Inilah pasangan berbahagia tersebut.
Dunia ini kadang aneh. Kata @kucinghilang_, istri Gubernur Kalteng dapat ucapan ultah satu halaman koran penuh.
Dia kaget, usia si istri baru 27 tahun. Baca komentar, lebih kaget lagi, istri itu mantan pacar anak si gubernur. 😳
Demo Mahasiswa UI 18.09.26 :
Baru mulai dicegat hampir 10 ribu aparat gabungan
Gak bisa ke mana mana
Boro-boro ditemui pejabat
Ada yg diciduk
Pulang dgn perasaan kesal
Demo Botok Pati 27.08.26 :
Demo sebentar
Bertemu pimpinan DPR
Foto-foto
Pulang bahagia
Kontras yaa ? 🤭
Ada gila-gilanya dunia. Tadi liat berita, istri gubernur kalteng diucapin ulang tahun 1 halaman koran penuh. Terus kaget krn istrinya baru 27 tahun.
Baca komen lebih kaget lagi, istrinya itu ternyata mantan pacar anaknya gubernur kalteng. Gila ya semua???😭😭😭
CATAT! RUU Perampasan Aset berlaku buat kita semua bukan hanya koruptor!
1. Gak bayar pajak = aset dirampas
2. Sebar konten pornografi = aset dirampas
3. Beli motor/mobil bekas tanpa BKPB = aset dirampas
4. Jastip tanpa lapor bea cukai = aset dirampas
5. Jual skincare tanpa izin = aset dirampas
6. Karyawan gelapin uang kantor = aset dirampas
7. Ngetap dan jual BBM subsidi = aset dirampas
8. Pelihara binatang dilindungi = aset dirampas
Asal kena ancaman >= 4 tahun harta lo bakal dirampas!
Sejak awal so-so saja sebenarnya demo tgl 27 ini dan tuntutannya.
RUU Perampasan Aset memang dibutuhkan, tetapi jangan sampai karena ingin mengejar aset koruptor, kita justru menciptakan senjata baru yang bisa dipakai kekuasaan untuk membekukan rekening lawan politik. Dalam negara dengan penegakan hukum yang masih bisa dipengaruhi kepentingan politik, kewenangan besar tanpa pengawasan ketat adalah resep bagi penyalahgunaan.
Yang lebih mendasar sebenarnya UU pembuktian terbalik. Negara tetap harus membuktikan lebih dulu adanya indikasi kuat tindak pidana dan ketidakwajaran harta. Setelah itu, pemilik harta wajib menjelaskan sumber kekayaannya. Jangan dibalik menjadi: negara cukup curiga, lalu rekening dibekukan dan warga dipaksa membuktikan dirinya tidak bersalah.
Jangan sampai kita membuat pedang hukum yang tajam untuk koruptor, tetapi gagangnya dipegang penguasa. Masalahnya bukan sekadar apakah RUU ini segera disahkan, melainkan siapa yang mengendalikan kewenangannya, siapa yang mengawasi, dan apa jaminannya bahwa senjata itu tidak kelak dipakai untuk membungkam lawan politik.
Guys, kalian ditipu oleh DPR RI. Yg mereka mau undangkan adl UU Perampasan Aset Tindak Pidana scr umum dan BUKAN KHUSUS utk perampasan aset KORUPTOR.
UU ini berlaku utk perampasan aset seluruh kejahatan umum dan khusus spt maling jemuran, pengedar narkoba, pengutil di pasar (1)
🔴 Nasa'da görev yaptığını İddaa eden bir reddit kullanıcısı gerçek ve oynama yapılmamış roket kamerası görüntüsünü sızdırdı. Görüntü dakikalar içinde milyonlara ulaştı.
Sizce gerçek mi?
Kenapa ya IB broker forex itu ada ciri khasnya banget 😅
- wajah agak ndeso
- hobi flexing kekayaaan khususnya uang
- tinggal di rumah yang isinya rame2
- mobil gak ada plat
- backgroundnya selalu dari orang misqueen terus sukses dari trading
Oalah, pantesan bisa Rp0. Ternyata transfer BI-Fast itu aslinya cuma kena Rp19 perak doang dari Bank Indonesia capt wkwkwk 😭
Iya, semurah itu. Bukan Rp2.500, apalagi Rp6.500 kek zaman dulu capt.
Pertanyaannya nih, Kenapa bank konvensional kenain tarfi Rp2.500 ke kita, tapi bank digital bisa ngasih Rp0 alias GRATIS? Apa mereka gak rugi?
Yok kita bahas capt! 👇
Prompt Picture GPT, di ChatGPT
Prompt
Premium minimalist flat vector travel poster for SURAKARTA, vertical 3:4 format.
Design an original and sophisticated travel poster that captures the authentic visual personality of Surakarta (Solo) — a royal Javanese heritage city in Central Java, Indonesia, known for its palace culture, batik tradition, and refined old-world charm. The composition should feel custom-built for this city rather than following a reusable template.
CITY IDENTITY
Build the scene around these five elements:
Recognizable landmark/skyline: the silhouette of the Kasunanan Surakarta Palace (Keraton Surakarta) with its distinctive pendopo roof and watchtower (Panggung Sanggabuwana), rendered as a graceful architectural feature.
Locally distinctive way of moving through the city: a becak (pedicab) or andong (horse-drawn carriage) moving along a tree-lined boulevard, evoking Solo's unhurried pace.
Subtle everyday lifestyle moment: an artisan bent over a canting, hand-drawing wax patterns onto batik cloth stretched on a frame — Solo is one of Indonesia's most iconic batik-producing cities.
Native landscape/environment: the Bengawan Solo river winding at the edge of town, or a row of frangipani and banyan trees shading the palace square (alun-alun).
Natural point-of-view composition: a view across the palace's northern square (Alun-alun Lor) toward the keraton gate and watchtower, with a lone banyan tree and market stalls softly framing the scene.
TYPOGRAPHY
Place "SURAKARTA" in the upper-left area with clean, generous negative space.
Add one short, sophisticated English tagline inspired by the city's mood — something evoking royal heritage, batik craftsmanship, or timeless Javanese elegance. Choose the tone that best represents Solo's refined, unhurried character.
Typography should feel simple, editorial, spacious, and premium. Never let the text dominate the artwork.
VISUAL HIERARCHY
Main focal point: the keraton's gate and watchtower silhouette, or the iconic clock tower of Pasar Gede market.
Support with only 2–4 carefully chosen local elements: a becak, batik cloth on a frame, a banyan tree, or a market stall.
Avoid landmark collages. Keep the scene visually calm and deliberate.
PEOPLE
Include only 3–6 small-scale figures, each with a plausible activity connected to local life:
drawing batik with a canting, pedaling a becak, wearing traditional Javanese attire while walking to the palace square, selling jamu or snacks at a market stall, riding an andong, or sitting quietly beneath a banyan tree.
Avoid crowds and avoid making any single figure a dominant hero character. Figures should be naturally integrated into the environment.
LOCAL CHARACTER
Use only elements that genuinely fit Surakarta:
becak and andong (horse carriage)
Javanese palace (keraton) architecture with joglo/pendopo roof forms
batik cloth, canting tools, and wax-dyeing frames
banyan trees (beringin) framing the palace square
Pasar Gede market architecture (colonial-Javanese fusion)
traditional Javanese dress: kebaya, blangkon, batik sarong
soft references to gamelan or traditional street food carts (angkringan)
Keep transport and signage details subtle — use small icons like a palace clock, a market stall sign, or a becak bell, rather than large billboards.
ART DIRECTION
Aesthetic inspired by Japanese stationery design, luxury sticker illustration, premium commercial vector artwork, modern editorial travel branding, clean thin lines, uniform line weight, simple geometric shapes, flat color illustration, soft shapes, balanced visual rhythm, upscale minimalist postcard design.
COLOR SYSTEM
Build the mood primarily with: pale powder blue, soft dawn-sky blue, gentle misty blue, and cool breezy blues.
Balance with: warm ivory, cream, soft beige, muted sage green, earthy batik-brown neutrals, and simple architectural tones.
Use dusty rose or muted gold only as small accents — for batik motifs, palace roof trim, or traditional textile details.
Colors should remain soft, sophisticated, slightly desaturated, and cohesive.
MOOD
Serene, dignified, unhurried, quietly elegant, contemporary, refined — the feeling of a timeless royal Javanese town at rest in soft morning light.
IMPORTANT QUALITY RULES
The scene must feel specifically like Surakarta — not generic Central Java, not Yogyakarta, not another palace city. The keraton–batik–banyan tree blend is the unique signature that must be clearly visible. Do not reuse Yogyakarta's palace formula; Solo's keraton and square have their own distinct architectural character.
NEGATIVE PROMPT
No photorealism. No watercolor. No painterly brushstrokes. No gradients. No heavy shadows. No dramatic cinematic lighting. No paper texture. No excessive detail. No cluttered background. No landmark collage. No busy streets. No dominant hero character. No café composition. No layout copied from another city (especially Yogyakarta). No unnecessary decorative elements.
Makanya pelanggar HAM itu diadili, bukan dikasih kesempatan menjabat. Jadinya, nyawa manusia dan kerusakan alam cuma dianggap sebatas angka dan ga dihargai