Ngga ada CARAT kalo gak ada SEVENTEEN dan berlaku juga gak ada SEVENTEEN kalo gak ada WOOZI. Dibalik semua kemenangan ini, ada Woozi yang pusing banget mikirin lagu buat comeback apa, lagu yang sesuai buat CARAT apa. Jadi, JANGAN BANDING-BANDINGIN WOOZI!
Jadi woozi itu gak mudah. Dengerin sample musik hampir tiap hari buat nyari musik yg cocok buat grupnya, mikir ide, nulis liriknya, trus dia rekaman pake suara dia dulu. Trus di perdengarkan ke membernya, petinggi pledis, naik kepetinggi hybe. Dirapatkan tuh lagu
lanjut bawah ๐
Kakak-kakak.. ini namanya Woozi, ya. Idol yang punya banyak titel: Idol, produser, penulis lagu, penyanyi, kucing, dan nasi.
Dia yang join Pledis cuma karena poster mereka segede gaban dan jadi satu-satunya yang lolos dari 300 kontestan. Nggak pernah ngedance sebelum jadi trainee, tapi justru sebelum debut disuruh milih antara unit performance dan unit vokal saking bagusnya di keduanya (dia juga bisa ngerap btw).
Yang dulu sempat dikira perempuan sama Hoshi dan Ahjussi di toilet saking cantiknya. Yang dikira anak SMP sama orang gara-gara mainin pintu ATM. Yang dijulukin white obedient puppy saking giatnya latihan, sakit pun nggak pernah bilang karena gamau jadi si yang paling berjuang sendiri di saat yang lain juga sama berjuangnya. Yang dikasih nickname tahu sama kue beras saking putihnya. Yang dibawa emaknya ke rumah sakit gara-gara terlalu diam, manut, dan baik dibanding anak sepantarannya.
Eh iya, dia jadi full member di KOMCA di umur 22 tahun, menang Best Producer Award di usia 25 tahun, jadi pemenang termuda ๐
Kakak-kakak, diingat, ya.. sekali lagi ini Woozi.. yang cinta mati sama seventeen dan carat (dan nasi). Yang bilang nggak akan stop jadi svt kalau member nggak minta stop. Yang bilang dunia dan alasan tetap di sini itu member dan carats. Yang love language-nya nggak berisik, tapi hangat dan cemerlang. Yang ini Woozi ya namanya ihiy ๐คธ
Woozi wrote Smile Flower because of the fear of losing.
He said there are so many meaningful connections in our lives, and that we have all these wonderful relationships. He said right now, he might be very happy, things are really good. But sometimes he finds himself having vague thoughts like, โWhat if this doesnโt last?โ
Since those thoughts occasionally come to his mind, this song is about the idea that, โEven if we canโt stay together and end up apart someday, wherever we are, may we always share smiles and laughter. May we always be happy, no matter where we are.โ
He also said something similar about the fear of losing in The Chapter.
He said, โSometimes, on one side of my mind, I think that this very scene Iโm seeing could disappear overnight. I always have the anxiety of not knowing when this might disappear. It could disappear like a lie.โ
He has held those feelings for so long. The whole thing in SEVENTEEN is so dear to him that fear of losing them keeps lingering like the sprinkle of glitter that sticks to the skin and is difficult to remove, even if wiped many times โค๏ธโ๐ฉน