Gausa parno-parno amat, dunia itu dinamis terlebih sepak bola dan stakeholder terbesar sepak bola masih dan akan terus berada di tangan para pencintanya.
Cetak birunya cukup bagus, tugas kita ya kawal saja seperti biasanya, we've seen anything worse than today,
baik kita dukung dan berikan jalan kalo buruk dan berbahaya ya kita tendang, perkara mudah itu untuk PPSM dan Magelang.
Mendengar kabar ada yang sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk klub ini, sejauh untuk kebaikan klub tua ini ya menurut keyakinan saya harus kita beri jalan.
Dulu nonton Riski Novriansyah di Abu Bakrin, sore kemarin yang punya nomor 14 cetak gol buat tim lawannya PPSM, it's feel strange, tragic and nostalgic at the same time.
Diluar segala aral melintang dan cobaan yang datang, banyak hal yang perlu disyukuri dan dirayakan, salah satunya adalah setelah sekian lama akhirnya kita sepakat untuk satu anthem.
Semntara cuman bisa seperti ini,mungkin suatu hari nanti bisa lebih,dan bila ada ungkapan lain dri kata cinta itu lah ungkapan yg pantas buat kalian semua yg memperjuangkan nama PPSM magelang,buat bapak ibu yg diatas sana lihat kita bisa tanpa kalian !!
Semua klub di Indonesia prnah ngerasain titik terendah dlm perjalanannya,cntoh persebaya yg bertahun tahun hilang,persis dngn tunggaan gaji pemainnya,pss dan psis dngn sepak bola gajahnya,psim dngn minus 9 di awal liga,mngkin skrng jth pd PPSM Magelang di titik paling rendahya π