Jalani pagi hari ini dengan ancaman dari komunitas Army Indonesia yang mengirimkan surel ke atasan gue di kantor. ๐โ๏ธ
Tuduhannya adalah "gaslighting dan manipulasi opini publik", terus meminta kantor untuk menindak dan menyidang gue.
So you're proving my point yah Army? ๐ซข
Sampe diginiin anjir, hostnya kerja sampai tengah malam, yang mana pasti capek.
Lah ini harus ketemu komunitas parasosial macam kalian kayak gitu?
Mikir dikit ngapa anjir.
26 tahun lalu, ane cuma anak kuliahan yang pengen bikin tempat nongkrong online buat anak muda Indonesia ๐ข
Tempat buat ngobrol, becanda, curhat, debat, jual beli, sampai sekadar nyari temen di dunia maya yang waktu itu masih sepi banget...
Gak nyangka, dari sesuatu yang sederhana, KASKUS tumbuh jadi rumah jutaan cerita ๐
Di sini agan dan sist ketemu sahabat, ketemu jodoh โค๏ธ, ada yang belajar bisnis, ada yang dapet arah hidupnya cuma dari satu thread.
Dari warnet penuh asap rokok, sampai sekarang semua udah bisa lewat HP
Kadang kita masih suka buka post lamaโฆ
Liat username yang dulu tiap hari nongol, bercanda di Lounge, FJB, Regional, The Loungeโฆ
Sekarang mungkin udah pada sibuk kerja, punya anak, atau bahkan ada yang udah gak ada lagi ๐ข
Tapi kenangannya tetep hidup.
KASKUS bukan cuma forum.
Dia saksi masa muda kita.
Tempat pertama kali kita belajar internet, belajar komunitas, belajar beda pendapat tanpa harus musuhan (ya meskipun kadang flame war dikit ๐๐ฅ).
Buat semua agan dan sista yang pernah ngetik, ngepost, nyampah, nyundul, atau cuma jadi silent readerโฆ
Ane ucapin terima kasih sebesar-besarnya ๐
Selamat ulang tahun ke-26, KASKUS! ๐
Dari tahun 1999 sampai sekarang โ masih dan akan selalu jadi rumah online orang Indonesia ๐ฎ๐ฉ
@barengwarga Mbaknya kerja di entitas global, mestinya jika memang dikriminalisasi pasti kantornya akan bersuara dan membela Mbaknyaโฆ
Entitas global biasanya mendukung HAM dan suara perempuanโฆ
KASKUS, startup super asli Indonesia, berhasil membentuk ekosistem internet di tanah air. Bukan cuman forum atau platform jual beli, KASKUS telah menjadi tonggak sejarah lahirnya komunitas digital Indonesia.
KASKUS bakal terus hadir, melekat dalam perjalanan internet Indonesia, dan menjadi bagian dari sejarah yang gak akan pernah hilang #pindahkantor
https://t.co/nbHHt1ouTq
Anda ingat video viral dari Temajuk yang memperlihatkan perbatasan sisi Indonesia masih jalan tanah, sementara Malaysia sudah aspal?
Kondisi sebaliknya ada di Jagoi Babang, sisi Indonesia telah terbangun megah sementara sisi Malaysia masih jalan tanah.
๐ฅ: Tun Ariee
"Pada tahun 1998, teman seumuran saya dibunuh aparat. Pada tahun 2025, Affan, yang sebaya dengan anak saya, dibunuh aparat.
Dia tidak seberuntung para polisi muda, yang ayahnya, dan mungkin ibunya, punya sawah untuk dijual.
Ada otak di kepala. Bukankah para polisi itu bisa menggunakannya? Jika ada otak, apakah jadi polisi?
Tahukah kalian bahwa semua keputusan politik di negara ini adalah hasil pilihan kalian? Kalian bilang, "Kami rakyat kecil. Kami ini bisa apa?" Kalau kalian tidak berarti bagi mereka, tidak mungkin mereka akan datang mengemis suara kalian.
Anda, Pak Polisi, Ibu Polisi, mau sampai kapan kalian menggunakan kekerasan untuk menghadapi rakyat? Kami ini bukan musuhmu, Pak. Kami ini tangan kosong. Kami ini hanya menyuarakan suara kami.
Kami yang tertindas, kami yang bekerja hari ini, tanpa tahu besok apakah masih ada lapangan pekerjaan untuk kami. Kami yang setiap hari harus berpikir, "Budget apa lagi yang harus kami bayar?" Biaya UKT kuliah anak kami lagi yang akan naik. "Berapa lagi yang harus kami cari?"
Kalian kemana? Kalian membela anggota Dewan yang berjoget dengan pendapatan 100 juta per bulan. Tapi kalian memukuli kami yang di luar sini.
Kalian bisa bersikap manis pada para anggota Dewan, pada para pejabat. Tetapi mengapa kalian beringas terhadap rakyat?
Tolonglah, balikkan badan kalian, berjuanglah bersama kami rakyat. Apakah kami harus mengadu ke Damkar? Apakah kalian tidak malu ketika kalian sedikit demi sedikit kehilangan fungsinya?
Ketika kalian diperolok bahwa kalian hanya bisa merazia. Ketika ada pencurian, masyarakat meminta bantuan Damkar. Ketika ada kekerasan dalam rumah tangga, masyarakat larinya ke Damkar. Apakah kalian tidak malu?
Kalian berseragam coklat untuk menegakkan keadilan. Untuk membantu kami yang tidak mengerti hukum!"
Ibu Nana
Warga Kotawaringin Barat
Kalimantan Tengah
30 Agustus 2025