Baru mulai baca Penghancuran Buku Dari Masa ke Masa, dan nyesek betul gimana remuknya museum, perpustakaan, dan arsip nasional Irak oleh invasi AS ke sana 2003.
Una mujer sueca se harta de los rezos islámicos en público y en altavoces 5 veces al día y decide quemar un Corán en frente del rezo islámico con una cruz de madera en frente de ellos.
Parece ser que las mujeres suecas dejaron de hacerse las suecas.
Esto si es feminismo de verdad.
Ada satu bab menarik dalam buku “Penghancuran Buku dari Masa ke Masa”, ketika Fernando Báez memaparkan bahwa penghancuran buku juga sangat mungkin terjadi akibat musuh alami buku, yakni larva ngengat—termasuk juga rayap—yang bisa menyulap ribuan karya menjadi butiran debu.
Alasannya, serangga pemakan tanaman sangat tertarik pada selulosa yang ada pada kertas dan jilidan buku. Beberapa jenis perekat (lem) yang digunakan untuk menjilid buku aslinya berasal dari tanaman yang juga menarik serangga, seperti pasta yang terbuat dari gelatin.
Jadi, benar kata Nica, kalau buku menguning itu bukan masalah besar, sebab musuh buku yang sebenarnya adalah rayap (dan kadang-kadang juga aparat).
@LiterasiFess Fernando Baez, Penghancuran Buku.
Beliau adalah pustakawan dan buku ini seperti cara beliau menceritakan suatu perpustakaan—tentang buku² yg dimusnahkan, dulu sampai nanti.
On this day, 11th May 1943, T.S. Eliot's Four Quartets were first published together. 4165 copies were published in the US - 3377 were destroyed because of poor printing. “A raid on the inarticulate/
With shabby equipment”
sebab sekarang hari buku sedunia, ingin merkomendasikan buku Penghancuran Buku Dari Masa Ke Masa karya Fernando Baez. Sebagai pengingat bahwa dulu buku-buku pernah dengan sengaja dihilangkan dari peradaban dan adapula yang tidak sengaja hilang dari peradaban.
Bulan lalu pas deep cleaning area rak ruang tengah di rumah, ada lumayan banyak buku kena sikat rayap dengan pola yang lumayan “artsy”. Ini salah satunya.
Kalau saja yg kena lahap buku “Penghancuran Buku dari Masa ke Masa”-nya Fernando Báez, kelihatannya bakal epik. 😅
Kajian bibliosida pertama dari masa ke masa. Bertentangan dengan pendapat umum, Fernando Báez menemukan bahwa buku² dihancurkan bukan oleh ketidaktahuan awam atau kurangnya pendidikan, melainkan oleh kaum terdidik dengan motif ideologis masing².
🛒 https://t.co/kyoYQ3elyq
«La biblioteca debe ser un acto de rebelión permanente contra el olvido». Entrevista a Fernando Baez, autor de la Nueva historia universal de la destrucción de libros https://t.co/IhnUi2EVyQ
Did you know we’re living in a book cemetery? 📚💀
What we know today is only a tiny fraction of who we once were. The reality is brutal: 158 million: Unique titles in existence today. 385 million: Titles that have VANISHED forever