Kebiasaan jelek sebagian orang Indo..
Mereka ga ngecek:
- Tambang-tambang Sherly
- Kinerja Sherly sebagai gubernur
- Kebijakan Sherly sebagai gubernur
- Rekam jejak dan pendidikan Sherly..
Yang mereka tahu...
"Wah, suami Sherly meninggal karena speedboatnya meledak saat kampanye"
"Wah, Sherly janda yang ditinggal sendirian secara tiba-tiba"
"Wah, Sherly punya pundak berat untuk meneruskan cita-cita suaminya"
Please lah rakyat Indo. Jangan fokus ke drama dan tragedi. Fokuslah ke hal yang objektif.
Demokrasi kita akan jalan di tempat kalau rakyat Indo masih berpikir seperti itu.
ALERTA
Dua orang ditangkap karena unggah pidato Prabowo soal nuklir Iran di Threads.
Padahal MK lewat putusan 115/2024 udah mutusin kalo kata “kerusuhan” di UU ITE cuma berlaku kalo ada kerusuhan fisik di dunia nyata, bukan di media sosial.
Tapi aparat kita tetap pake alasan “berpotensi menciptakan kegaduhan”.
Putusan MK diabaikan?
Bebaskan mereka.
#SalingJagaWarga
#BebaskanKawanKami
Perlu diingatkan lagi, Joko Widodo berulang kali menyatakan proyek KCJB menggunakan skema business to business (B2B), sehingga tidak menggunakan APBN dan tidak memerlukan jaminan pemerintah.
Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi, berkali-kali menegaskan bahwa utang proyek tidak akan dibayar menggunakan APBN dan mengkritik pihak yang menyebut proyek itu akan menjadi beban negara. Bahkan pada 2025 ia kembali mengatakan tidak pernah ada permintaan agar utang Whoosh dibayar memakai APBN. (tautannya: https://t.co/CJjEJwqPn4)
Sejumlah pejabat KCIC dan kementerian pada masa itu juga konsisten menyampaikan narasi bahwa proyek bersifat komersial (B2B) sehingga risikonya berada pada perusahaan, bukan negara.
Tak terhitung juga para politisi dan buzzer pendukung Jokowi saat itu yang menyampaikan narasi ini dan menyerang mereka yang mengritik KCIC. Jika sejak awal proyek dijanjikan sepenuhnya B2B tanpa membebani negara, mengapa kini penyelesaiannya harus diambil alih pemerintah?
Bagaimana pertanggungjawabannya? Kemana mereka sekarang?
Kalau LBP sih masih punya jabatan sih.
Katanya Prabowo lagi bete banget gara-gara cover Kompas edisi Rabu, 22 Juli 2026.
Di sampulnya ada foto murid-murid SD lagi makan MBG di depan bangunan sekolah yang rusak.
Kompas sendiri dari dulu dikenal sebagai media yang kritiknya halus, sopan, dan elegan ke pemerintah.
Kalau sampai menyampaikan kritik lewat sampul seperti itu, banyak yang menilai memang kondisi negeri ini sedang tidak baik-baik saja.
cerita pahit seorang satpam saat menjalankan tugasnya:
- ada satpam halte busway di Bundaran HI
- dia negur mobil Alphard item yang nerobos lampu merah pas orang lagi nyebrang
- sopir sama 2 penumpangnya malah turun, dorong-dorong si satpam
- terus bilang "saya juga aparat, gak takut"
- satpamnya ajak ke pos polisi, tapi tetap didorong-dorong di jalan
- sampai di pos polisi, salah satu orang itu nunjukin kartu tanda anggota
- eh malah kepala pos polisinya nyalahin si satpam,
- katanya dia gak boleh ketuk kaca mobil orang
- si satpam akhirnya minta maaf, sampai sujud
- karena ngerasa gak ada pilihan lain dia sendirian,
- sementara orang yang berantem sama dia ngancem
- mau laporin dia ke tempat kerjanya biar dipecat
Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
Tepat 3 tahun lalu, Barbie dan Oppenheimer rilis barengan lalu bikin bioskop serasa festival pop culture
Satu pink, satu nuklir
Dua vibe bertolak belakang malah lahir jadi fenomena "Barbenheimer" yang susah diulang
Kalian waktu itu nonton yang mana dulu?
Nah ini, yg gue bilang di postingan sebelumnya.
Si Don Rito kan ngaku kalau itu Emas miliknya.
Disatu sisi, rumah Si Febrie (eks-Jampidsus) dijadikan-> Kantor Yayasan Dakwah dan Pendidikan.
Ini nanti aset emas tersebut akan dibawah ke narasi:
ASET MILIK YAYASAN
Alasannya:
Dana itu untuk operasional yayasan dakwah dan pendidikan Islam yang membina sekitar 700 santri dari Papua dan Maluku yang menjalani program pesantren di Banten
Implikasinya jika itu punya YAYASAN, maka..
Melemahkan satu mata rantai bukti yang mengaitkan brankas tersebut langsung ke Febrie secara pribadi.
Mantap dramanya...
momen pak rangkuti resah dengan sistem hukum indonesia:
- kalau polisi bermasalah di serahkan ke kepolisian
- kalau kejaksaan yang bermasalah di serahkan ke kejagung
- kalau militer yng bermasalah di serahkan ke TNI
- tapi kalau rakyat sipil yang bermasalah 3 instansi ini bisa datang bersama sama
Hobinya seremonial dan kasi sambutan.
Kalo dikritik, tersinggungan lalu gas ke wa pribadi menuju doxxing.
Kerja nomer dua, nama baik adalah utama
Kalo melaju pake kendaraan, harus dikasi jalan
Kalo berobat harus dikasi spot terdepan.
👍
Top KOE
SING LIYANE BENG2
DEMOKRAT TAPI ANTI-DEMOKRASI
Ketika Menteri PU Bertindak Layaknya Firaun!!!!
Kepada Yang Terhormat Ketum Partai Demokrat, @AgusYudhoyono.
Apakah seperti ini wajah asli dari Partai Demokrat yang selalu menggaungkan nilai-nilai demokrasi? Awak bertanya langsung kepada kau karena Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, adalah kader sekaligus Wakil Ketua Umum DPP di partai yang kau pimpin.
Bagaimana mungkin demokrasi bisa berjalan sehat jika figur yang kau usulkan menjadi menteri justru menunjukkan watak yang sangat anti-demokrasi? Atau, apakah praktik pembungkaman dan dugaan KKN memang sudah dimaklumi di dalam internal partai kau?
SANDIWARA BIROKRASI
Jujur Malah Hancur
Ini bukan lagi sekadar rumor atau kabar burung. Ini fakta 100% valid karena awak telah memegang salinan surat keputusan baru dari MENTERI FIR'AUN INI, yang secara sepihak mencopot segerbong pejabat eselon di Direktorat Jenderal Cipta Karya .
Tragisnya wak, mereka diberhentikan dari jabatannya hanya karena berani bersuara jujur dan membongkar praktik penyimpangan serta KKN di dalam kementerian tersebut. Mereka yang mati-matian menjaga integritas justru ditumbalkan dan disingkirkan.
Berikut adalah daftar para birokrat yang menjadi korban kesewenang-wenangan Menteri PU Paok itu.
1. Rozali Indra Saputra
2. Ir. Prasetyo
3. Oscar R.H. Siahaan
4. T. Darwis G. Hamid
5. Qurrotu Ainy
Bau Menyengat Skandal di Kementerian PU
Melihat gaya kepemimpinan yang represif dan otoriter seperti ini, patut diduga kuat bahwa Menteri PU sedang menyembunyikan skandal besar. Aroma penyalahgunaan wewenang abuse of power di bawah kepemimpinannya sudah sangat menyengat dan telanjang di depan mata.
Sudah saatnya tim penyidik dari @KPK_RI , @KejaksaanRI , dan Tipidkor Polri turun tangan memeriksa Menteri PU ini tanpa pandang bulu. Atau... apakah karena beliau berasal dari poros partai koalisi penguasa sehingga para aparat penegak hukum menjadi ciut dan takut untuk menyentuhnya? Tegakkan keadilan, jangan tebang pilih!
PERBANDINGAN DEMOKRAT VS GOLKAR
BAHLIL vs DEMOKRAT
Mari kita bandingkan secara objektif wak. Bahlil Lahadalia, yang kerap mendapat sentimen negatif dan citra buruk di mata publik, setidaknya masih memiliki nyali untuk pasang badan dan memperjuangkan bawahannya.
Sebaliknya, Partai Demokrat yang selalu menjual branding santun, pro-rakyat, dan menjunjung tinggi nilai demokratis, justru melahirkan menteri yang perilakunya bertolak belakang. Dody Hanggodo justru mempertontonkan watak otoriter yang anti-kritik dan gemar bersih-bersih demi mengamankan kepentingannya.
Ultimatum untuk AHY
Sudah saatnya @AgusYudhoyono mengambil tindakan tegas dengan memecat Dody Hanggodo dari keanggotaan partai dan menariknya dari kabinet. Namun, jika sang Ketua Umum memilih diam dan tidak berani mengambil tindakan, maka awak berhak berasumsi, Partai Demokrat secara sadar merestui dan mendukung praktik otoritarianisme serta pembungkaman yang sedang dimainkan secara terang-terangan oleh kadernya di Kementerian PU.
Jangan sampai jargon DEMOKRAT hanya menjadi tameng kosmetik untuk menutupi mentalitas oligarki yang anti-demokrasi!
Pas lagi jalan santai sore tadi.
"Pak, mau nasi goreng nggak?" tanyaku ke bapak pemulung yang lagi duduk di pinggir jalan sambil ngeliatin penjual makanan.
"Mau, Bu," jawabnya malu-malu.
"Oke, bentar ya Bu pesenin."
Pas mau nyebrang ke tukang nasi goreng, tiba-tiba bapak pemulungnya lari nyamperin aku.
"Bu, boleh beli kue putu aja?" tanyanya pelan sambil nunjuk tukang putu yang dari tadi cuma bengong nunggu pembeli.
"Oh boleh. Bapak lagi pengen kue putu ya?" candaku.
"Nggak, kasihan yang jual dari tadi belum ada yang beli, Bu."
Aku langsung diem... 🥺
Akhirnya tetap beli nasi goreng, sekalian beli beberapa bungkus kue putu buat bapaknya.
"Bu, ini kebanyakan. Boleh nggak dua bungkus buat temen saya yang di bawah terowongan jembatan tol sana?" katanya sambil nunjuk ke arah sana.
Aku iyain.
Dan bener aja, di terowongan itu ada pemulung lain yang badannya kurus banget, lagi tidur meringkuk di atas kardus. 🥺
Ironis ya, di negeri ini masih banyak pejabat yang tanpa malu nguras uang negara buat kepentingan pribadi. Sementara di sisi lain, ada orang yang hidup serba kekurangan tapi masih mikirin orang lain sebelum dirinya sendiri. 🥺
Malam ini aku ngelihat rasa peduli yang bener-bener tulus.
Seorang bapak pemulung yang peduli sama tukang putu karena dagangannya sepi. Tukang putu yang ngasih bonus beberapa potong kue sebagai ucapan terima kasih. Dan pemulung di terowongan yang meluk kue putu itu penuh rasa syukur karena masih ada temannya yang peduli sama dia. 🥺❤️
Yuk, saling baik sama sesama.
"No act of kindness, no matter how small, is ever wasted." — Aesop.
Menengah itu apes mas, lebih deket ke jurang kemiskinan daripada chance ke kaya.
Udah pph kena, ppn kena, subsidi cuma dapet tertentu (pertalite) wkwwkwk, gaji naik susah pula wkwkwkw
Solusinya: double job.
Edan
Trade off ama health ini
ga heran kalo indonesia jadi negara penyiksa hewan nomor 1 di dunia.
tahun 2025 aku pernah diwawancara langsung untuk membahas ini.
tebak, apa yang bikin penyiksaan hewan tinggi banget di indo? bener, lemahnya hukum.
btw ni orang bukan anak-anak lagi ya. channel youtubenya besar banget dan penyebarannya tinggi.
selain itu, penonton yang kemungkinan besar adalah anak-anak bisa reply di kolom komentar untuk minta hewan yang dia kontenin.
cara itu kemungkinan dia lakukan supaya memancing penonton untuk subscribe dan interaksi di channelnya.
Nadiem Makarim, secara posisi dan ekonomi sudah lebih dari mapan.
Ayahnya, Nono Anwar Makarim, pengacara kondang, lulusan Harvard Law School.
Ibunya, Atika Algadri juga lulusan master Harvard, aktivis sosial, salah satu pendiri majalah Femina.
Nadiem sendiri juga lulusan Harvard, pendiri Gojek, mantan Menteri Pendidikan.
Bayangin sekeluarga Harvard!!
Tapi tetap didakwa 10 tahun penjara + uang pengganti Rp809 miliar.
Kalau orang dengan privilege SELANGIT seperti ini aja bisa begini..
GIMANA NASIB yang dari keluarga biasa, dan menengah ke bawah???