Hinaan dan Cacian yang tidak akan pernah bisa hilang dalam ingatan ini.
Terimakasih sudah menghancurkan Mental ku.
Tidak perlu repot2 mengantarku ke RSJ kelak. Aku masih punya org tua dan saudara yg mau merawatku apapun keadaan ku.
Namun, Jatuhkan lah air matamu kepada org yg tepat, krna ia akan melihat ketulusanmu dan tdk akan membiarkan mu menjatuhkan air mata lagi.
Ia akan senantiasa membuat mu tersenyum kembali.
~awan
Jangan jatuhkan air matamu kepada org yg salah.
Karena ia akan melihat itu sebagai kelemahan dan kerapuhan mu.
Ia akan senantiasa selalu meremehkan air matamu.
Mengejek mu, menghina mu, dan merendahkan mu.
Aku hanya berharap engkau tk akan melupakan hangat nya genggaman tangan ini dikala engkau kedinginan, aku hanya berharap engkau tidak akan melupakan tangan yg selama ini menggandeng mu.
Jika kelak engkau merindukan tangan ini, tangan ini akan selalu terbuka utk mu.
Hai tuan Putri yg cantik nan Anggun.
Maaf kan aku jika selama ini tangan ku menggenggam terlalu erat hinga engkau merasa sakit dan tidak bebas.
Kini tangan ku terbuka lebar, terbang lah kemana engkau mau.
Kepakkan sayap cantik mu dan bebas lah.
Terimakasih juga utk kalian.
Ya kalian, yg saat ini masih mencoba kembali sprti sedia kala dgn canda gurau yg menurut kalian tidak salah.
Tau? Tentu saja aku tau.
Diam? Ya hanya bisa diam.
Lebih baik memendam dan menyembuhkan luka ini sendiri.
Its to much pain 🥲
#awanmendung
Terimakasih Juni.
Telah membuka semua nya.
Telah mengajarkan semuanya.
Telah menggoreskan Luka.
Namun, Aku akan tetap berdiri disini dan Berharap luka ini memudar dan segera pergi.
#awanmendung
Seumur hidup baru ini daftar Twitter. Emang dari awal kurang tertarik sama ini platform.
Hanya ingin melihat seseorang yang sedang pura pura bahagia bahkan mungkin tidak bahagia.