Kalau semua cara ga bisa, tolong negara maju mana pun, aneksasi aja dah Indonesia. Gue lebih ikhlas dipimpin sama yang lain daripada masih sama si biji ini.
indonesia is literally shaking, erupting, burning, choking, and poisoning its own children through a government program, and the narcissistic, incompetent fuck we are forced to call president is preparing to leave the country again only days after returning from russia.
have some fucking shame. stay here and do your fucking job. people are terrified. children are sick. the air is toxic. the currency is sinking. and this useless bastard still acts like none of it is his responsibility.
he is a disgrace. i fucking despise him. i despise his government. fuck him and every spineless piece of shit protecting him.
sorry for the anxiety posting lately. but everything happening here is completely insane. not even seulgi can calm my heart right now. god
Dulu ada umat Kristiani keliru menafsirkan ayat di Al Quran langsung didemo berjilid2. Ini presidenmu bikin buku kaya begini ngga ada yg teriak2 penistaan agama?
@BrawlYeetking@kkafhime Ngl, im a flippin larper at ZZZ. I left my account to a pilot for the dailies and i domt even know what’s my Remi stat rn.
One thing for sure, its ass.
Mohon bantuannya @menuembegejelek
Saat ini, ada pihak SPPG yang mengancam dan mengintimidasi sebuah sekolah di kampung saya, bahkan mengancam akan membawa tim hukum. Hal ini dipicu oleh keputusan sekolah yang menolak pasokan MBG (Makan Bergizi Gratis) dari dapur mereka.
Penolakan dari pihak sekolah tentu sangat beralasan. Sebelumnya sudah sering terjadi insiden kelayakan makanan, seperti makanan basi dan buah busuk. Puncaknya, baru-baru ini ditemukan sebuah kapsul "obat" di dalam salah satu porsi MBG siswa.
Pihak sekolah sebenarnya beritikad baik dengan menyarankan pelibatan Kepolisian dan BPOM untuk menguji kandungan kapsul tersebut dan menyelidiki kasusnya secara transparan. Namun, pihak SPPG menolak.
Lebih fatalnya lagi, ketika pihak dapur dikonfirmasi, mereka bukan hanya menyangkal, tetapi juga melakukan tindakan yang sangat berbahaya. Mereka menjemput anak SD yang menemukan kapsul tersebut untuk diinterogasi secara sepihak, tanpa pendampingan dari pihak sekolah maupun orang tuanya. Ini adalah pelanggaran serius.
Sampai detik ini, pihak SPPG tidak menyegerakan penyelidikan internal mereka karena takut kasus ini viral. Tanpa ada iktikad menyelesaikan akar masalah, mereka justru menekan pihak sekolah untuk kembali menerima pasokan MBG mereka. Jika menolak, sekolah diancam akan dihadapkan dengan tim hukum dan dipaksa menandatangani surat pernyataan.
Saya akan terus memantau situasi ini. Jika pihak SPPG berulah lebih jauh, saya mohon bantuan teman-teman semua untuk memviralkan kasus ini. Kita harus bersuara dan mengawal isu ini agar pihak sekolah tidak menjadi korban intimidasi dan keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas.