Rasa bahagia berselimut air mata, setelah tau, dia bukan lah wanita spesial ku, seperti dia dulu.
Dia telah bersama sejak SMA, dan tak mungkin untuk ku gapai, Betapa kejam jika itu tejadi. Apakah 15 tahun pencarian ku harus berhenti sampai di sini!!!!!……
Hari ini aku tau dia. Kawan atau first love yang berbeda setelah 15thn tak ada kabar, aneh nya aku langsung tau kalu itu dia. Dia ada tetapi tak bisa di gapai, seperti dulu lagi.
Widya melihat Tipak talas seperti sebuah lorong panjang hanya saja, dindingnya adalah pepohonan besar dengan akar di sana-sini, selain medan tanahnya yang menanjak, di depan Tipak talas, ada gapura kecil, lengkap dengan kain merah dan hitam di sekelilingnya.
waktu itu siang hari, Widya sedang mengerjakan prokernya yang sudah tertunda beberapa hari, Wayu mendekati Widya, ia menawarkan kesempatan untuk keluar desa sementara karena harus membeli perlengkapan untuk progress kerjanya yang harus di beli di kota.
"Melu mboten?" (ikut gak?)
Widya setuju. ia gak berpikir aneh-aneh.
selama perjalanan, ia melihat setiap rumah yang di lewati, rata-rata sama, semua rumah tepan (tembok di depan) kiri-kanan dari gedek (bambu dianyam), langit sudah merah, dan setelah menempuh jarak lumayan, akhirnya mereka sampai di Sinden