Narasi soal haji 2024 lagi ramai. Audit BPK mencatat ada efisiensi sampai ratusan miliar, dan sampai sekarang belum ada bantahan serius. Tapi di balik itu, muncul kekhawatiran soal arah penegakan hukum yang dinilai bisa berdampak lebih luas.
Kalau ketidakpastian terus berlanjut, pemerintah pusat juga perlu bersikap. Ini bukan sekadar soal satu orang, tapi menyangkut keberanian para pemimpin dalam bekerja dan melayani masyarakat tanpa rasa was-was.
Dari dulu, fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina selalu jadi momen paling berat. Padatnya luar biasa, tenaga terkuras, risiko kesehatan juga tinggi. Sekarang mulai ada perubahan yang terasa, terutama buat jamaah lansia dan yang punya keterbatasan fisik.
Menariknya, di tengah ramai tudingan, justru muncul pertanyaan lain. Kenapa yang bekerja dan berinovasi terus disorot, sementara yang jelas-jelas bermasalah kadang luput dari perhatian. Realitanya, yang bergerak cepat sering kali jadi sasaran lebih dulu.
Percayalah, setiap kebaikan tidak akan sia-sia. Tetap ikhlas dan rendah hati, karena sering kali pertolongan datang dari arah yang tak disangka. Ikhtiar terus berjalan, demi keadilan yang sebenar-benarnya.
#GusYaqutAdalahKita#KebijakanBukanKejahatan#Harlah92GPAnsor
Di tengah ujian yang terasa berat, justru doa-doa terus mengalir. Para kiai sepuh berdiri memberi dukungan, menyebut Gus Yaqut sebagai sahabat perjuangan, sambil memohon agar jalan keadilan segera terbuka.
Dukungan moral dari para kiai begitu terasa. Kami yang di bawah ini hanya bisa ikut mengirim doa, berharap Gus Yaqut diberi keteguhan lahir dan batin dalam menghadapi semua ini.