Coba kamu bayangkan ini..
Di pusat galaksi Bima Sakti kita, ada monster gravitasi paling ganas: lubang hitam supermasif Sagittarius A*, yg massanya 4 juta kali massa Matahari, yg melengkungkan ruang-waktu sendiri.
Setiap 16 tahun sekali, ada 1 bintang pemberani bernama S2 yg menari mengelilinginya. Bintang itu melesat mendekat sampai cuma 20 miliar km, setara 120 kali jarak Bumi-Matahari dgn kecepatan lebih dari 25 juta km/jam! Hampir 3% kecepatan cahaya.
Selama 27 tahun penuh, para astronom ESO mengintip tanpa henti lewat Very Large Telescope. Mrk rekam setiap gerakan kecilnya.
Dan yg terjadi? Orbit S2 bkn lingkaran elips biasa seperti yg Newton bayangkan. Orbitnya sendiri berputar pelan2, membentuk pola roset cantik yg berlapis2, persis seperti yg Einstein ramalkan lebih dari 100 tahun lalu dlm Teori Relativitas Umumnya.
Bkn tebakan. Bkn filsafat. Ini pengukuran nyata di tempat paling ekstrem yg bisa kita jangkau.
Einstein benar, sekali lagi. Di ambang lubang hitam, di mana waktu melambat dan ruang melengkung gila2an, rumus Einstein tahun 1915 masih berdiri tegak. Manusia cuma duduk di kantor paten, tapi bisa memprediksi tarian bintang di 26.000 tahun cahaya jauhnya.. dan kita baru saja membuktikannya.
Ini buk cuma kemenangan sains. Ini pengingat: alam semesta ini jauh lebih aneh, lebih indah, dan lebih konsisten drpd yg kita kira.
Menakjubkan bgt ya?
✨KABAR TERBARU DARI APBN KITA✨
Ketidakpastian global mulai mereda. Pada 17 September lalu, The Fed menurunkan tingkat suku bunga acuan sebanyak 25 bps menjadi 4,25%.
Membaiknya kondisi ekonomi global diharapkan membawa angin segar bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.
😇