meskipun aku pengin bgt pindah ke luar negeri
tp, bagian sedihnya adalah sejujurnya aku sayang bgt sm negara ini.
alamnya indah.
makanannya enak.
beraneka ragam seni dan budaya.
aku lahir di sini.
aku tumbuh di sini.
banyak kenangan di sini.
artis yang kusuka.
film yang kerap ku putar.
lagu yang sering ku dengar.
orang-orang yang ku sayang.
semuanya ada di sini.
also, bhinneka tunggal ika is a cute motto tho.
tp, dgn keadaan sekarang kami dibuat tak nyaman.
mau makan dibuat susah.
hendak bernapas dibikin sesak.
berita muncul menyakitkan kepala.
memohon keadilan mengancam raga.
program-program telah dimanipulasi
dirancang seakan berorientasi
untuk kepentingan rakyat kecil.
padahal untuk sekadar hidup layak, berbagai hal dipersulit.
semua ini dilakoni hanya untuk memenuhi nafsu kaum elit.
seakan kebahagiaan tak pernah menjadi hak kami.
dan satu-satunya jalan untuk mendapatkankannya adalah dengan pergi dari rumah sendiri.
tempat yang sedari kecil kami huni, penuh dengan memori.
dan ku masih berharap semoga keadaan hari esok lebih baik dari hari ini.
terplesetlah engkau di kamar mandi, wahai si gemoy anjing.
guys! basically, ga ada satupun tuntutan demo yang didengarkan:
MBG jalan terus,
Pertamax harga segitu aja sekalipun BBM internasional turun,
Belum ada reshuffle,
Ga ada usaha efisiensi APBN,
Ga ada perubahan UU TNI dan Polri,
dan sampe hari ini Prabowo ga mengakui apapun sebagai kesalahan.
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
30 years in the business. only do dramas every 4 years or more. do not appear on interviews. does not have social medias. can only be seen in public if she wanted. and yet here she is still on top. a true definition of timeless superstar.
@ulnmymind@nurulrhmaa kayaknya salah satunya karena dia ada bilang ngelive gampang dapet 200jt, jd mungkin terkesan sombong jd orang pada gasuka apalagi in this economy