Tapi ia harus bilang apa ke Ivan? ๐๐ท๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ค๐ช๐ถ๐ฎ ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ, ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ข๐ฌ, begitu? Lebih baik ia loncat. Tidak. ๐๐ฐ๐ฏ๐ต๐ณ๐ฐ๐ญ ๐บ๐ฐ๐ถ๐ณ๐ด๐ฆ๐ญ๐ง. Napasnya seperti berderu-deru, berpacu melawan ajakan Ivan yang terus mengorbit
Malam itu, Sugeng mendapati dirinya mandi di bawah lampu remang-remang. Lampu. Remang. Remang. Bukan situasi yang ia pikir bisa terjadi di kota semetropolitan Kota Sejuta Taman. Namun, yah, mungkin dunia sedang bermain-main dengan Sugeng.