"Historia est testis temporum, lux veritatis, vita memoria, magistra vitae, nuntia vetustatis" (Sejarah adalah saksi zaman, sinar kebenaran, kenangan hidup, guru kehidupan dan pesan dari masa silam) - Cicero
Kumpulan thread gue biar yang mau baca gak capek-capek scroll ke bawah
Tapi tidak semua korban Jugun Ianfu berani pulang ke kampung halaman, para korban merasa stigma sosial negatif pada diri mereka tidak diterima kembali. Banyak dari mereka menetap di pulau atau wilayah lain.
Sumber: KB Davis/Australian War Memorial
Pembebasan para korban Jugun Ianfu di Kupang, NTT tanggal 2 Oktober 1945, mereka yang mayoritas berasal dari pulau Jawa langsung dipulangkan.
Sejak awal Jepang menjajah, banyak perempuan diculik & dipaksa bekerja di rumah bordil milik militer Jepang.
Lain cerita di Maluku Utara. Ada anak Wali Kota Tidore Kepulauan yang justru milih kerja jadi kuli bangunan.
Muhammad Rafdi Maradjabessy, doi rela tangannya kapalan, badan penuh debu dan semen demi bisa hidup mandiri.
Padahal, kalau mau nikmatin segudang privilege sebagai anak pejabat, harusnya bukan hal yang syulid buat doi dapat.
Tapi, buat Rafdi status anak kepala daerah bukan alasan buat dapetin perlakuan istimewa. Doi lebih milih cari uang dari hasil keringat sendiri ketimbang bergantung nama besar orang tuanya.
Gua beneran angkat topi🫡
lo pernah bayangin bangun pagi, trus nemuin mayat tergeletak di depan rumah?
tangan terikat.
kepala ditembak.
ada uang Rp10.000 ditaruh di saku , buat ongkos penguburan.
itu bukan adegan film.
itu Indonesia.
1982–1985.
dan pelakunya? negara.
PETRUS : Penembakan Misterius
Seorang perempuan berinisial YTR (29) diduga disekap selama tiga tahun oleh kekasihnya sendiri di sebuah indekos di Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Selama penyekapan, ia diduga turut dianiaya hingga mengalami luka berat di sekujur tubuhnya. Bagaimana duduk perkaranya? Baca utasnya sampai habis, ya.
Baskara Putra soroti postingan-postingan yang pake lagu feast, dan himbau agar masyarakat tidak terpancing.
"postingan pake lagu feast itu jangan digubris. mancing itu, biarin aja. caper."
Pelopor ayam geprek pertama tuh BUKAN GEPREK BENSU 😭😭😭
TAPI AYAM GEPREK BU RUM. Bu Rum mulai jualan di Papringan, Jogja tahun 2003. Waktu itu namanya masih ayam ulek, ayam gejrot, ada yang nyebut ayam penyet jugaaa
Namanya berubah jadi “geprek” karena Bu Rum yang mulai pakai istilah itu biar kedengeran unik waktu pelanggannya makin banyakkkk
Geprek Bensu baru muncul tahun 2017. Jadi 14 tahun setelah Bu Rum nemuin konsepnya, Geprek Bensu baru ada…
ini udah playbook mereka dari dulu nawarin beginian, pernah nyebar di sini cerita jaman faldo maldini waktu bem wakakak
lu kalo jadi aktivis BEM anti rezim pastikan punya skill, jadi waktu lulus bisa kerja profesional yg kompetitif (bukan kerja “ikut orang”, iykyk) sampai kekejar milyaran itu dgn halal (paling cuma butuh brp tahun di perusahaan yg tepat), lebih keren pula daripada ditawari sekedar jadi rentseeker 😂
opsi tambahan bisa resign dan bikin perusahaan yg dipercaya investor global, duit haram rezim itu jadi receh bgt lho wkwk
buku 1420 halaman ukuran jumbo untuk hadiah ulang tahun ke-129 tan malaka dari disertasi sejarawan helen jarvis segera terbit di @KomunitasBambu ayo paham 100 % tan malaka
permasalahan orang goblok adalah :
tidak mengetahui kalo dirinya tuh goblok
sebagian besar malah merasa pintar
jadi kalo kamu merasa dirimu pintar ingatingatlah sama permasalahan orang goblok
Jujur, entah kenapa membaca berita tentang seorang guru yang digugat cerai istrinya karena dianggap numpang hidup membuat saya marah.
Mungkin karena saya merasa dekat dengan ceritanya... 😥
Kasus gugatan yang dihadapi narasumberku ini posisi penghasilannya terlalu timpang. Makanya saat melihat tweet Mas @zanatul_91 teringat soal narsumku ini.
Jelas ada arogansi sepihak dari elite industri perminyakan malah levelnya sudah merendahkan profesi guru.
@mazzini_gsp solusinya simpel: pelatihan ex guru honorer dengan berbagi bidang
kewirausahaan, pertanian, peternakan, perkebunan, nelayan, tukang rakit mebel, pengepul sampah plastik untuk daur ulang produk, content creator, edit multimedia (video, gambar) di production house, dsb
Perceraian dari profesi guru tiap tahun jumlahnya terus naik pun banyak dari kita yg belum aware.
Bubarnya rumah tangga seorang guru mayoritas disebabkan: GURU DIGUGAT CERAI PASANGAN KARENA GAJI MEREKA DIANGGAP TIDAK CUKUP MEMENUHI KEBUTUHAN SEBUAH KELUARGA.
Pemerintah pun gue rasa melihat fenomena perceraian ini selalu secara terpisah dari kesejahteraan guru, padahal keduanya jelas
ada benang merah.
Guru dan Dosen menggugat ke MK, tentang tidak adanya standar upah minimum sehingga guru dan dosen bisa diupah semau-maunya.
Saat ini, jika kebijakan pendidikan dipoles seetalase mungkin, tetap akan mentah, jika pemerintah tidak segera memberikan jaminan kesejahteraan para pendidik. Pengandaian bahwa guru dan dosen mendapatkan tunjangan, sementara gaji pokok di bawah standar, hanya upaya delusi pemerintah untuk menyakini dirinya telah mensejahterakan kaum pendidik di negeri ini.
Semua fakta ini lebih terang dari cahaya.
Dengan demikian, maka pemerintah sulit mengklaim anggaran yang seharusnya bisa mensejahterakan pendidik, untuk digunakan "program prioritas" yang diambil dari 20% anggaran Pendidikan.
Ditambah saat ini ada 5 Gugatan terhadap MBG dalam UU APBN 2026. Jika Gugatan ini dikabulkan, MBG haram menggunakan 20% anggaran pendidikan.
Dengan demikian, MBG sulit dimasukan RUU Sisdiknas. Meski demikian, laporan tempo menyebut ada upaya memasukan MBG ke RUU Sisdiknas.
Pada sisi lain, pejabat BGN secara tiba-tiba berstatemen bahwa MBG itu harusnya untuk balita, ibu menyusui dll. Dan ditekankan bahwa siswa bukan sasaran utama MBG. Ini 90 derajat berbeda dari kampanye selama ini yang menyatakan siswa sangat butuh MBG.
Pada satu sisi, ini kemenangan, karena sepertinya pemerintah sedang menggeser MBG di "sekolah" ke sasaran yang notabennya "gizi masyarakat" yang selama ini diurus kemenkes.
Tapi ini juga tekanan pada front kesehatan, sebab pada tahun mendatang anggaran MBG yang akan diambil dari mandatoris kesehatan dari 37 Triliun (2026) akan mencapai diatas 200 Triliun pertahunnya (2027-2029).
Teman-teman nakes harus segera menyiapkan front untuk mempertahankan mandat kesehatan, sebab 37 Triliun anggaran kesehatan diambil MBG pada 2026 saja, BPJS sudah bergoyang.
Yang jadi soal, jika pemerintah menganggap front dari pendidik dan nakes adalah musuh negara, pemerintah sejatinya sedang menciptakan musuh yang tidak ada. Sebab pendidikan dan kesehatan adalah peran minimal negara.
Sejak MBG sudah diperkarakan di MK, pemerintah seharusnya membuka dialog bermakna--bukan atraksi istanasentris--dengan kalangan pendidik dan nakes. Mereka punya suara yang lebih jernih, kemana seharusnya MBG diberikan, dan bagaimana seharusnya.
Sebanyak apapun aparat yang dikerahkan untuk mengelilingi rantai pasok ompreng MBG, jika isinya racun akan tetap racun. Jika isinya keserakahan, joget tidak akan bisa ditahan.
Entah kenapa, sinyalemen ini tidak mampu dibaca oleh istana yang sibuk memetakan musuh, sehingga peringatan yang nyata hanya dianggap residu sentimen, yang sejatinya tidak mungkin dilakukan banyak pihak dalam waktu bersamaan.
Sikap kritis dan cinta tanah air bukan air dan minyak. Ini bukan negara teater yang plotnya bisa dibuat hitam putih.
Pemerintah perlu peka terhadap apa yang terbiasa terjadi di alam, ketika semut-semut keluar dari lubang, ubur-ubur kepermukaan laut, dan binatang buas yang biasanya bersembunyi terang-terangan mengacak-acak pemukiman warga.
Sepertinya, ini kenyataan yang terlalu berat diterima. Agaknya lebih mudah menganggap mereka yang bersikap kritis sebagai komitmen permusuhan. Ini lebih mudah dipetakan dalam laporan-laporan singkat yang tidak menguras otak.
Kita butuh "new deal" sebelum terlambat.
Ini gue kesel banget bacanya, serius.
Si istri gak datang sidang dia pergi liburan ke luar negeri termasuk membawa anak mereka.
Sedangkan Pak Guru struggle di pengadilan mohon ke hakim biar gak cerai karena gak mau anaknya tumbuh besar dengan keadaan broken home.
@mazzini_gsp solusinya simpel: pelatihan ex guru honorer dengan berbagi bidang
kewirausahaan, pertanian, peternakan, perkebunan, nelayan, tukang rakit mebel, pengepul sampah plastik untuk daur ulang produk, content creator, edit multimedia (video, gambar) di production house, dsb