Lalu ibu tak pernah cerita masa yang sekarang karena semua sudah jauh berubah, teman sebayanya sekarang adalah sepi, dentingan lagunya adalah tangis, peluk eratnya adalah dingin malam. Maaf~
Kata ibu, dulu selepas bapak pulang dari kerjaannya, dia selalu membelikan sesuatu yang ibu suka. Dan ibu juga pernah bilang, dulu pernah pergi kemanapun yang ibu mau. Sekarang saya sadar, ibu selalu bercerita tentang masa lalu yang menurutnya sangat membahagiakan.
Semua orang memiliki alasan untuk tetap hidup. Ada yang bertahan untuk kulit ayam, bakso 5ribu, shortcut ctrl Z, hutang kawan yang belum lunas. Ku Doakan panjang umur, agar alasan-alasan itu bisa terus terwujud.
Jadi gini, ketika Lo ngga ada kontribusi pada hidup seseorang dan orang tersebut sudah di titik yang berbeda gausah bilang "sekarang mah sombong yah" sedari awal memang Lo harus sadar diri.
Tapi beberapa malam aku mendengarmu menangis, kala itu juga ikhlasku luntur, semesta entah maunya apa, jika hatinya milikku tolong yakinkan dia bahwa proses panjang mungkin tak mengecewakan.
Kadang kita salah mengartikan perasaan, yang mengejar belum tentu cinta, bisa saja hanya ambisi. Yang selalu ada mungkin hanya sepi, yang perhatian bisa saja hanya suka dan kagum. Rumit.
Kalau belum yakin sama diri sendiri, kenapa harus meyakinkan orang lain. Keinginan tidak harus seegois itu, inget sampannya kecil masa si mau bawa orang lain selain dirimu.