Hatur nuhun untuk tiga tahun yang luar biasa, Coach!
Terima kasih untuk setiap kenangan, setiap perjuangan, dan setiap kebanggaan yang telah diberikan untuk Bandung dan Bobotoh.
You will always be part of our story. Bojan Hodak 🇭🇷💙
#WeArePERSIB
Dalam agenda perjuangan rakyat di Bandung, bagi barudaks massa aksi yg turun ke jalan: Unisba-Unpas dan kawasan Tamsar bawah lebih berguna daripada ITB.
Jujur, David Beckham itu agak nggak adil keberadaannya.
Maksudnya, orang ini dikasih kaki kanan yang bisa bikin bola belok kayak punya nyawa sendiri, dikasih fisik yang bikin orang lupa lagi ngapain, terus masih punya selera gaya yang bikin desainer fashion iri. Tuhan lagi mood baik banget waktu bikin dia.
Dan yang paling gila? Rambutnya.
Bukan lebay, tapi gaya rambut Beckham dari masa ke masa itu kalau dikurasi ulang bisa jadi pameran seni tersendiri. Serius.
Era pertama yang bikin geger: Blonde Curtains di MU
Belah tengah, warna pirang, tampang lugu tapi ada sesuatu yang bikin nggak bisa berhenti mandangin. Ini dia di usia muda, masih jadi anak baru di dunia ketenaran, tapi kamarnya para remaja cewek se-Inggris udah duluan dipenuhi posternya. Belum ngapa-ngapain, udah bikin heboh.
Terus dia plontos. Dan dunia panik.
Waktu Beckham pertama kali muncul dengan buzz cut, reaksi orang kayak ada yang salah di dunia ini. Tapi ternyata? Malah makin sangar. Tulang wajahnya makin keliatan, sorot matanya makin tajam. Di sini semua orang sadar, ini bukan soal rambut. Ini soal orangnya memang udah nggak masuk akal dari sononya.
2002. Faux Hawk. Kiamat kecil buat dunia pergaulan.
Ini puncaknya. Piala Dunia 2002, jambul tengah berkibar, dan dalam semalam barbershop di seluruh planet bumi mendadak punya antrian panjang. Semua cowok minta "yang kayak Beckham". Hasilnya? Ya nggak ada yang semirip itu. Tapi minimal pada nyoba.
Sementara di sisi lain, para cewek yang tadinya nggak ngerti offside tetiba hafal nomor punggung dia.
Sampai akhirnya — Man Bun. Bando. Rambut panjang berantakan.
Dan tetap aja ganteng.
Ini yang bikin frustrasi. Gaya yang di orang lain mungkin keliatan aneh, di Beckham malah jadi trendsetter. Dia masuk fase "Family Man" — udah nikah, punya anak, sering keliatan belanja bareng keluarga, tapi aura-nya nggak kemana-mana. Malah nambah dimensi baru: ganteng yang hangat. Ganteng yang bisa masak. Ganteng yang tetap ganteng bahkan pas lagi nganterin anak sekolah.
Intinya, Beckham bukan cuma pesepakbola yang kebetulan ganteng. Dia adalah bukti nyata bahwa ada orang-orang tertentu yang kayaknya emang "dikirim" ke dunia ini untuk mengacaukan standar normal manusia.
Dan kita semua, sadar atau nggak, udah lama pasrah menerimanya.
Kalau menurut lo, era rambut mana yang paling bikin lo (atau cewek lo) ngefans berat sama ni orang?
Atau jangan-jangan lo salah satu korban yang gagal niru jambul Faux Hawk-nya pas 2002?
Saat proses syuting film A Separation (2011), para kru dikabarkan tak mampu menahan air mata ketika merekam adegan tersebut. Sutradara Asghar Farhadi mengungkapkan bahwa ide awal film itu berawal dari gambaran seorang pria yang memandikan ayahnya yang mengidap Alzheimer, lalu membangun keseluruhan cerita di sekitar adegan tersebut.
Perlahan bangkit, menyamakan, lalu membalikkan keadaan.
Perjalanan comeback dramatis #PERSIB di Lampung kini sudah bisa kamu saksikan di PERSIB TV🎬
#WeArePERSIB
Kota yang dikutuk inkompetensi pejabatnya.
Tapi saya gak bisa memilih dilahirkan di mana dan kota ini gak akan memperbaiki dirinya sendiri kalo bukan warganya yg mengupayakan.
Ibu kota propinsi yang ruwet, transportasi umum yang super budug, trotoar tidak ramah pejalan kaki, macet dimana2 sampe ke gang2, pengolahan dan pemilahan sampah gak jalan dan jadi beban TPA, jalan barolong dan gelap. Preman dimana2. 😢😢
Untungnya, Bandung punya PERSIB.
Warga Kota Bandung apa gak ada yang niat ajukan class action melawan Dedi Mulyadi yang akan menghilangkan sebagian ruas jalan Diponegoro, tepatnya depan Gd. Sate yang akan jadi plaza gabungan Gedong Sate dengan Lapang Gasibu? @Outstandjing@rasjawa
Kalau dipikir-pikir, perjalanan fans MU pasca era Sir Alex Ferguson tuh mirip ‘5 stages of grief���.
Awalnya denial: masih yakin ini cuma fase sementara, ‘nanti juga balik lagi kok’.
Lalu masuk anger: tiap dibanter dikit langsung panas, karena ekspektasi masih setinggi era kejayaan.
Ada juga fase bargaining: ‘kalau ganti pelatih’, ‘kalau beli pemain ini’, seolah ada satu solusi instan buat balik ke puncak.
Masuk ke depression: ketika sadar, realitanya nggak segampang itu. Harapan mulai turun, ekspektasi mulai realistis.
Dan akhirnya, acceptance. Di titik ini, lo tetap dukung, tapi dengan cara yang lebih santai. Dibanter? Ketawain aja. Nggak semua hal harus dimakan hati.
Walaupun ya… nggak semua fans sampai di fase terakhir ini. Ada yang masih stuck di anger, ada juga yang udah jadi apatis, dan itu semua valid 😅
Bisnis yang berkaitan dengan Seven Deadly Sins :
Bisnis lust (Nafsu)
Bisnis Glutonny (Rakus)
Bisnis Greed (Serakah)
Bisnis sloth (Kemalasan)
Bisnis wrath (Amarah)
Bisnis Envy (Iri)
Bisnis Pride (Sombong)
Akan selalu laku dan ga bakal pernah mati selama manusia masih punya sifat seven deadly sins.
✅ Black shirt + overcoat with notch lapels
✅ Good choice for the watch
✅ Unshaved Jawline beard
For these reasons only, Michael Carrick deserves his shot for Man United head coach spot.