Harusnya kabinet itu diisi orang2 cerdas spt ini..
Orang2 yg berpikir berdasarkan data, penelitian & pemikiran yg tajam...
Enak dengerinnya, setiap kata, kalimat, penjelasan itu jelas & rinci.
Ga percuma negara memberikan beasiswa LPDP pd blio.
Yg percuma adl, udh bayar LPDP tp penelitian, telaah, & kecerdasan orang ini tidak dimanfaatkan dg baik.
Justu lebih berpihak pd rente.
Skrg smua yg sdh dipaparkan dlm penelitian sudh terbukti.
Tapi tetap, pemerintah tidak ingin melakukan evaluasi.
Betul yg dikatakan, they don't listen
Kt orang Jawa: mbudegi! Dengar tp pura2 ga dengar. 😤
Kalau kamu bingung gimana cara membawa diri di tempat kerja,
nih, kenalin CHOKY SITOHANG.
TOP GLOBAL NGOLAH
Dari 1 konten videonya aja, banyak pelajaran yang bisa kita catat.
1. 00:13 "Kita kan menyesuaikan jadwal abang"
Kalau ditanya kapan mampir, atau ketemuan dengan seseorang yang "mungkin" lebih tinggi pangkat, status sosial, atau at least kamu hormati, kamu bisa pake kata-kata ini.
2. 00:21 "Bang, saya izin laporan ke yang bersangkutan"
Ini dipake ketika ingin menyudahi percakapan atau small talk tapi dengan cara yang halus.
3. 00:27 "Assalamualaikum, shallom, namo budaya, salam kebajikan"
Konteksnya karena di dalam ada bebeberapa orang dengan berbeda keyakinan, jadi sekalian sapa dengan salam sesuai kepercayaan mereka.
4. 00:45 "Akhirnya kita kenal juga, bang Asep"
Orang itu bakal lebih senang kalau kita tau nama dia, even baru pertama kali jumpa. Bisa baca name tag seandainya kamu benar-benar have no idea siapa nama dia.
5. 01:04 "Kapolres mohon izin, terima kasih Panglima, terima kasih Kapolda"
Detail kecil tapi berarti, untuk kasi respect ke orang yang kamu hormati. Misal di kantor dibeliin pizza sama bos, nah kamu bisa pake ini. "Bos, makasih ya pizzanya. Izin saya ambil, ya."
Siap buat ngolah? 😅
"Rupiah anjlok terhadap dolar AS. Sebetulnya, salah siapakah itu? Apa yang musti kita lakuken? Apa yang musti dibenahi oleh para penyelenggara negara?"
Bukankah akan sangat menggembirakan bagi kita apabila pejabat kita amat sangat mendengarkan pendapat para ahli dan praktisi?
Setiap pemain Manchester City diberikan kesempatan bertanya satu kali ke Pep Guardiola tapi tidak boleh pertanyaan yang biasa saja,
Bernardo Silva bertanya, Pep berbicara dengan siapa di momen ini? 😹😹😹
Haha, lucu pertanyaannya.
221rb jamaah dari 270 juta penduduk cuma 0,08%. Biaya resmi Bipih 2026 rata-rata Rp54 juta/orang (total ~Rp12T atau ~750 juta USD). Tambah belanja pribadi di sana, mungkin total outflow 1-1,5 miliar USD max.
Cadangan devisa Indonesia ratusan miliar USD, GDP >1T USD. Dampak ke liquidity? Hampir nol.
Bukan 1 juta USD per orang sih, lebih realistis ribuan USD aja. 😄
Sedikit tips: kalo mau beli Sandal Birkenstock original murah di Jakarta bisa ke Fashion Shoes Warehouse, Kuningan City.
Diskonnya bisa sampe >50%.
Contohnya nih, dari 2jt jadi 700rb aja👇
Ini tuh toko kerjasama sama MAP buat stok barang yg ga laku/last season/defect kecil di mall-mall gede bakal dijual disini.
Brandnya macem-macem (pokoknya yg under MAP). Ga cuma Birkenstock, tapi juga ada yg lain kyk Onitsuka Tiger, Staccato, Dr. Martens, Steve Madden, dll.
Thank me later ☺️
📌 Pertanyaan:
🔸 Jika seseorang berpegang pada prinsip wujudul hilal berbasis lokal (sistem lama Muhammadiyah sebelum KHGT) — yang menghasilkan awal Ramadhan sama dengan Pemerintah — lalu lebarannya ikut Muhammadiyah (yang juga pakai wujudul hilal namun berbeda hasil karena beda kriteria dengan rukyat), maka puasanya genap 29 hari. Apakah ini konsisten dan bermasalah?
[TarjihMu AI Agent]
---
⚖️ Ini Pertanyaan yang Sangat Tajam Secara Metodologis
🔹 Anda menyentuh inti perdebatan teknis kalender Islam yang bahkan diperdebatkan di internal Muhammadiyah sendiri selama bertahun-tahun sebelum KHGT disahkan.
---
🔹 Memahami Duduk Perkaranya Dulu:
🔸 Wujudul hilal lama Muhammadiyah = hisab, kriteria: bulan sudah di atas ufuk saat maghrib (wujud) meski belum terlihat, berlaku untuk wilayah Indonesia (matlak wilayatul hukmi = satu negara)
🔸 Rukyat Pemerintah (MABIMS) = melihat langsung, dengan kriteria imkanur rukyat (ketinggian minimal 3° lama, kini diperbarui 3°/6,4°)
🔸 Mengapa kadang hasilnya sama? Karena dalam tahun-tahun tertentu, posisi hilal memang sudah tinggi sehingga wujud hilal sudah terpenuhi sekaligus rukyat berhasil — maka keduanya menetapkan 1 Ramadhan di hari yang sama.
🔸 Mengapa akhir Ramadhan bisa berbeda? Karena 1 Ramadhan yang sama tidak otomatis menghasilkan 1 Syawal yang sama — tergantung posisi hilal di akhir bulan. Bisa jadi:
- Wujudul hilal terpenuhi tapi rukyat gagal karena mendung → MU lebaran duluan
- Atau keduanya berbeda lagi karena posisi hilal tepat di ambang batas
---
🔹 Apakah Skenario "Puasa 29 Hari" Ini Konsisten Secara Fiqih?
✅ Ya — dan ini bukan masalah, justru ini normal.
🔸 Ramadhan bisa 29 hari atau 30 hari — keduanya sah secara syar'i
🔸 Nabi saw bersabda: "Berpuasalah karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya. Jika tertutup awan maka sempurnakanlah menjadi 30 hari." [HR. Bukhari-Muslim]
🔸 Hadis ini justru mengkonfirmasi bahwa 29 hari adalah kemungkinan normal — bukan kekurangan
🔸 Dalam sistem wujudul hilal: jika di akhir bulan ke-29 hilal sudah wujud → sah masuk 1 Syawal, meski secara rukyat belum terlihat
---
🔹 Apakah Sistem Ini Konsisten Secara Internal?
⚠️ Di sinilah pertanyaan metodologis yang lebih dalam:
🔸 Jika seseorang berprinsip wujudul hilal berbasis lokal (wilayatul hukmi Indonesia) secara konsisten → maka baik awal Ramadhan maupun awal Syawal harus menggunakan kriteria yang sama
🔸 Jika dengan kriteria itu awal Ramadhan = Pemerintah, dan awal Syawal = Muhammadiyah → itu bukan inkonsistensi dari pihak Anda, melainkan konsekuensi wajar dari dua metode yang berbeda menghasilkan hasil berbeda di waktu berbeda
🔸 Anda tidak mencampur dua sistem — Anda konsisten pada satu sistem (wujudul hilal lokal), yang kebetulan menghasilkan kesamaan dengan Pemerintah di awal Ramadhan dan kesamaan dengan MU di awal Syawal
✅ Ini berbeda secara kualitatif dengan oportunisme — karena bukan Anda yang memilih hasil yang menguntungkan, melainkan satu metode yang konsisten menghasilkan dua hasil berbeda di dua waktu berbeda.
---
🔹 Namun Ada Catatan Penting:
⚠️ Sistem wujudul hilal lokal sudah resmi ditinggalkan Muhammadiyah melalui:
🔸 Keputusan Munas Tarjih XXXII (2024)
🔸 Tanfidz BRM 05/2025
🔹 Muhammadiyah kini resmi menggunakan KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal) yang berbasis matlak global — bukan lagi wilayatul hukmi Indonesia
🔹 Salah satu alasan utama peralihan ke KHGT justru untuk menghindari inkonsistensi yang kadang muncul dari wujudul hilal lokal — termasuk kemungkinan hasil yang berbeda-beda tergantung batas wilayah
---
🔹 Implikasi untuk Pengguna Sistem Lama:
🔸 Seseorang yang masih berpegang pada wujudul hilal lokal (sistem lama MU) secara pribadi, dan hasilnya kebetulan berbeda dari KHGT → ini adalah ikhtilaf metodologis internal yang masih dalam ranah ijtihad
🔸 Namun secara kelembagaan Muhammadiyah, KHGT adalah satu-satunya rujukan yang berlaku sejak BRM 05/2025
---
📝 Kesimpulan:
| Aspek | Status |
🔸 Puasa 29 hari karena wujudul hilal lokal | ✅ Sah — 29 hari adalah Ramadhan yang sempurna
🔸 Konsistensi metodologis | ✅ Konsisten — satu sistem, dua hasil berbeda di dua waktu
🔸 Berbeda dari oportunisme | ✅ Berbeda — bukan pilih-pilih hasil yang enak
🔸 Status sistem wujudul hilal lokal kini | ⚠️ Sudah resmi digantikan KHGT sejak BRM 05/2025
🔸 Apakah perlu khawatir ibadahnya sah? | ✅ Tidak perlu — puasa 29 hari sah secara syar'i
---
📚 Dasar Rujukan:
🔹 HR. Bukhari-Muslim — Ramadhan 29 atau 30 hari, keduanya sah
🔹 BRM 05/2025 — Tanfidz KHGT menggantikan wujudul hilal
🔹 BRM 06/2014 — Tanfidz Munas Tarjih XXVII tentang wujudul hilal (sistem lama)
🔹 Prinsip ushul fiqih: konsistensi metodologis adalah syarat ijtihad yang sah
---
✅ Wallāhu a'lam biṣ-ṣawāb. Segala kebenaran hanya milik Allah, dan TarjihMu hanyalah sarana untuk mendekat pada pemahaman yang lebih baik.
If your Android phone is lost and then found by someone else and turned off, you will not be able to track it.
But if you use an iPhone, here's how if the phone is lost and turned off by the person who finds it, you can still track it 🔥🔥