Ya tidak aneh memang karena dari 3 band pembuka Bananach, Leipzig dan Flukeminimix serta kolaborator @Aldead__ di Jenuh Kan Kutelan dan @iamcollapse di Membelah Belantara adalah teman dan orang yang dikagumi para personil. Tidak ayal kalau seemosional itu.
Baru sadar ternyata album favorit dari band post-rock kesayangan @flukeminimix ada di Qobuz. Hi-res FLAC pula 24-Bit/48.0 kHz. Mantep bener soundstage-nya luas dan megah banget. Kualitasnya lebih tinggi dari Apple Music atau rip CD yang cuma dapat 16-Bit/44.1 kHZ. 🤘🤘🤘
Halo, saya sudah membuat sebuah video pendek bagi orang awam yang masih belum paham apapun tentang pemimpin kita sekarang.
Tolong di sebarluaskan agar semua orang tahu, dan tidak buta pada kekuasaan.
Cantumkan akun saya jika Anda ingin menggunakan video ini.
—Karel.
Babak tiga dimainkan oleh Bin Idris dan kawan-kawan Flukeminimix. Walaupun bukan jenis musik yang saya banget, tapi saya sangat menikmatiiii. Sayang, Bin Idris lagi hilang suaranya. Tapi seru karena jadi dibantuin nyanyi sama temen-temen penonton🥰
Saya jadi inget argumen @rshabara82 bahwa musisi2 Indonesia tuh sudah punya bargaining position yg kuat di kancah musik sejagad. Artinya udah matang dan berciri khas sendiri. Jadi tudingan Flukeminimix adalah GY!BE wannabe, atau ISIS wannabe tuh menurut saya jg agak misleading.
Dapet link ini dari @lord_kobra. Ini penulisnya nuduh Flukeminimix ngejiplak ISIS. Tapi udah cuma bilang gitu doang nggak ada argumen lanjutannya kayak mirip ISIS-nya di repertoar yang mana gitu? Kritik itu bagus, tapi kayaknya ulasan ini terlalu prematur. https://t.co/QzCVDSNdt8
Kalau disuruh milih rilisan lokal terbaik tahun 2022, saya akan memasukkan "The Unsound of Partial Edges" milik @flukeminimix dalam daftar. Eksplorasi post-rocknya megah nian. Album ini belum masuk DSP, jadi kalau mau dengerin, pesen ke @GrimlocBDG kali ya. (5/5).