@addiems Mas, memosting konten ini seperti ahistoris dan apolitis. Memperlihatkan negara dan aparatus tak pernah salah ketika tragedi 65, 98 termasuk tanjung priok disebut
Oei Tjoe Tat dipenjara rezim Orba karena kedekatannya dengan Bung Karno. Ia tetap teguh pada Sukarnoisme hingga akhir hidupnya.
https://t.co/N3L7qlQRHb https://t.co/N3L7qlQRHb
Tinjauan Buku dan Kuliah Umum (dalam Bahasa Indonesia) : The Dance That Makes You Vanish: Cultural Reconstruction in Post-Genocide Indonesia Rachmi Diyah Larasati https://t.co/6jajbUhu0X
Kuburan Massal ‘65 (The Killing Field) : Luweng Grubug, Jomblang, Ombo, Mloko, Tikus Hingga Jurang Tangis dan Watu Rongko / Situs Genosida Politik 1965-1966 https://t.co/0cw1qifPY1
Sambutan Ketua Paduan Suara Dialita, Uchikowati. Disampaikan pada rangkaian acara penerimaan penghargaan Special Gwangju Prize for Human Right 2019, diselenggarakan oleh The May 18 Foundation, 18 Mei 2019, Gwangju, Korea... https://t.co/kOTVtJo9rs
Berapa Jumlah Korban Pembantaian Massal 1965-66? [Bukan Cuma Angka, Mereka Bernama dan Sepenuhnya Manusia] / Genosida Politik 1965-1966 https://t.co/ejqBi34Epe
Arsip Amanat PJM Presiden/Pidato Sukarno : Dari Peringatan Hari Wanita Internasional 1964, Peringatan Ulang Tahun ke-45 PKI Hingga Perintah Harian Presiden/Mandataris MPRS/Pangti ABRI/Pemimpin Besar Revolusi 8 Maret 1966 https://t.co/3GYq00v0cr
Tinjauan Buku / Resensi (Book Review) Women, Sexual Violence and the Indonesian Killings of 1965-66 : Annie Pohlman. London: Routledge, 2015. https://t.co/L7m292gERz
Yang disajikan di dalam buku ini merupakan buah hati serta buah pikirannya selama Asahan mengembara seantero dunia. Dan hikmahnya banyak bagi pembaca Indonesia sekarang. Banyak dari sejarah ini belum diketahui... https://t.co/QY6lk6IUhb