Novel pra-remaja saya mau terbit akhir bulan ini (Mei 2024). Utk anak usia 10-15 thn dan anak usia 7-10 thn yg sudah lancar membaca. Topiknya mendalam dan psikologis, jadi guru dan orangtua bs menggunakan novel ini utk diskusi dengan murid/anak pra remajanya.
Ini sinopsisnya:
*MIKAL* ingin memahami kenapa ayahnya harus diambil secepat itu secara tragis. Pikiran itu kerap memberatkan hatinya membuat Mikal melihat hari-hari dengan muram. Namun ketika terperangkap di Son Nokta, dunia tanpa titik akhir, Mikal bertemu Princess, yang sekalipun matanya bolong sebelah, selalu ceria dan optimistis.
*AGUNG* ingin paham apa maksud hadirnya di dunia ketika kekurangan fisik, kemalangan dan nasib buruk selalu menyertai langkahnya. Agung kerap bertanya, “Kalau Tuhan benci sekali padaku, buat apa aku lahir?” Perjalanan berliku Agung untuk mencari jwbn itu mempertemukannya dengan Bajak Laut dan sebuah kesempatan untuk menjadi seorang penguasa.
*TROY* ingin paham tentang rasa keterasingan bak Alien yang tidak pernah meninggalkannya sedari kecil. Ketika Troy berpikir dunianya mulai cerah dan hangat berkat cinta dan dukungan seorang sahabat jiwanya, tragedi merenggut itu dari Troy. Seketika dan tiba-tiba. Disertai sesal yang mengekal, Troy kembali menjadi alien, terasing di sekitar yang bising dan hidup.
Seperti meneropong sebuah kaleidoskop, mengintiplah ke dunia kanak-kanak dan dewasa yang saling bertabrakan dan jungkir balik.
Akhrnya, perjuangan anak saya utk tembus PhD program di era Trump brhsl jg. Diterima di Georgetown University fully funded dgn stipend!! 🔥🔥
Thn ini perjuangan international student utk tembus PhD program di Amerika sulit bgt krn budget cut Trump dan lingkungan sosial yg gak kondusif. Anak saya sbg satu2nya international student yg tembus PhD program di Georgetown. Bnyk universitas2 top Amerika terpaksa hrs memilih hny satu international student dr bbrp calon PhD utk batch di thn yg berat ini.
Dari cerita2 yg beredar, jg bnyk international students highly qualify yg rejected di seleksi awal, aplg dpt wawancara dan visit campus 🥲
Bnyk mahasiswa Cina lulusan Tsinghua yg apply PhD program di Amerika dgn peminatan biology juga gak mendpt offer apa2. Bukan krn mrk gak siap utk PhD program, tp krn mslh budget cut sehingga gak ada dana.
Dgn segala kesulitan dan tantangannya, saya bangga dan bersyukur sekali atas pencapaian Elysa 💝
Orang tua yang memaksa anak “menjadi sesuatu” sering lupa satu hal: dunia berubah lebih cepat daripada rencana. Saya memilih memaksa anak “mengalami dunia”.
Orientasi global—kemampuan membaca konteks, budaya, dan struktur—adalah modal yang tidak basi. Ia tetap bekerja ketika industri runtuh, profesi berganti, dan peta kekuasaan bergeser.
Karier dan duit bisa dicari. Orientasi harus dibentuk.
Di ruang yg sama, akan selalu ada:
1. Org yg membaca dunia lewat teks, struktur, dan ide
2. Org yg membaca dunia lewat ruang, pengalaman, dan rasa
Itu dua anak saya. Berbeda bgt, tp buat saya sbg ortu paham satu hal: gk semua kecerdasan perlu diarahkan atau diatur. Kecerdasan sebaiknya hny perlu diberi izin utk jadi diri sendiri
High-end New York vibes and the best yukhoe to fuel the night in K-town, New York 🥳
Apa itu Yukhoe? Sekadar info buat pelengkap, yukhoe adalah hidangan daging sapi mentah khas Korea yang diiris tipis (mirip tartare), biasanya dibumbui dengan minyak wijen, kecap asin, dan sedikit gula, lalu disajikan dengan irisan pir Korea yang manis untuk menyeimbangkan rasa gurih dagingnya.
Mampir ke Denver Public Library Central bukan cuma buat cari tempat teduh, tapi diajak anak ke perpustakaan. Dulu saya yg membawa anak ke buku, skrg anak yg membawa saya kembali ke buku.
Perpustakaan ini sendiri sebenarnya menyimpan cerita. Bangunannya yang ikonik ini adalah hasil rancangan Michael Graves, arsitek ternama yang sengaja bikin desain post-modern dengan bentuk-bentuk geometri yang unik. Kalau diperhatikan, setiap sudutnya punya karakter yang kuat, bahkan perpustakaan ini pernah jadi saksi sejarah dunia waktu terpilih jadi lokasi G8 Summit tahun 1997. Para pemimpin dunia dulu berkumpul dan berdiskusi di sini.
Saya berhasil namatin buku pertama di 2026, “Until August” karya Gabriel García Márquez. Menghabiskan lembar terakhir di tengah kemegahan sejarah Denver adalah cara saya buat merayakan cerita dan mengawali tahun.
Aspen di musim dingin adalah kota yang bergerak cepat dan percaya diri. Salju menutup lereng, lift terus berjalan, dan hampir semua orang datang dengan satu agenda utama: ski. Dari pagi sampai sore, arus manusia naik turun gunung, sementara kota di bawahnya tetap hidup.
Aspen dirancang untuk itu.
Segalanya dekat, walkable, efisien. Orang turun dari gunung masih memakai sepatu ski, mampir minum, lalu lanjut makan malam. Butik-butik kelas atas berdiri rapi di pusat kota, galeri seni aktif, dan restoran penuh sejak matahari mulai turun. Ini kota kecil dengan ritme kota besar—mahal, mewah, tertata, artistik. Sgt sadar dgn kelas ekonomi pengunjungnya.
Menariknya, Aspen juga ksh ruang bagi yang nggak ikut main ski. Saat gunung menjadi pusat aktivitas fisik, kota menjadi tempat observasi: berjalan kaki tanpa tergesa, melihat orang lalu-lalang dengan perlengkapan ski lengkap, duduk lama di kafe, atau makan dengan tenang smbl memandang gunung.
Anak saya yang sporty bermain ski. Saya tidak. Karena saya bukan tipe olahraga, aktivitas saya di Aspen sederhana dan konsisten: jalan kaki, belanja, dan makan. Kalau di gunung orang menghabiskan energi, saya menghabiskannya di etalase dan meja makan.
Aspen memungkinkan dua dunia itu berjalan bersamaan, tanpa saling mengganggu.
Di luar Philadelphia lg beku, tp di dlm Buddakan hati anget bgt krn dinner date bareng si kesayangan 🥟✨
Restonya estetik parah, yang datang cakep-cakep, tp tetep plg juara ya pemandangan di dpn meja: anak sndiri yg lahap makannya.
Best dinner partner indeed! ❤️🧥
Salah satu ritual wajib kalau lagi di Philly: cari Asian food yang enak! Semalam makan bareng anak, pesan Pad Thai favorit yang penyajiannya cantik banget pakai balutan telur. Rasa bumbunya pas, suasana restonya juga nyaman buat kita berdua catch up.
Perut kenyang, hati senang. 🍛✨
Di Thread ada yg ngomong dia suka bau rumah2 Amerika yg khas. Setuju! Kemarin ketika saya berjalan di lorong apartemen asrama anak saya di kampusnya, saya nyelutuk, “Wanginya khas banget, bau kampus di sini. Jadi inget masa kuliah dulu.”
Bau karpet, laundry room, dan penampilan mahasiswa2 Amerika yang sibuk. Mengingatkan saya waktu msh jd mahasiswa di Amerika.
Saya jg suka bau khas toko2 di Amerika yang campuran antara wangi kopi, trotoar, dan udara mereka. Ngangeni bgt.
*Winter on campus.
Update Caty, anakku. Bilangnya kuliah di Philladelphia, tapi setengah hidupnya di kereta ke New York City.
Honor student, Drexel Global Scholar (program free ride scholarship buat mahasiswa internasional yang otaknya keliling dunia dulu sebelum badan menyusul). Double major Business Analytics and Marketing, minor Immersive Media Design.
Currently interning at Maxi Cohan, Soho Manhattan New York—learning business and design, mastering subway survival 🤣
Paris, 2015.
Sepuluh tahun lalu sebuah persinggahan sesudah perjalanan di Frankfurt—tahun ketika Indonesia menjadi Tuan Rumah Frankfurt Book Fair, dan saya ikut sebagai penulis yang mewakili Indonesia.
Di Paris, saya berjalan sambil memikirkan hal-hal yang tidak filosofis— yang sebenarnya justru pikiran acak yang muncul ketika saya sedang berusaha menikmati hari biasa. Seperti bagaimana saya bisa merasa hadir di satu tempat, padahal sebagian dari dalam diri saya diam-diam sedang mengamati dari jauh. Atau kenapa manusia terus mencari makna di tempat-tempat yang sebenarnya hanya menyediakan pemandangan.
Di museum, saya tidak sedang mencari arti seni; saya senang memperhatikan manusia dan semua keanehannya— betapa kita bisa berdiri lama di depan sesuatu yang tidak kita mengerti. Sering kali yang manusia kejar bukan pemahaman, tapi rasa bahwa kita pernah berada di sana.
Dan anehnya, yang lebih mengejutkan dari semua itu adalah saya baru sadar bahwa perjalanan ini sudah sepuluh tahun. Padahal rasanya seperti momen waktu dunia masih sedikiiiiit saja lebih muda—termasuk saya.
Mulanya pilates krn mencegah bongkok di umur kepala lima. Keseringan olahraga lari, bahu terasa melengkung ke depan.
Mulai pilates thn 2020, private training bersama 1 coach paling senior di Balance Pilates & Fitness Studio di Kembangan. Tempatnya luas, teduh, dan estetik.
Ternyata pilates enak bgt! Putus sambung krn Covid, tp tetap dilanjutkan. Skrg stabil, udh 5 thn pilates, efeknya terasa nyata. Bahu tegak dan otot kuat.
Coach saya namanya Kak Sani. Private 1x kedatangan IDR 1,200,000. Lebih baik ambil sekaligus paket 5x atau 10x kedatangan. Recommended.
Anak di St. Louis, Amerika kirim foto.
Dua bos kecil lagi sibuk mantau keamanan jendela. Yang satu jaga atas, yang abu-abu jaga bawah sambil bawa bekal bola ijo. 😅
Kalian di rumah tim kucing bossy atau kucing kalem?