seringkali kita terlena dan mendapatkan luka dari orang yang kita cinta.
itu karena kita lupa, datangnya kebahagiaan dari orang-orang mencintai kita.
yang dicinta, belum tentu mencintai.
yang mencintai, belum tentu dicintai.
kenapa aku masih selalu bermimpi tentangmu? kenapa aku merasa bisa tertawa di lain waktu denganmu? dan kenapa aku selalu merindukan matamu?
Tuhan,
kenapa melepasnya tak kunjung menyentuh kata rampung?
selamat jalan, Pak Sapardi.
raga boleh pergi, tapi puisi-puisimu akan abadi, terus dibaca dan dilagukan, seperti "Hujan Bulan Juni,", "Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana."
menjauh untuk menjaga, sejujurnya aku benci dengan konsep seperti itu. seperti perumpamaan klasik tentang matahari yang mencintai bumi dengan jaraknya. terdengar tegar dan dewasa memang, tapi tetap saja menyedihkan.
kenyataannya adalah semua orang tidak ada yang sempurna, orang yang kamu pilih juga suatu saat akan menyakitimu. yang kamu perlu lakukan adalah mempertahankan orang yang pantas untuk di pertahankan walaupun dia telah menyakitimu.
menyebalkan,bukan?
atas semua yang terjadi,dia hanya bangun dan memutuskan untuk tidak berbicara denganmu lagi.
tanpa alasan,tanpa penjelasan,tanpa kata-kata.
dia meninggalkanmu seperti kamu tidak pernah berarti untuknya.
dan yang paling menyakitkan,dia melakukannya dengan mudah