️️️️
️️️️
ᅠ𝐒𝐎𝐑𝐀𝐊-𝐒𝐎𝐑𝐀𝐈————————
ᅠLantunkan syair elok kebebasan
ᅠkala melepas diri dari kungkungan.
ᅠSesaknya masih dapat dirasa,
ᅠbahkan ingar-bingar Ibu kota 'tak
ᅠlebih gaduh daripada isi kepala.
️️️️
️️️️
ㅤ
️️ ️️️️️️
Pikirnya pasta sederhana pasti tersedia di warung kopi. Sepengalamannya cara masak pasta bisa dibilang 'hampir' mirip dengan mie instant.
Pandangan dialihkan pada @ofTheVestige, "ada dong pasti," katanya penuh percaya diri.
ㅤ
️️ ️️️️️️
ㅤ
ㅤ
️️ ️️️️️️
"Iya ya, masa bubur doang," sembari berpikir, Galuh coba menerka apa menu yang sekiranya ada di warung kopi pada umumnya.
"Fetuccini alfredo boleh juga tuh."
ㅤ
️️ ️️️️️️
ㅤ
ㅤ
️️ ️️️️️️
Matanya menangkap tempat yang mungkin menjadi tujuan mereka. Cahayanya tidak begitu mencolok ataupun redup. Beberapa motor terparkir rapih di bahu jalan.
"Beneran ada yang masih jualan jam segini?" Ucapnya pada @ofTheVestige.
ㅤ
️️ ️️️️️️
ㅤ
ㅤ
️️ ️️️️️️
Setelah diingat-ingat, Galuh jarang atau hampir tidak pernah menyambangi jajanan kaki lima. Bahkan ini sudah 3 tahun semenjak ia menginjakkan kaki di Jakarta pertama kali, Galuh masih tetap merasa asing dengan suasana bising Ibukota.
ㅤ
️️ ️️️️️️
ㅤ
@ofTheVestige ㅤ
️️ ️️️️️️
Sesaat Jonathan berkata demikian, kedua tangan Galuh langsung bertumpu pada pintu mobil yang kacanya telah terbuka.
"500, di dalam," balasnya dengan candaan nakal disertai kedipan sebelah mata seraya masuk ke mobil.
ㅤ
️️ ️️️️️️
ㅤ
@ofTheVestige ㅤ
️️ ️️️️️️
Dari kejauhan tampak sebuah kendaraan yang akan melintas tepat di depan rumahnya. Galuh mencoba memicingkan mata sambil bertanya apakah itu @ofTheVestige.ㅤ
️️ ️️️️️️
ㅤ
@ofTheVestige ㅤ
️️ ️️️️️️
Perlahan Galuh berjalan keluar dari kediaman miliknya. Jam hampir menunjukan pukul tengah malam namun tidak sekalipun menggoyahkan hatinya untuk pergi walaupun dengan seorang lelaki.
ㅤ
️️ ️️️️️️
ㅤ