Setelah Prabs dilantik pada 21 Okt 2024, rupiah saat itu di angka Rp. 15,490.
Kalo misal saat ini rupiah di angka 14,900 ya kita juga harus fair apresiasi effort Prabs dan tim.
Lah ini jebol 18,100 trus menguat dikit 17,937 udah minta disembah aja. The bar is fucking low brahhh
gadapet vc alias aku skip vc dulu ya! :((( @C_IndahJKT48
sementara, aku akan menjalani kehidupan normal bulan ini layaknya #priamatang pada umumnya dengan kolega.
Aneh ga sih?
Tujuan MBG itu untuk anak-anak sekolah.
Tapi ketika Dapur MBG dihentikan bahkan kalaupun cuma sementara, yang marah bukan anak-anak sebagai penerima Makan Bergizi Gratis.
Yang marah malah yang punya Dapur.
Gw termasuk yang selalu ngerasa ada yang aneh tiap masuk bioskop. Air putih botolan yang di Indomaret cuma 3 ribuan, di bioskop dijual 22 ribu. Mana tumbler juga dilarang masuk.
Gw selama ini mikir itu cuma "template bioskop" karena kebanyakan gitu. Ternyata pas gw bongkar lapkeu XXI, ini bukan sekedar iseng, tapi hasil desain yang strategis.
Sepanjang 2025, XXI (kode saham CNMA) cetak pendapatan sekitar Rp5,86 triliun. Dari situ, tiket nyumbang Rp3,6 triliun, dan makanan-minuman Rp2 triliun.
Coba resapi. Dari lima koma sekian triliun, dua triliunnya dari popcorn, soda, sama air botolan tadi.
Pasti ada yang nanya: kenapa nggak naikin harga tiket aja kalau mau cuan? Kenapa harus lewat snack?
Jawabannya ada di satu hal yang jarang dipikirin penonton. Tiket bioskop itu bukan sepenuhnya punya bioskop. Di model global, studio film ngambil potongan gede dari penjualan tiket, apalagi di minggu-minggu awal rilis. Angkanya bisa 60-70% lari ke studio (ini pola di pasar US, gw belum nemu rincian kontrak XXI yang dipublish).
Jadi dari tiket Rp50 ribu, yang nyangkut di kantong bioskop tipis.
Nah, makanan dan minuman beda cerita. Itu 100% punya bioskop, nggak dibagi ke siapa pun.
Dan marginnya brutal. Di chain gede kayak AMC sama Cinemark, margin F&B tembus 80 persenan. Popcorn yang modal bikinnya recehan bisa dijual dengan markup ratusan persen.
Ini namanya model "razor and blades". Sama kayak Xbox yang dijual rugi biar lo beli gamenya. Atau printer murah tapi tintanya mahal selangit.
Tiket itu umpan. Yang lo bayar pas haus dan laper di dalem, itu mesin duitnya.
Terus kenapa tumbler dilarang? Gw mau cerita sesuatu dulu.
April kemarin, XXI ngebolehin tumbler masuk. Dibungkus jadi kampanye lingkungan, "Save the Planet". Mereka bahkan klaim udah bantu ngurangin lebih dari 20 ribu kemasan plastik. Tanggal 6 Juni kemarin, kampanyenya kelar. Larangan balik lagi. Sehari kemudian, tweet kak @americhanoo_ viral.
Detik ketika lo masuk bioskop itu otomatis jadi captive audience. Nggak ada Indomaret di bioskop, nggak ada warung. Cuma ada satu penjual, dan dia yang nentuin harga. Air 22 ribu jadi masuk akal buat mereka, bukan buat lu.
Yang bikin gw mikir, ini nggak murni soal serakah.
Ada riset ekonomi yang nyimpulin snack mahal justru bikin harga tiket bisa ditahan murah. Yang nyubsidi tiket murah lo ya orang-orang yang jajan popcorn. Penonton dibelah dua: yang cuma nonton, sama yang nonton plus jajan.
Dan di Indonesia, XXI punya posisi industri bioskop yang bikin model ini makin kuat. Pas IPO 2023 mereka punya sekitar 225 bioskop, jauh di atas CGV (71) sama Cinepolis (60). Akhir 2025 udah 267 bioskop dan 1.388 layar.
Kalau satu pemain nguasain mayoritas layar, daya tawar lo sebagai penonton makin kecil. Istilahnya yak, terima aja lah kenyatannya gini hehe.
Jadi pas lo kesel liat air 22 ribu, perasaan diperes lo itu nggak salah. Lo emang lagi bayarin separuh ekosistem bioskop dari satu botol air.
Tapi yang lebih nyangkut di kepala gw: kalau snack mahal itu yang nahan tiket tetap murah, lo rela tiket naik asal boleh bawa tumbler sendiri? Atau biarin aja kayak sekarang?
Trossard: Melepas cinta itu memang berat
@DeadlineDayLive mengabarkan kalau Leandro @LTrossard menarik banyak peminat. Meski pemain kreatif asal Belgia ini sudah berusia 31 tahun, peminatnya justru bertambah.
Terakhir, peminat Trossard antara lain: Atletico Madrid, Aston Villa, Newcastle United, Internazinale Milano, Juventus, dan terakhir... Besiktas.
Atas apa yang Trossard berikan selama berseragam Arsenal sampai musim lalu, saya yakin banyak Gooners tidak akan rela begitu saja. Dan menurut saya, Trossard bisa memecah fans lebih sengit ketimbang berita transfer Gabriel Martinelli.
Tua, tapi dicinta
Melawan West Ham United, Arsenal terlihat sangat macet. Padahal, The Gunners harus menang untuk menjauh dari kejaran klub licin minyak jelantah berwarna biru langit itu. Ketika Odegaard merangsek ke kotak penalti, dari tengah, Trossard mengintai.
Ketika mendapat bola tarik dari Ode, Trossard melepas tembakan ke sisi kiri gawang. Tembakannya tak terlalu keras, tapi tak bisa dijangkau kiper West Ham. Gol, dan Arsenal menang tipis dengan skor 0-1.
Berkat gol krusial itu, cinta Gooners kepada Trossard naik sampai mentok. Di paruh akhir musim lalu, mantan pemain Brighton ini memang menjadi clutch player. Kontribusinya banyak menentukan kemenangan. Fakta bahwa dia semakin tua tak menyurutkan cinta Gooners.
Semakin tua, Trossard semakin dicinta. Dan atas segala kontribusi itu, melepas pemain berusia 31 tahun akan menyisakan sesak yang cukup dalam.
Usia dan sepak bola tanpa ampun
Masa edar pemain itu tidak panjang. Apalagi di zaman sepak bola industri di mana pemain dengan usia 29 sudah membuat rencana pensiun. Saat ini, Trossard sudah menginjak usia 31 tahun. Pemain kepala tiga tinggal menghitung jam saja untuk gantung sepatu.
Semakin kejam karena manajemen sebuah klub pasti sudah menyiapkan penggantimu. Karya dan catatanmu akan direkam dan dirayakan. Namun, jika sampai pada waktunya, yang bisa kamu lakukan adalah menerka sampai kapan matahari terbenam bernama regenerasi itu akan datang.
Arsenal sendiri dihubungkan dengan beberapa pemain yang sangat potensial menggantikan Trossard. Mulai dari Morgan Rogers, sampai Morgan Gibbs-White. Keduanya lebih muda dan menawarkan continuity dari sisi usia, potensi, ketersediaan diri, dan kualitas.
Matahari Rogers dan Gibbs-White masih di atas kepala. Masih akan menerangi Gooners sampai satu dekade ke depan. Sementara itu, Trossard, sudah di atas kapal, siap berlayar menuju tantangan baru.
Musim lalu, Trossard mencetak 6 gol dan 6 asis di liga. Catatannya jauh di bawah Morgan dan Morgan. Namun, di atas lapangan, catatan statistik bukan indikator utama.
Determinasi, pengorbanan, dan imajinasi yang berbuah jadi gol, atau kontribusinya kepada pertahanan, menjadi nilai tambah. Membuat cinta Gooners kapada Trossard semakin meluap.
Konon, Arsenal "hanya" akan meminta 20-25 juta paun saja jika ada yang berminat kepada Trossard. Harga yang terlihat sangat murah untuk kualitas Trossard, tapi mahal ketika kelak kita melihatnya berfoto dengan jersey klub lain.
Akhir kata, apakah Gooners akan ikhlas melepas Trossard "secepat ini"? Apakah tak ada ruang lagi untuk pesepak bola uzur yang masih tajam ini?
#COYG
#arsenal
@Arsenal