Fokus Adrian. โMaaf Nonaโโ belum sempat ia mengucapkan sesuatu, perlakuan polos sang puan kembali membuatnya terdiam. Jemari lentik itu mengusap permukaan bibirnya, layaknya dua manusia yang baru saja bercumbu.
jadi ia berusaha memakluminya meskipun ada perasaan aneh setelah ia melepaskan diri dari jeratan yang tak terduga itu.
โHey, buka matamu dulu.โ Sekali lagi, Adrian berusaha menyadarkan dengan menepuk pelan pipi @roseguartz.
Dengan kesadaran penuh ia mendorong bahu wanita asing itu, โNona, maaf. Saya bukan orang yang kamu sebut sejak tadi.โ
Adrian tahu, mungkin wanita itu sedang dipengaruhi alkohol,
Sebuah racauan yang tak sengaja ia dengar mengacaukan segala yang tengah dipikirkannya. Seorang wanita, tepat berada di seberang kursinya itu nampaknya mengigau. Adrian tak tahu pasti.
โExcuse me?โ Adrian mencoba memanggilnya, namun tak ada respon. โMiss?โ
@roseguartz
Satu botol berukuran lumayan besar dibawakan oleh pramugari tersebut, kemudian menuangkan ke dalam gelas untuknya.
โThank you,โ setelah memastikan tak ada lagi yang ia butuhkan, sang pramugari beranjak dari sana meninggalkannya kembali dalam perasaan khawatir.
Adrian tak pernah membiarkan anak semata wayangnya itu lepas dari jangkauannya dalam waktu lama.
Perasaannya campur aduk, yang ia inginkan hanyalah dengan segera sampai di tanah air dan menemui sang putra yang tengah kesakitan tanpa dirinya berada disana.
@roseguartz
Adrian menggulir ponselnya, mengabari bahwa pesawatnya baru akan ๐ต๐ข๐ฌ๐ฆ-๐ฐ๐ง๐ง.
Kalau bukan karena permintaan sang Ayah untuk menemui seorang kolega penting beberapa hari lalu, mungkin anaknya tak akan mengalami hal malang seperti ini.