Stalin memegang seekor ayam hidup di tangannya. Ia mulai mencabuti bulu-bulunya satu per satu. Ayam itu menjerit kesakitan berusaha kabur, tetapi Stalin tetap mencabuti sampai ayam itu gundul.
Setelah itu, Stalin meletakkan ayam itu dan menggigil di lantai, lalu menaburkan sedikit butiran gandum di depannya.
Ayam itu, meskipun baru saja disiksa, berjalan tertatih mendekati Stalin dan mulai mematuk gandum. Ia terus mengikuti Stalin ke mana pun Stalin melangkah, berharap diberi makan lagi.
Stalin kemudian berkata kepada kolega politiknya:
“Beginilah cara rakyat bekerja. Meski kau perlakukan mereka dengan keras dan hanya memberinya sedikit makanan, mereka akan tetap mengikuti dan mencintaimu". #HutanGundul #AyamGundul
Tanggal 1 Juli 2026, akan jadi kesaksian terakhir dari pihak Presiden (Pemerintah), menghadirkan saksi dan saksi ahli pada gugatan UU APBN 2026 yang menggugat keberadaan Program Makan Bergizi (MBG).
Tebak, siapa orang yang berani menelan bulat program MBG, yang kepala Badannya korupsi, menyebabkan hampir 40 ribu orang keracunan, ratusan dapur fiktif, menyengsarakan penyelenggaraan pendidikan di seluruh negeri; kekurangan dana, turunnya kuota beasiswa, pendidikan makin mahal, dan makin menderitanya guru.
Saksi dan Ahli yang nanti akan dihadirkan pihak Presiden, akan menanggung beban moral sejarah, baik yang melekat pada mulut, kaki, dan langkahnya, serta yang akan mengalir dalam darahnya.
Para saksi dan ahli ini akan menanggung kutukan yang melebihi usianya, mempermalukan keturunannya, objek sumpah serapah guru dan dosen yang tidak sejahtera, dan meskipun buku-buku sejarah bisa menghapus dosanya, nama orang-orang ini akan abadi dalam cerita-cerita rakyat, bisik-bisik rakyat kecil di warung kopi, simbol kesialan dalam dunia perjudian, menjadi bumbu cerita dramatis para dukun santet, dan kisah seram di malam hari untuk menakut-nakuti anak-anak yang sulit tidur.
Tidak jarang, karena berulang-ulang diucapkan dalam bisik-bisik, namanya dengan mudah menjadi kata ganti dari penghianat yang ditetapkan begitu saja oleh masyarakat berbahasa.
Orang yang akan bersaksi dari sisi pemerintah ini, memiliki beban yang sangat besar. Meskipun kesalahan kecil muncul, orang-orang akan segera mengaitkannya dengan azab, kutukan, rezeki yang tidak halal, dan hasil doa-doa hitam, meskipun kejadian tersebut bisa di jelaskan secara rasional.
Sebagai warga negara Indonesia, saya tidak menyarankan siapapun untuk menanggung beban semacam ini.
Go ahead bapak ibu yang mulai hari ini sampai tgl 10 Juli anak-anaknya liburan sekolah. Jalan-jalan gelar tiker, detox otak dan hati dengan baca buku. No gadget. Istimevvah. Bisa melipir ke sebelahnya kalau Minggu: sanmor. Sambil nglarisi pedagang UMKM yang in this economy makin berat dan terjal mendakinya🙏 #WisdomPark semoga kita juga jadi orang bijak🙏
Beruntung tinggal di Jogja karena ada ruang terbuka hijau yang bisa diakses publik dan bisa buat duduk2/rebahan.
Dan yang paling penting bebas asap rokok*
Selamat Pak Agung dan Mba Ika @leopictures1 dengan “Jangan Buang Ibu” yang hari ini tayang perdana di bioskop.
Guys, jangan buang waktu hanya untuk mencari uang, jabatan, atau gebetan yang akhirnya cuma jadi abu. Rengkuhlah sumber keberkahan, keridhoan perjalanan hidup mu sekarang: ibu.
Nonton film ini beneran ter-ibu-ibu😭😭🥰🥰🥰 Hangat di kalbu❤️❤️
@_mardial_ Sebenernya cukup 2 screenshot: (1) forgot password akun Kaskus pakai username fufufafa; (2) alamat email yang tertulis di akun resmi chilipari.
Yang pertama membuktikan akun terdaftar dan terverifikasi lewat surel. Yang kedua membuktikan surel tersebut punya siapa.
Film yang bisa dipastikan besok bakal boom ini sih. 100.000 penonton wrapped hari pertama. #JanganBuangIbu sangat relate dgn fenomena banyaknya anak jamsek yang semakin sibuk mencari penghidupan dan melupakan aset paling berharga yang ia miliki yang mgkn mulai rapuh, lemah, dan tak berdaya. Tapi satu, ampuh doanya.
Pakar Hukum Ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada, Nabiyla Risfa Izzati, LL.M,Ph.D, @nabiylarisfa menyatakan bahwa norma pasal pengupahan di Undang-Undang Guru dan Dosen, telah gagal dalam melindungi hak konstitusional para Dosen untuk mendapatkan Upah yang layak.
Kalian tahu kan cerita Dr Jekyll and Mr.Hyde? Yap. Fufufafa dan Gibran itu adalah padanannya.
Pagi dia kunjungan ke 100 titik, mimpin rapat, terima perwakilan mahasiswa, ojol, bikin podcast sok AI, dll.
Malamnya? Dia olah jempol dgn sekian akun anonimnya yg kita gak tahu yg mana, sambil bully dan obyektifikasi orang.
Orang ini harus makzul. Terlalu berat beban sejarah bangsa ini dipimpin pemilik alter ego yg gelap dan jahat.
Dengan bukti telak dan mutlak mahasiswa dan para ojol yang ngaku disewa puluhan juta untuk “bertemu” dengan Gibran lalu disebarluaskan berita positifnya, @gibran_tweet bersama tim media akan memutar otak untuk tdk menggunakan cara2 demikian lagi untuk manipulasi citra dan persona. Ia akan menaikkan ‘bar’ sosok yang dibayar. Bisa lembaga atau figur legitimate dgn ‘price’ yg jauh lebih besar. Tunggu saja.
Inilah beban berat sejarah bangsa yg tak terpecahkan selama kita dipimpin perusak etika dan norma yg percaya semua bisa dibeli, direkayasa dan dibayar. Bagaimanapun watak ke Fufufafa an akan muncul dalam dirinya dalam hidup yang nyata: manipulatif dan penuh dendam.
Cara2 manipulatif dan penuh dendam sesungguhnya sudah kentara sejak dulu. Contoh ia selalu meretweet kritik atau mention netizen yang mempermasalahkan kinerjanya saat jadi walkot dengan bahasa: “Siap salah, “Bapak benar, atau sekedar retweet saja. Ia sesungguhnya sedang memberi pesan pd buzzer bayaran: “Serang ini!”
Masih ingat secara spontan dia memprovokasi pendukung di debat capres dgn cara bangkit berdiri meminta sorak-sorak lebih kencang? Atau menghina Mahfud MD dengan celingak-celinguk di podium? Atau melontarkan pertanyaan dgn singkatan atau pertanyaan super susah yg tdk ada kaitannya dgn debat hanya untuk menjatuhkan lawan? Lalu dgn vulgar mencium tangan dgn membungkuk keterlaluan? Persis spt Jokowi. Licik dan licin tapi bergaya bijak dan sok sopan.
Itu adalah bukti2 sifat manipulatif terpendam, tapi ‘kelepas’ atau ucul karena dia sering tdk bisa mengendalikan emosi. Belum lagi membayar views dan komentar di Youtube dan IG nya agar tampak ‘didukung’.
Jadi camkan, apapun manuver Gibran tdk akan ada yang otentik, murni, atau berangkat dari hati. Selamanya.
Cepat atau lambat, jika tak ditangani dgn bijak, transparan, dan berani ambil langkah tegas menghentikan proyek pemborosan anggaran negara (MBG, Kopdes, dll), mati listrik terus-terusan ini akan mengakibatkan CHAOS. Tinggal menghitung waktu. 🥀
Setinggi apapun cita-cita mu, serapih apapun rencana hidupmu, ada tangan di luar sana yang disebut pemerintah atau penguasa yang berkuasa mematahkannya tiba-tiba. Tanpa tanda, tanpa ijin, bahkan tanpa maaf. Sakit.
Aku bisa merasakan pedihnya adik ini. Karna anakku pun juga mengikuti kompetisi yg sama. Ia menyiapkan 3-5 bulan sebelumnya, ikut pelatihan, bootcamp dll, tidur sampai malam krn belajar, mengerjakan trial test berkali-kali, bahkan diselingi sakit.
Adinda ini, pastilah percaya diri, 50 soal dengan mudah ia kerjakan. Namun 10 soal terakhir, yang seharusnya mungkin jadi haknya untuk menang di 15 menit terakhir, tiba-tiba dieksekusi oleh lampu mati PLN. Air matanya yang deras tak sanggup mengejar penguasa yang merampok harapannya.
Kejadian ini persis saat seorang kawan yg harus ikut wawancara seleksi di ibukota, dana transportnya harus ditangguhkan untuk ibunya yang harus cuci darah tiba-tiba karena BPJS nya tiba-tiba dimatikan pemerintah beberapa waktu lalu. Kecewa bukan kepalang. Bisa jadi post itu miliknya andai dia hadir wawancara. Tapi kau bisa apa?
Semua rencana dan harapan yg disusun pelan dan pasti, tumbang seketika. Bukan olehnya yang malas, tak disiplin, atau tidak bersungguh-sungguh. Tapi oleh kezaliman kebijakan penguasa.
Orang bilang man jadda wa jada, orang bilang bersakit-sakit dahulu berbahagia kemudian, katanya ‘siapa menanam dia mengetam’
Di negeri ini, semua ungkapan motivasi itu ambyar. Bersakit-sakit dahulu, ditimpa tangga kemudian. Siapa menanam, pemerintah menghantam.
Man jadda? Wa
..gatau dahh..
MATI LISTRIK BERGILIR ITU BISA MERUSAK ALAT ELEKTRONIK, LOH!!!
Sumpah, hidup jadi WNI rasanya dihajar dari segala arah. 😩
Yang bikin kesel, kalau kita telat bayar listrik bisa kena denda. Tapi kalau mereka mati listrik berkali-kali, tanpa pemberitahuan, tanpa permintaan maaf, bahkan sampai berpotensi merusak barang elektronik warga, nggak ada konsekuensi apa-apa.
Kewajiban rakyat ditegakkan mati-matian, tapi pelayanan ke rakyat sering kali seenaknya. Nggak adil banget.
Alhamdulilah masih ada ulama yg begini. Meski yang begini bisa diitung jari. Ulama yg jauh lebih besar followers, majlisnya, aksesnya pada jamaah justru biasanya menyingkir dari tema-tema yang berhubungan dgn politik dan kekuasaan. Mereka lebih memilih tema2 yg populis: rumah tangga, hikmah ibadah, hubungan antar manusia sampai cinta, sembari pamer sdg umrah atau ngisi kajian diaspora di luar negri. Kalaupun senggol ke atas, ya pantas-pantas laah untuk mengesahkan saja tanpa berani sebut nama, atau kritik pedas.
Karena kekuasaan itu sesungguhnya akan terus melemahkan siapapun yang mengusik. Termasuk ulama atau pemuka agama.
Kalau mengusik, ya tinggal didatangi pesantrennya, atau majlis taklimnya sambil berdonasi. Atau meminta lembaga2 mengundang ulama ngisi “kajian siraman rohani” pd hari besar. Ya terang, honor ngisi di lembaga pemerintah pastilah bumi dan langit jika dibanding ngisi di hajatan rakyat, apalagi sambil menggugah dimensi kritis mereka.
Jadi inilah mengapa, kita patut apresiasi ulama yang berani melawan penguasa. Karna pada dasarnya, tauhid paling puncak itu bukan solat atau haji, tapi melawan kezaliman.
Selamat hari Jumat
Izinkan saya tetap kritis dan bersuara, karena ini juga bagian dari dakwah saya beramar ma'ruf nahi munkar. Mohon maaf jika tidak semua senang dan setuju 🙏
🚨SERUAN AKSI ESOK HARI
BEM FH Trisakti mengajak seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat untuk turut hadir‼️
Indonesia Gawat Darurat Rakyat Bersatu Menggugat
Hari / Tanggal : Jumat, 19 Mei 2026
Waktu : 13.30 - Menang
Titik Kumpul : Tugu Luar 12 Mei
Titik Aksi : Gedung DPR
Mahasiswa itu seperti lebah. Diam karena fokus, konsentrasi, membaca, mendengar, menelaah, dan menganalisis sekitarnya. Tapi ketika intelektualitas nya diusik, ditindas dengan provokasi dr mulut rezim pongah sambil teriak-teriak sok suci, mahasiswa pasti menggigit dan menyengat!
Senin (15/26), mahasiswa UGM menggeruduk acara kopdar yang menghadirkan para pejabat Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran, yaitu Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang semula dijadwalkan datang tidak turut hadir.
Mengutip dari https://t.co/vw2ALOgzav, Ketua Serikat Mahasiswa UGM Mesa, menegaskan aksi tersebut terjadi karena para narasumber dinilai tidak bersedia menghadapi pertanyaan yang diajukan mahasiswa seputar persoalan agraria dan kebijakan pembangunan di masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Mesa menambahkan bahwa mahasiswa hanya berusaha meminta kejelasan atas kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran melalui kabinetnya yang berdampak langsung terhadap perampasan tanah rakyat. Namun para pejabat justru melemparkan pertanyaan balik dan merasa tidak bersalah.
---
Video: BPPM Balairung UGM
#UGM #Watchdoc