@adriansyahyasin Lihat visualisasi alur pedestrian di mata perancangnya aja dah ketahuan failed banget. Masak disamain ma alur kendaraan... Emang mereka gk tahu ada shortcut taman dukuh atas, terowongan Kendal dan tangga Stasiun Sudirman gitu? 😹
Selama donatnya ga terhubung dengan titik transit manapun secara langsung, ini cuma jadi another glorified JPO.
Terus orang yang mau naik LRT juga tetep aja ribet mesti ke Stasiun KRL dulu.
Dipikir-pikir gugatan ke Mahkamah Konstitusi itu mirip kaya "demo" versi lebih advanced.
1) Kita bisa protes, presentasikan data, memperlihatkan keadaan, ke negara.
2) Bebas dari gangguan parcok dan parjo.
3) Sidangnya beberapa kali, semua terekam live. Dokumentasinya ada PDF-nya semua.
4) Tiap sidangnya diliput sama jurnalis. Ditulis di berita di media.
5) Didengarkan hakim yang keputusannya bisa mengubah undang-undang.
6) Undang-undang mau gak mau dilaksanakan oleh pemerintah.
***
Saya ngikutin beberapa kasus di MK:
a) Tunjangan dan sertifikasi dosen diberhentikan selama tugas belajar
b) Tuntutan upah guru dan dosen agar minimum UMR
c) Tunjangan fungsional dosen yang nominalnya gak berubah sejak 2007
d) Anggaran pendidikan gak boleh dipakai MBG, digugat oleh 6-7 pihak sekaligus.
***
Semua keluhan yang nyata.
Sepertinya kita harus lebih banyak manfaatkan.
Kalau Gibran aja manfaatin, kenapa kita enggak?
Pedestrian deck yang ga nanggung.
Di Jakarta, pemilik bangunan masih ragu untuk membuka akses langsung ke dalam lahan. Sehingga, seringnya cuma berhenti sampai di perimeter lahan, terus jalan lagi ke dalem.
Ribet mesti naik turun.
Masih berpuas diri dengan sebiji koridor dekengan Pemprov kah, wahai @PemkotMalang yang gak bosen² aku tag?
Macet masih ada? Kapasitas belum maksimal? Ya itu karena feedernya bapuk. Ayolah berdayakan angkot dan bikin bus dalam kota yang at least layanin 3 terminal besar Malang.
Terlepas demo yang belum bisa mencapai titik seharusnya (Bundaran HI) karena sudah diblokade di depan UOB, tapi demo kali ini bisa dibilang cukup berhasil karena menghasilkan eksposure yang cukup gede.
Akses yang terjangkau dan terbuka mengundang banyak mata untuk melihat.
Banyak turis, pekerja kantoran, pekerja informal, pengunjung mal, dan warga sekitar merekam kejadian, bahkan sejenak bergabung untuk membersamai gerakan.
@akunhewan Tiongkok melemahkan mata uang setelah jadi pabrik dunia.
Kita mau melemahkan mata uang dulu sambil masih impor energi, pangan, dan bahan baku.
Mirip orang yang lihat juara F1 minum isotonik, lalu mengira isotoniknya yang bikin juara.
🤡🍿
nah sekarang malah jadi kepikiran, kalo rupiah lemah kan yg paling diuntungkan [dalam jangka pendek] adalah eksportir.
siapa eksportir terbesar di indonesia?
pemilik kebon sawit 👀
@tirta_cipeng terbiasa dikelilingin yes man dok
makanya setiap ada kritik, yang ditangkep bukan isi pesannya, tapi dianggap serangan personal
padahal kalau argumennya kuat, yang dibedah ya datanya. bukan orangnya.
Udah berkali2, pejabat kita dan kabinet ini memilih bahasa komunikasi publik yang kurang pas.
Aku hormat ama konstitusi, tapi sebisa mngkin komunikasi publiknya diperbaiki.
Sayang.
Peluang diskusi hal bagus di publik, jadi digeser ke personal.
Isu nya otomatis akan bergeser
Sedikit advice untuk tim kabinet dan pejabat:
Tolong jika lain kali ketika ada video kritik yg viral, jangan buru2 direspons.
Bedah per menit, respons dengan data.
Hindari bahasan personal.
Menggeser kritikan ke arah personal, itu menghilangkan inti dari video balasan.