btw…ini anaknya udh ditemukan meninggal dunia (dibunuh oleh pelaku) dalam keadaan tubuh bengkak dan penuh biru biru.
pelakunya juga udh ketangkep.
innalillahi wa inna ilaihi rojiun😔
Pi en es juga sama. Bikin yang jujur susah kerja karena jadi banyak layer2 birokrasi yg sebenernya ga perlu, hanya krn banyak mental koruptornya. Emang jati diri bangsa.
yap! sorry ini gk lucu kl gajah udh natap lurus & telinganya kaku tegas gt (gk dikibas2) artinya dia gk nyaman & lg mode awas krn merasa ada yg mau nyakitin dia tolong jgn dianggep lucu kejadian ini! nanti kl ada korban kalian2 jg yg nyakitin & b*nuh gajah
https://t.co/zL3n4Q9Zww
Dulu pernah ada OB yg ketahuan suka nilep makanan anak kantor.
Waktu itu anak-anak kantor resah. Makanan dan cemilan mereka sering hilang. Yang aneh, uang receh di meja malah aman. Jadi pelakunya ini spesialis makanan.
Anak-anak langsung minta bantuan security buat cek CCTV. Ketahuanlah salah satu OB yg selama ini ngambil.
Langsung disidang.
Gw, HR, sama si OB.
HR 👨🏻: “Kamu ngapain ambilin makanan orang?”
OB 👦🏻: “Maaf pak… saya lapar. Saya kan nggak ambil uang pak, saya ambil makanan karena lapar.”
Jujur aja, pas dengar itu gw langsung nggak tega meskipun sebenarnya nggak ada nada penyesalan.
Tapi gw paling nggak kuat kalau dengar orang kurus sampai harus nyuri karena lapar. Rasanya pengen langsung gw daftarin MBG.
Anyway, HR masih lanjut nasihatin.
👨🏻: “Kalau kamu mau, kan bisa minta baik-baik sama yg punya. Kalo yg kasih ikhlas kan jadi halal.”
👦🏻: “Iya pak.”
Nasehat panjang lebar, cuman dijawab “iya pak”, “maaf pak”, “saya lapar pak.”
Sebenarnya surat PHK sudah disiapkan. Tapi mendekati akhir, gw langsung intervensi.
☹️: “Yaudah, jangan diulangi lagi. Ini seharusnya PHK, tapi kali ini saya kasih SP. Jadi masih saya kasih kesempatan. Kalau ketahuan lagi, langsung PHK ya.”
Muka HRD gw uda bete aja karena gw memaafkan maling kue nastarnya dia, apalagi karena wajah oknum OB ini flat-flat aja.
👦🏻: “Terima kasih pak…”
☹️: “Sekarang kamu minta maaf sama teman-teman mu yg pernah kamu ambil makanannya. Nanti ditemenin HR. Biar dosa kamu berkurang.”
Makin ditekuklah muka HRD gw karena gw suruh temenin ngiter, gw biarin aja, biar beneran minta maaf ke semua, biar damai saling memaafkan.
👦🏻: “Baik pak. Kalau gitu saya minta maaf ke bapak dulu. Saya ada ambil indomie bapak.”
😶: “Indomie saya?”
👦🏻: “Iya pak.”
😶: “Saya nggak simpan Indomie…”
👦🏻: “Itu pak… yg tulisan Jepang di lemari samping bapak. Saya penasaran waktu itu.”
Gw langsung curiga.
😀: “Yg bungkusnya panjang-panjang warna-warni?”
👦🏻: “Iya pak.”
😀: “Itu tonkotsu ramen.”
👦🏻: “Iya kali pak, nggak tau saya.”
😂: “Mas… gw cuman nyetok tonkotsu ramen, alias ramen babi.”
😱: “Astaghfirullah…”
😂: “Heh!! Pas maling selow lu. Pas makan babi istighfar.”
Gw yakin banget bukan SP yg bikin dia berubah, tapi tonkotsu ramen gw. 😂
Huge erupt at the Marapi volcano in the West Sumatra Province of Indonesia 🇮🇩 (30.05.2026)
The height of the ash column reached 2,000 m above the summit.
Ga unpopular, kok. Open space memang konsep yg gak ideal buat kerja “produktif”
Alasannya:
- continuous distraction
- physiological stress
- minim privacy all around
- bahkan ada penelitian yg blg bs decreasing collaboration
Terutama buat orang2 yg secara sensori tuh sensitif.
[UPDATE]
BANJIR BANDANG SULAWESI UTARA: 601 Warga Terdampak Lumpur 1.5 Meter.
BNFI mendapatkan informasi langsung dari Pusdalops BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow terkait kondisi terkini di lapangan. Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Bolaang, Sulawesi Utara pada Rabu (27/5) kini telah surut.
Laporan resmi dari kontak langsung kami mengonfirmasi tidak ada korban jiwa, namun 601 warga dari 181 KK terdampak serius.
Data Dampak & Kerusakan
- 134 rumah warga rusak fisik pada bagian dapur akibat hantaman material.
- Fasilitas publik seperti SDN 2 Solimandungan II dan tempat ibadah terendam lumpur padat.
- Wilayah terdampak mencakup empat desa: Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Komangaan.
Laporan lapangan menunjukkan banjir ini menyisakan tumpukan lumpur pekat setinggi 1 hingga 1.5 meter serta material potongan kayu besar. Secara ekologis, kehadiran kayu gelondongan dan lumpur masif ini merupakan alarm keras bahwa terjadi degradasi hutan atau alih fungsi lahan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Botuk.
Hujan deras sepekan terakhir hanyalah pemicu, sementara hilangnya daya ikat tanah dan vegetasi pelindung di hulu adalah penyebab utama mengapa air berubah menjadi banjir bandang yang destruktif.
Normalisasi sungai di hilir tidak akan pernah cukup jika pembalakan atau pembukaan lahan di hulu tidak dihentikan.
Situasi Hari Ini
- Akses jalan ke pemukiman masih sulit ditembus alat berat karena tebalnya lumpur.
- Otoritas setempat, relawan, dan warga bergotong-royong melakukan pembersihan secara manual.
Kebutuhan Mendesak
- Warga sangat membutuhkan makanan siap saji, paket alat kebersihan (sekop dan sikat keras), pakaian layak pakai, perlengkapan tidur, dan kebutuhan bayi.
-Redaksi BNFI
It puts food on his family’s table and keeps a roof over their heads. Any job is better than posting lame takes online for a couple of dollars from a blue tick.
Swis indahnya sejenis, gitu semua. Indonesia indahnya jauh lebih beragam, dari dasar laut sampai puncak gunung. Gunungnya pun macam2, ada gunung2 berapi, perbukitan hijau, bukit2 karang yang menyembul dr laut (spt Raja Ampat), gunung2 cadas. Belum lagi aneka ragam pantai, hutan, satwa liar (komodo, orangutan), sawah, desa2 dg arsitektur tradisional ..
TABUNGAN 8 TAHUN JHT RP 55 JUTA
BERAPA GAJINYA?
KITA HITUNG BARENG-BARENG
Akun madebylovehand posting saldo BPJSTK-nya Rp 55.915.036 hasil 8 tahun kerja.
Segmen peserta: PU (Penerima Upah) alias karyawan swasta.
CARA KERJA BPJSTK PROGRAM JHT
Iuran JHT = 5,7% dari gaji
Rinciannya: 2% ditanggung karyawan, 3,7% ditanggung perusahaan
Jadi total 5,7% masuk ke saldo JHT setiap bulan
Ditambah hasil pengembangan (bunga/investasi) rata-rata 6-7% per tahun dari BPJS
HITUNG MUNDUR DARI SALDO Rp 55.915.036
Dengan asumsi masa kerja 8 tahun = 96 bulan dan hasil pengembangan rata-rata 6,5% per tahun,
kita bisa estimasi gaji pokok yang jadi dasar iuran.
Pakai pendekatan Future Value sederhana:
Jika iuran bulanan X selama 96 bulan dengan bunga 6,5%/tahun (0,54%/bulan), menghasilkan sekitar Rp 55,9 juta, maka:
Iuran bulanan diperkirakan sekitar Rp 430.000 - Rp 460.000 per bulan
Karena iuran JHT = 5,7% dari gaji:
Rp 445.000 / 5,7% = Rp 7.807.000
Estimasi gaji: sekitar Rp 7.500.000 - Rp 8.000.000 per bulan
Dengan gaji Rp 7,5 - 8 juta,
segmen PU, dan 8 tahun pengalaman kerja, profil yang paling mungkin adalah:
1.Staf administrasi atau back office di perusahaan menengah
2.Operator atau teknisi pabrik level senior
3.Staff accounting atau finance level junior-menengah
4.Sales atau marketing di perusahaan retail/FMCG
https://t.co/lJDcaL4g7b atau staf di sekolah swasta menengah
Kota kemungkinan dari luar Jabodetabek.
Di Jakarta, gaji Rp 7,5 juta untuk 8 tahun pengalaman sudah tergolong di bawah UMR 2025.
Kemungkinan besar bekerja di kota-kota seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, atau kota kabupaten yang UMR-nya Rp 3-4 jutaan dan si pekerja sudah di level sedikit di atas UMR.
8 tahun kerja menghasilkan tabungan wajib Rp 55,9 juta.
Artinya rata-rata hanya Rp 582.000 per bulan yang "tersimpan paksa" lewat JHT.
Sisanya habis untuk kebutuhan hidup bulanan.
Kalau dicairkan sekarang dan dipakai untuk DP rumah, uang Rp 55 juta hanya cukup untuk DP rumah subsidi di daerah pinggiran.
Harga rumah subsidi 2025 sudah Rp 200 juta ke atas.
DP 10% saja Rp 20 juta, tapi biaya-biaya lainnya (BPHTB, notaris, KPR) bisa Rp 15-25 juta lagi.
Jadi 8 tahun kerja keras, pas-pasan untuk beli satu rumah paling murah di Indonesia.
Ini bukan soal malas atau tidak menabung.
Ini soal sistem.
Ketika gaji stagnan, inflasi jalan terus, harga properti naik 10-15% per tahun, dan biaya hidup makin berat, maka kelas pekerja memang struktural tidak bisa menang hanya dengan rajin kerja dan menabung biasa.
Yang bisa dilakukan secara realistis adalah:
diversifikasi penghasilan sekecil apapun,
manfaatkan BPJS bukan hanya JHT tapi juga JP (Jaminan Pensiun),
dan jangan andalkan satu sumber pendapatan saja.
Yang seharusnya dilakukan negara adalah:
pastikan upah minimum tumbuh sesuai inflasi riil, jaga daya beli, dan jangan biarkan rakyat kelas menengah bawah terus digerus biaya hidup yang tidak sebanding dengan kenaikan penghasilan mereka.
Saldo Rp 55 juta itu bukan kecil. Itu hasil keringat 8 tahun.
Tapi di tengah kondisi ekonomi hari ini, angka itu terasa sangat kecil.
Dan itu bukan salah si pekerja.