Ini terlalu kejam. @ibamarief itu justru orang yg menyarankan utk mempertimbangkan produk lain selain chromebook, namun tanpa sepengetahuannya namanya dicatut oleh orang2 dalam padahal tidak pernah tanda tangan. Satu2nya kesalahan Ibam adlh dia tdk mau dipaksa memfitnah Nadiem.
Kenapa hakim tidak mampu melihat fakta seterang ini dan terkesan percaya apapun yg disampaikan jaksa? Banyak kemungkinannya, namun ada contoh dalam kasus Sugar Group yg diperantarai Zarof Ricar beberapa hakim diduga menerima suap tapi dibiarkan, namun cacat hakim itu diduga digunakan oleh jaksa untuk menyandera hakim2 tsb agar pada kasus-kasus selanjutnya bisa didikte mengikuti skenario jaksa.
Rebutan krn pingin nyolong!
Tentang aset rampasan yg disimpan di Kejaksaan terbukti banyak dicolong oleh orang2 Kejaksaan sendiri. Namun aset rampasan yg disimpan di Kemenkumham pun juga dicolong. Selama 2015-2024 aset rampasan di Kemenkumham hilang senilai Rp 1.352 triliun!
Rais Am dan Ketum PBNU memang tidak merangkap jabatan politik tapi kenyataannya pada Muktamar kali ini para menteri yg berasal dari NU justru sibuk bermanuver medorong jagoannya jadi Rais Am dan Ketum. Sebut saja nama mereka Gus Ipul, Nusron Wahid dan Cak Imin.
INGAT TAULADAN GUS MUS!!
Pd Muktamar NU 33 tahun 2015 juga terjadi kericuhan krn sengitnya persaingan dan intervensi eksternal. Melihat kondisi yg memalukan itu KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) yg masih menjabat sekaligus kandidat terkuat Rais Aam memilih mundur demi keutuhan NU
Muktamar ke-35 NU di Jombang Ricuh, Massa Coba Terobos Arena Sidang
Kericuhan mewarnai pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8). Sejumlah massa yang mengatasnamakan pendukung calon Ketua Umum PBNU KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf berupaya menerobos akses menuju arena Sidang Pleno IV.
Kericuhan terjadi setelah sidang membahas dan menetapkan tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU, termasuk aturan masa jeda selama satu tahun bagi calon yang sebelumnya memiliki jabatan politik. Aturan tersebut kemudian mendapat penolakan dari massa pendukung Gus Yusuf yang menilai ketentuan itu dapat menghambat pencalonannya.
Massa sempat berhadapan dengan tim keamanan ketika berupaya masuk ke area persidangan. Situasi di sekitar Gedung Serbaguna (GSG) Tambakberas pun memanas hingga sidang akhirnya diskors.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya kemudian meminta massa pendukung Gus Yusuf untuk tetap tenang dan tidak memaksakan diri masuk ke arena sidang. Ia menyatakan akan mencari jalan keluar yang bijaksana atas aspirasi yang disampaikan massa, sembari tetap menghormati keputusan yang telah diambil dalam forum muktamar.