Spoiler alert: Adidas Remake Jersey Juventus Era 1970-an.
Footy Headlines membocorkan desain ulang seragam Juventus era 1970-an dari Adidas. Meneruskan tren mereka dalam menghadirkan kembali desain klasik, Adidas telah menyiapkan rilisan retro yang menakjubkan untuk raksasa Italia ini.
Seragam baru Adidas Juventus yang dibuat ulang tahun 1970-an menampilkan estetika yang sangat sederhana dan tradisional. Ini menggunakan warna dasar primer biru solid, yang dilengkapi dengan indah dengan detail garis-garis putih dan hitam klasik pada kerah crew-neck yang membulat dan manset lengan yang tebal.
Desain biru clean secara keseluruhan ini terinspirasi langsung dari seragam tandang ikonik klub yang dikenakan sepanjang dekade 1970-an. Menariknya, tahun 1970-an adalah era di mana Juventus tidak memiliki produsen seragam resmi, melainkan memproduksi jersey mereka sendiri. Karena kaos aslinya tidak bermerek, hal ini justru memudahkan Adidas untuk menggabungkan branding retro mereka sendiri ke dalam pembuatan ulang tanpa bertentangan dengan hak pemasok historis.
Yang paling mencolok, jersey Adidas Juventus era 70-an versi remake ini tidak menggunakan lambang Juventus standar. Sebagai gantinya, dada kiri menampilkan tiga bintang emas. Bintang-bintang ini berfungsi sebagai simbol yang kuat, mewakili pencapaian besar klub dalam memenangkan lebih dari 30 gelar juara Serie A Italia. Pendekatan tiga bintang tanpa lambang ini sebelumnya digunakan oleh Adidas pada seragam peringatan 120 tahun Juventus, yang dirilis pada tahun 2017.
Seragam baru Adidas Juventus era 1970-an dijadwalkan akan dirilis secara resmi pada awal tahun 2027.
Sumber: Footy Headlines
Too much gak sih atau masih wajar Adidas Kembali remake jersey? Drop opini kalian.
@fajarrusalem@direktoridosen@Juve_info01@juvegaristabah@juve_gl@juvebali@juventibus@bianconeristore
@zuhdirobbani@Fandom_ID Setidaknya sekarang kita punya standar kualitas pemain yang layak masuk timnas Indonesia.
Jadi pemain yang pasing aja gak becus gak akan bisa masuk timnas.
@idextratime coba klo dulu gak ada dualisme pssi pasti sekarang kita udah rangking 90 fifa.
Luis milla, STY, herman susah payah ngangkat rangking indo dari 190 ke 118.
@pentingdibahas@juvegaristabah 54,3 m itu terlalu kecil untuk tim besar kaya persija.
Gaji 1 pemain asing aja milyaran rupiah, belum pesawat, sewa stadion dan lain-lain.
@iiilllyyyaaazzz@tengenesia Kurang pembinaan lanjutan juga. Harusnya pemain potensial usia 17 an langsung dikirim ke Spanyol atau Francis biar jadi Mbappe atau Munir el Hadi.