#Indonesia: Deeply concerned by horrific acid attack on Andrie Yunus, the Deputy External Affairs Coordinator of the Commission for Missing Persons and Victims of Violence (@KontraS). Those responsible for this cowardly act of violence must be held to account. HRDs must be protected in their vital work & able to raise without fear issues of public concern. - @volker_turk
TAS SIAGA MITIGASI BENCANA EDISI 2025
(Bisa untuk tas siaga gempa, banjir, longsor, atau kondisi darurat lainnya)
Tas siaga adalah paket perlengkapan kebutuhan dasar yang dipersiapkan sebelum terjadi bencana. Perlengkapan ini berguna untuk memenuhi kebutuhan dasar bertahan hidup pada kondisi darurat pasca bencana sebelum bantuan tiba setidaknya untuk 3x24 jam.
Masing-masing orang idealnya memiliki tas siaga. Pahamilah, tas siaga bukanlah tas piknik atau tas kemping. Ukuran, bentuk dan beban tas siaga tidak boleh memberatkan.
• Beri stiker atau gantungan fosfor (glow in the dark) di bagian luar tas siaga agar mudah ditemukan saat lampu padam
Contoh : https://t.co/ZXkW6a6lyT
Simpan secara terpisah di samping tas siaga
• Peluit SOS Electrik
Bunyikan Peluit jika kamu terjebak dalam reruntuhan
Contoh : https://t.co/nqlbL6gY3R
• Helm Safety
Lindungi kepalamu dengan Helm Safety saat terjadi gempa
Contoh : https://t.co/hgnIvbNGm3
• Sepatu/Sendal gunung
Gunakan sandal / sepatu agar tak terluka oleh material tajam
Masukkan perlengkapan inti berikut di bagian atas dalam tas siaga dan sesuaikan kebutuhan.
• Sendok Lipat Multitool
Contoh : https://t.co/EoXXFIAgMq
• Botol Air Lipat
Contoh : https://t.co/Km0bfwYJNP
• Penyuling Air Minum
Contoh : https://t.co/xWGaaVll7G
• Air minum dan Makanan darurat
Pilih contoh alternatif berikut sebagai makanan instan darurat saat terjadi bencana.
Sereal Bar https://t.co/SNDfdwawaT
Protein Bar https://t.co/qATacfbO90
Whey Protein https://t.co/ao6UHLVXgE
Dark Chocolate https://t.co/zoNmK9Vh2l
Ransum TNI https://t.co/BL5elj2T5L
*Jangan lupa untuk rutin memperbaharui agar tidak expired
• Sleeping Bag Small Pack
Contoh : https://t.co/pnJGBMrLjC
Alternatif Kasur Angin Tanpa Pompa
Contoh : https://t.co/Yf1WnH37AK
• Jaket
(Gunakan bahanbahan anti air dan quick dry yang cepat kering)
• 2 Pasang Celana, Baju dan pakaian dalam
(Gunakan bahan quick dry yang cepat kering)
• Solar Charger
Contoh : https://t.co/gdCdiP16Wr
• Senter Tenaga Surya
Contoh : https://t.co/dCgSNM0Xah
• Pemantik Api Outdoor
Contoh : https://t.co/PJSzcajJAd
• FIRST AID KIT
Contoh : https://t.co/s2evqplQSc
• Obat penyakit bawaan
• Lotion anti nyamuk
• USB berisi Dokumen Digital
• Uang pecahan 10, 20, dan 50 ribu
• Catatan Nomor Telepon di Kertas :
keluarga, sahabat dekat, SAR, Damkar, BPBD, dll
• Baterai Cadangan Ponsel
• Kartu pulsa elektronik
Jika kamu berada di wilayah rawan tsunami, tambahkan barang ini :
• Life Jacket Automatic
Contoh : https://t.co/NegkvJTyGF
• Pelindung Smartphone Anti Air Glow in the dark
Contoh : https://t.co/bxg3an1PRN
• Tali Tambang 2 Meter
Gunakan saat kamu bertahan dari tsunami
*Penjelasan baca PANDUAN MITIGASI GEMPA & TSUNAMI
https://t.co/6fiEqDFcCV
Perlengkapan Tambahan
Pilihlah hanya perlengkapan yang sangat kamu butuhkan, tempatkan di bagian bawah tas siaga. Kurangi barang yang memperlambat atau memberatkan, khususnya jika kamu berada di zona rawan tsunami.
• Peralatan Mandi
Contoh : https://t.co/4sSphs63Eo
• Handuk quick dry
Contoh : https://t.co/iQeTNhgMn2
• Sajadah Genggam
Contoh : https://t.co/DiD1x6dlp4
• Sarung Travel Pouch
Contoh : https://t.co/0j75WVCDLm
• Mukena Traveling Mini
Contoh : https://t.co/Cy2W0tLuUy
• Multivitamin
• Paracetamol
• Oralit
• Pembalut Wanita
• Dll
* Bungkus dalam plastik kedap air semua peralatan dan dokumen yang rentan terhadap air
* Cek dan ricek selalu kelengkapan isi tas siaga, ganti makanan yang sudah kadaluarsa dan ganti baterai dengan yang terisi penuh.
PANDUAN LENGKAP MITIGASI GEMPA & TSUNAMI
https://t.co/6fiEqDFcCV
Agnez Mo sings ‘Ibu Pertiwi’ & ‘Indonesia Pusaka’ in new Instagram post:
“Do not allow yourselves to be provoked. Do not allow yourselves to be manipulated. We are wiser. We are stronger. We are no longer the Indonesia of 1998.”