berupa :
1) polisi bebas masuk
Institusi sipil
2) perpanjangan masa pensiun polisi
3) masa pensiun Jendral polisi bisa diperpanjang oleh Presiden.
Sekali lagi selamat ya Pak
Buzzer, termul, berteriak, berkotek, menyalak berisik:
P21. P21. P21.
Bahkan sebagian sudah menggelar pesta.
Seolah itu akhir.
Seolah itu vonis sebelum pengadilan berbicara.
Tapi di dalam diamku…
aku tahu, ini bukan akhir. Ini justru permulaan dari ujian yang sesungguhnya.
Aku masih diberi kewajiban Wajib Lapor ke. POLDA.
Sudah 7 bulan mwnjadi Tahanan Kota.
Setiap minggu di sela-sela kesibukanmu bersiap Ujian S3.
Aku hadir tak pernah mangkir.
Kuhikmati,
Setiap langkah kakiku ke kantor polisi untuk wajib lapor,
bukan sekadar prosedur.
Langkah ini adalah pengingat
bahwa kebenaran sering kali harus berjalan sendirian,
di tengah riuhnya tuduhan dan kebisingan opini.
Aku tidak lari.
Aku tidak bersembunyi.
Aku datang. Berkali-kali. Puluhan kali. Dengan kepala tegak.
Karena yang aku bawa bukan sekadar argumen,
tapi keyakinan.
Mereka mungkin punya kekuasaan untuk menetapkan status.
Tapi aku punya sesuatu yang tidak bisa mereka sentuh:
ketenangan hati yang tahu,
bahwa aku tidak berdiri di atas kebohongan.
P21?
Silakan.
Jika itu jalan menuju pengadilan,
maka biarlah pengadilan menjadi tempat di mana semuanya dibuka
tanpa framing, tanpa manipulasi, tanpa narasi yang dipelintir.
Aku tidak takut pada proses.
Aku hanya takut jika kebenaran dibungkam.
Dan selama aku masih bisa melangkah,
masih bisa berbicara,
masih bisa berpikir…
maka aku akan tetap berdiri.
Bukan karena aku ingin melawan,
tapi karena aku tidak bisa memilih untuk diam melihat kebathilan.
Entah sudah berapa banyak maling uang rakyat yang sebut nama Jokowi, namun tak perna sekali pun di panggil untuk di periksa.
Secara gamblang Dadan menyebut nama Jokowi terima uang 2 T, punya nota dan bukti transfer, akankah @KejaksaanRI bertindak memanggilnya atau tak bernyali?
Presiden Prabowo sudah mulai makan bagian tengah bubur panas ?
Penangkapan Samin Tan oleh Kejagung dan penyitaan kembali tanah negara di PIK-2 semoga menjadi titik awal sudah mulainya makan bagian tengah bubur panas Geng SOP (Solo, Oligarki, dan Parcok). Publik tahu bahwa Samin Tan dan Aguan adalah pilar utama Geng SOP yang selama ini tidak bisa disentuh.
Seperti halnya juga dg penertiban tambang Timah, pengambilan kembali lahan perkebunan tebu ratusan ribu ha di Lampung, pengambilan lahan perkebunan sawit lebih 3 juta Ha, penertiban tambang mendekati 5 juta Ha dan pengambilan kembali Hotel Sultan.
Semoga berlanjut ke tempat lain.
Rabu 6 Mei 2026, akses Jalan untuk nelayan ditutup Perusahaan PIK 2
Inilah akibat pejabatnya menjual negara kepada Oligarki rakus Aguan & Antoni Saliem serta banyak rakyatnya yang tidak peduli dengan PIK 2 yang membahayakan Kedaulatan negara terkhusus untuk wilayah Banten !
*LAYANAN QURBAN PREMIUM :*
*Jenis Sapi :*
Sapi hasil peliharaan sendiri di Kandang selama 1 - 4 tahun.
Tersedia jenis sapi : Limosin, Simental, Bigon, Ongole (PO), Belgia, Berangus, Bali, dan Madura.
Berat : 1,1 ton sampai 400 Kg.
*Lokasi Layanan :*
Jakarta, Banten, Bekasi, dan Bogor (diterima di tempat).
Daerah lain sesuai kesepakatan
*Bentuk Layanan :*
(1) Diantar ke lokasi bentuk hidup, atau
(2) dipotong dan sudah dipotong dan siap dibagikan dalam besek atau plastik.
*Harga :*
Prinsipnya, berapa dana tersedia bagi pelanggan, kami siapkan sapi dan layanan terbaik dari dana yang tersedia dan yakin lebih murah dari yang lain.
Kami sudah pengalaman sktr 10 tahun.
*Tindak Lanjut :*
Silakan kontak
Pak Sarim : 0857-1687-4163