Alhamdulillah, berkat nurani bersih & akal sehat yg disuarakan para aktifis mhasswa, akademisi, selebriti & tokoh2 nasional yg dlm wkt singkat tanpa rekayasa, semua tumpah ruah ke jalanan, akhirnya putusan MK dijadikn pegangan final utk pndaftaran pilkada mulai 27-8-24. Selamat!!
Tadinya ane bingung kata Korea-korea yg sering diucapkan oleh Pak BP, ternyata Istilah 'korea-korea' itu sangat populer di masyarakat Jawa
Konon istilah ini terkait dgn pasukan Jepang yg berasal dari Korea. Perawakan tidak segagah tentara elit Jepang, namun "militansinya" sangat tinggi.
Kemudian digunakan pada/untuk masyarakat menengah ke bawah yg selalu berjuang ntuk keluar dari belenggu kemiskinan
https://t.co/rKGZqy7LMw
JOKOWI TAKUTLAH KUTUKAN RAKYAT
Menyimak keribuatan soal pernyataan Jokowi, bahwa presiden boleh kampanye dan memihak. Banyak orang kecewa. Unfollow akun Jokowi dilakukan besar-besaran. Jumlahnya sampai jutaan.
Orang-orang baru paham, oh ternyata Jokowi memang sebar-bar itu. Pengkultusan yang dilakukan selama sepuluh tahun, roboh sudah.
Orang-orang baru mengerti, ternyata inilah sosok Jokowi yang sebenarnya. Berita miring yang dulu ditutup-tutupi, terbuka sudah.
Memang ada banyak sanggahan, baik dari istana atau dari PSI. Tapi semua itu tidak cukup. Mereka tak bisa mengobati kekecewaan publik.
Alasan bahwa Jokowi melaksanakan Undang-Undang itu klise. Dan jelas itu melanggar etika. Karena maksud dari Undang-Undang Pemilu No. 7 tahun 2017 sebenarnya bukan begitu.
Kalau Jokowi seorang petahana, kemudian kampanye untuk dirinya dan partainya, itu boleh. Itu yang dimaksud undang-undang. Karena dia terpaksa melakukannya.
Tapi ketika Jokowi sudah dua periode kemudian kampanye untuk anaknya, itu namanya amoral. Itu namanya aji mumpung.
Mungkin itu tidak melanggar undang-undang, tapi itu tidak pantas dan memalukan.
Presiden punya menteri, punya tentara, punya polisi, punya kejaksaan, punya BUMN, semua itu akan bergerak terang-terangan kalau presiden memihak pada orang selain dirinya.
Tanpa diperintah pun mereka akan begitu. Karena itu tabiat bobrok birokrasi kita. Mereka tidak memikirkam rakyat, tapi sibuk menafsirkan maksud Pak Lurah.
Maka kalau presiden gak maju lagi, ya jangan kampanye dan memihak. Jadilah negarawan. Berikan dukungan dengan porsi yang seimbang. Atau jauh-jauh dan mengawasi dari belakang.
Sampai segitunyakah syahwat ingin berkuasa lagi?
Kemudian persoalan yang kedua, presiden harus cuti kalau kampanye. Masalahnya, mekanismenya bagaimana? Presiden harus izin pada dirinya sendiri? Terus cutinya sampai berapa lama? Negara mengalami kekosongan kekuasaan dong?
Kalau memang cutinya hanya saat kampanye, memangnya paspampres itu tidak dibiayai negara? Memangnya kendaraan dan logistiknya tidak ditanggung negara? Memangnya Presiden mau naik bajai dan ongkos sendiri?
Jadi memahami undang-undang itu memang harus pakai akal sehat. Pakai nurani. Jangan pakai syahwat politik.
Itu kan semacam diskresi. Presiden dan menteri diberikan sedikit kelonggaran untuk kampanye, kalau itu berkaitan dengan dirinya atau partainya.
Tapi kalau presiden dan menteri kampanye untuk orang lain, otaknya di mana? Sudah sesakit itukah Indonesia?
Kelonggaran itu jangan dijadikan pembenaran dari nafsu politik. Ngurus negara jauh lebih penting dari kampanye. Sebisa mungkin itu harus dihindari.
Ini kan enggak. Presiden koar-koar bahwa dia dan menterinya boleh kampanye dan memihak. Kan giblik bingit.
Lagipula, Jokowi udah dukung anaknya habis-habisan. Pakai BLT dan bansos. Mengerahkan aparat dan BUMN. Sudah begitu tak bermoral, masih kurang ya? Mau dilakukan terang-terangan ya?
Persoalan kampanye dan pemihakan presiden itu kan sebenarnya sederhana. Gak perlu pakai alasan klise menaati undang-undang. Berpikir saja secara rasional, pantas gak itu dilakukan?
Kalau bilang pantas, berarti kadar etikanya dipertanyakan. Moralnya pasti minim. Biasanya begitulah prinsip seorang oportunis dan berjiwa korup. Etika bukan sesuatu yang penting. Apalagi rakyat.
Ingat pesan Gusdur, "Tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu dipertahankan mati-matian."
Sehebat-hebatnya Soeharto, usia juga yang membatasi kediktatorannya. Jokowi mau ikut-ikutan menghalalkan segala cara?
Tiga periode, gagal. Perpanjangan masa jabatan, gagal. Sekarang mau kembali berkuasa lewat Gibran?
Takutlah kutukan rakyat. Kekuasaan itu bisa membuat kuwalat. Bahkan ketika sudah mati, namamu akan dicaci dan dihujat.
Astha Yudhana
Presiden yang tak kenal lelah. Memastikan rakyatnya mendapatkan pelayanan infrastruktur jalan yang memadai. Kepala daerah mosok nggak sungkan melihat Presiden harus melewati jalan hancur seperti ini.
Yuk bisa yuk..
@NiceBabble @Dennysiregar7 Hey kucluk. Itu kan penyelenggaraannya hanya dilakukan kelompok masyarakat yang skala nya kecil. Murni Tidak ada keterlibatan biaya oleh pak Ganjar. Beda sama sebelah, terang terangan ngimpi jadi Presiden 🤣🤟
Malang 1 Oktober 2022🥀
RIP SEPAK BOLA INDONESIA🥀
Al Fatehah untuk seluruh korban yang meninggal dunia😭🥺
Kanjuruhan Arema
#ripfansindonesia Bonek Supporter
Satu Foto yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Stadion harusnya ramah bagi para perempuan dan anak-anak.
Kalo ada kejadian kerusuhan gini jadi ruwet kan, ya Allah. Stay Safe kalian semua yang berada di kawasan Stadion Kanjuruhan, Malang.💔😭
Breaking News..!
Harga BBM subsidi naik mulai 03 September 2022 pukul 13:30
- Pertalite: Rp. 7.650 menjadi Rp. 10.000
- Solar : Rp. 5.150 menjadi Rp. 6.800
Non Subsidi
- Pertamax: Rp. 12.500 menjadi Rp. 14.500
Layanan internet harusnya gaboleh dipegang sama kominfo lagi selama yang masih duduk disana para boomer tolol asal blok gajelas. Akses buat main game lewat steam, epic, dll aja di blokir masa paypal juga ikutan, banyak loh yang nyari duit lewat paypal. #BlokirKominfo