Terlihat sederhana, tapi apabila dilakukan bersama-sama, dampaknya akan sangat terasa.
Yuk, mulai biasakan naik transportasi umum! Karena satu perjalanan hari ini bisa menjadi langkah kecil menuju masa depan yang lebih hijau.
Setiap kali kita memilih bus atau moda transportasi umum lainnya, kita ikut berkontribusi untuk mengurangi emisi karbon, mengurangi kemacetan, menghemat energi, hingga mewujudkan udara yang lebih bersih.
Konektivitas adalah kunci pemerataan pembangunan. Melalui layanan angkutan perintis, pemerintah terus memastikan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) tetap mendapatkan akses transportasi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.
Penerapan ETLE menjadi langkah menuju sistem pengawasan yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien, sekaligus mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas dan angkutan barang yang lebih aman.
Sejak dimulai pada 27 Januari hingga 30 Juni 2026, tercatat 140.309 pelanggaran, yang terdiri dari 82.158 pelanggaran daya angkut, 58.057 pelanggaran dokumen, dan 94 pelanggaran tata cara muat.
Uji coba dilaksanakan di tiga lokasi UPPKB yang telah dilengkapi teknologi WIB.
Sekaligus memberikan kenyamanan serta keselamatan bagi masyarakat saat musim mudik nanti. Karena perjalanan yang aman dan lancar selalu diawali dengan perencanaan yang matang.
Transportasi hijau tidak selalu identik dengan kendaraan listrik.
Langkah sederhana seperti berjalan kaki untuk perjalanan jarak dekat juga menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi karbon.
Selain ramah lingkungan, kebiasaan ini juga membawa banyak manfaat bagi diri sendiri.
Terima kasih kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan yang telah memanfaatkan program ini. Mari terus wujudkan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau untuk semua.
Capaian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam menghadirkan transportasi yang lebih terjangkau benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.