Ada sepatu yang masih sangat layak pakai size 42 untuk kawan2 domisili Jabodetabek yang membutuhkan, ada kanky x Tirta, NB dan mizuno, komen disini yang butuh yak, ntar Minggu aku pilih 3 akun dan aku DM langsung
Saya Sudah berhenti rokokan sejak 25 maret 2022.
Dulu rokoknya gudang garam merah, garpit dan signature.
Sampe detik ini, genap 4 tahun saya ga sentuh rokok, pods, vape, iqos dan temen2 nya.
Kalo ditanya tips brenti apa? Ga ada.
Cuma niat.
This extra-long sofa table slides perfectly behind your couch, giving you space for lamps, décor, and everyday essentials — plus built-in outlets and USB ports to keep your devices charged.
*The Man Who Designed Makkah & Madina Masajid*
He was an Egyptian engineer and architect who preferred to be away from public limelights, unknown to many:
Dr. Muhammad Kamal Isma'eel (1908-2008)
▪He was the youngest person in the history of Egypt to obtain high school (certificate), the youngest to get enrolled in the first Royal School of Engineering and the youngest to graduate from it, the youngest to be sent to Europe to obtain three doctorate degrees in Islamic Architecture. He was also the youngest to obtained the "Nile" scarf and the rank of "iron" from the king.
▪He was the first engineer who undertook the planning and implementation of the (Haramain) Makkah and Madina mosques expansion project.
▪He refused to recieve any payment for his engineering design and architectural supervision, despite efforts by King Fahad and Bin Laden Company. Whenhe returned a cheaque of millions.
He told Bakar Bin Ladan: Why should I accept money (for my work) at the two sacred mosques, how will I face Allah (on the Day of Judgement?)
▪He married at age of 44 years, his wife gave birth to a son, and died. And thereafter he remained single and devoted his full-time in worshiping Allah until he died. He exceeded hundred years which he spent in the service of the two holy mosques, far from the mass media limelight, fame and money.
This genius has an amazing story in regards to the marble (work) of haram (holy mosque), as he wanted to cover the floor of the haram mosque for those making ‘tawaf’. And marble in particular to absorb heat. This marble was only available in a small mountain in Greece. He travelled to Greece and signed a contract buying sufficient quantity for haram (marbling); almost half of the mountain.
He signed the deal and returned (to Makkah) and the white marble came (in stock). And indeed the placement of the marble on the floor of the holy mosque in Makkah was completed.
After 15 years, the Saudi government asked him to place similar type of marble in the holy mosque in Madinah..
Engineer Muhammad Kamal said, when the King asked him to cover the Prophet's mosque too with same marble, I got very confused, because there was only one place on the earth to get this type of marble, that was Greece, and I have already bought half of then available.
Kamal said that he went to the same company in Greece and met CEO, and asked him about the quantity that remains. CEO said that it had been sold immediately after you left 15 years ago. Kamal became very sad. Kamal left the meeting and while leaving their office, he met the Office Secretary and requested her to please share the whereabout of the person who purchased the rest of the marble quantity?
She replied that it would be hard to know from so old record. Upon Kamal’s request, she promised to search in the old record. Kamal gave her Hotel Address & number, and promised to revisit her next day.
Kamal said that while leaving Office, he thought; Why do I want to know who bought (it)? Soliloquising to myself, Allah will make something wonderful to happen..
On the next day, few hours before leaving to airport, Kamal received a phone call from the secretary saying that she had found the address of the buyer. Kamal went to their office in slow pace thinking what would I do with the address of the buyer, as many years had passed?..
Kamal reached to Office and the Secretary gave him the address of the company who bought the rest of the marble. Kamal said that his heart pulsated and pumped deeply the moment he discovered that the company which bought the marble was a Saudi company.
HATI-HATI untuk kalian yang sering curhat ke AI
Penelitian ini menunjukkan bahwa AI itu CENDERUNG LEBIH MENYETUJUI tindakan kita, bahkan bila tindakannya berbahaya.
Sini gue jelasin!
Jadi penelitian ini awalnya untuk mencari tahu apakah benar AI memang bisa memperkuat "delusi" kita dan dapat berbahaya bagi orang lain.
Nah ternyata, dibandingkan dengan manusia, AI ternyata 47-51% LEBIH MUNGKIN SETUJU dengan tindakan kita, bahkan di hal-hal yang berbahaya.
Oleh karena itu, meminta pendapat kepada AI, dapat berpotensi lebih 'menjerumuskan' kita, seandainya pandangan kita kurang tepat. Bahkan karena cenderung setuju, kita cenderung lebih percaya pada AI dibandingkan kepada orang lain.
Jadi bagi kalian yang rutin curhat ke AI, tolong disikapi dengan hati-hati, dan jangan lupa meminta pendapat juga ke manusia lain yaa.
Semoga bermanfaat!
udah liat tingkah menjijikan mimi peri? masih mau ngasih ruang untuk bencong? masih mau bela para boti dan LGBT kah?
-dia terang2an mengaku suka tusbol/sodomi, di mana dia ngambil anak2 kampung, katanya anak2 kampung lebih bersih dari HIV. kurang ajar sekali, pun kalo mereka bersih, bisa saja nanti justru dia yang tertular dari si bencong ini. daya rusaknya luar biasa untuk anak2 dan masa depan
bejat. hina. dia menularkan penyakit kelamin dan bisa menularkan orientasi seksnya yang menyimpang itu ke anak2 kampung yang kemungkinan masih ada yang polos
jangan lagi bilang sifat dan kelakuan bencong itu gak bisa nular. bisa. jurnal barat yang jadi rujukanmu soal LGBT gak bisa nular itu gak valid, emang yang buat jurnal itu udah ngambil survey dari seluruh dunia? gimana kalo yang buat jurnal itu ada beberapa yang pro ke LGBT juga? stop denial
bagaimana kalo anak2 kampung itu anakmu? keponakanmu atau kerabatmu? masih ada kah ruang untuk tidak marah?
anak2 kampung yang dia sebut itu mungkin ada yang sama2 mau, tapi besar kemungkin ada juga yang awalnya gak mau tapi karena banyak faktor seperti iming2 dikasih imbalan, dirayu atau apapun lah caranya sampai pada akhirnya dia mau melakukannya. ditambah dengan keadaan ekonominya yang sulit, begitu ditawari uang dan hadiah bisa saja pendiriannya goyah. ini banyak terjadi
-saat ditegur soal kelakuannya itu, dia teriak "hidup boti, saya bangga menjadi boti. dosa itu gak ada, gak ada disiksa (di neraka), itu hanya dongeng, dongeng masa kecil buat nakut-nakutin"
apa gak bahaya kalo predator seperti ini dibiarin berkeliaran semaunya tanpa ditindak? tanpa memasukkan unsur agama pun, kita semua harusnya gak boleh bebasin dia ngerusak anak2 dan menularkan penyakit fisik dan mental ini
teman2, jangan biarkan kemungkaran terjadi di depan mata. lawan
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Patah hati terbesar kami ketika mendengar cerita Pak Reje (kepala desa) di Aceh Tengah yang akses desanya tertutup akibat jembatan putus dan jalan longsor.
Inilah yang menyebabkan kami fokus perbaikan akses. Tanpa akses, ekonomi tidak berputar. Masyarakat tidak bisa jual beli.
Semangat gotong royong harus terus dihidupkan. Jangan biarkan berita tentang bencana Sumatera redup sebelum mereka bangkit.
Masih ada 20 desa lagi yang menjadi target kami untuk dibuka aksesnya.
Silahkan dibaca. Tulisan yang sangat baik tentang perusahaan Jhonlin Group milik Haji Isam, bos tambang paling berpengaruh yang saat ini diberi wewenang negara untuk menghancurkan jutaan hektar hutan adat di Merauke.
https://t.co/g9hDtOVGVG