“Because you didn’t come here to make the choice, you’ve already made it. You’re here to try to understand why you made it. I thought you’d have figured that out by now.”
Kecil disalahin orang tua
Sekolah disalahin guru
Kerja disalahin bos
Nikah disalahin istri
Sampe mati juga disalahin malaikat
Tapi gak boleh nyalahin diri sendiri-_-
Semenjak sosial media ada dan informasi secara massif bertebaran digenggaman. Semenjak itu pula argumen2 melayang sampai tak bertuan. Berita yg palsu dan dibuat2 hanya untuk sebuah perhatian. Merasa diri jadi benar tak terkalahkan.
Para pendukung saling cerca saling berbantahan. "Begini gue punya jagoan begitu lu punya jagoan". Agar puas hasrat dalam pikiran jika dilontarkan. Yang ku pertanyakan ini sampai kapan? Sampai selesai pemilihan? Atau sampai diakhir zaman?