Ada nikmat orang lain yang cukup kita lihat lalu doakan.
Tidak perlu iri. Tidak perlu merasa tertinggal. Tidak perlu mencari alasan mengapa hidupnya lebih baik.
Karena rezeki bukan kue yang habis ketika orang lain mengambil potongannya.
Today’s Affirmation
Astaghfirullah wa atubu ilaih.
Ya Allah, aku tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi. Namun, aku masih bisa belajar darinya.
Ampuni setiap kesalahan yang pernah kulakukan. Jangan biarkan rasa bersalah membuatku terus menghukum diri sendiri. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk kembali kepada-Mu, bukan alasan untuk semakin menjauh dari-Mu.
Ya Tawwab, Ya Ghafur, Ya ‘Afuww, Ya Rahim…
Ampuni aku, maafkan aku, dan tuntunlah aku untuk menjadi lebih baik.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤍
Aku pernah baca satu kutipan, katanya:
“Ada konsep psikologi yang disebut closure illusion, yaitu pas kamu terus cari jawaban, padahal jawabannya sebenernya udah keliatan dari cara seseorang perlakuin kamu.
Terkadang, jawaban yang paling jelas bukanlah yang diucapin, melainkan perlakuan yang mereka tunjukkin secara konsisten dalam jangka waktu yang lama.”
Percayalah, sebelum seorang perempuan bener-bener ikhlas sama takdirnya, mungkin dia pernah berada di titik di mana dirinya hampir kehilangan arah karena sebuah takdir yang sama sekali gak dia duga.
Dia pernah ngabisin begitu banyak air mata cuma buat belajar nerima kenyataan.
Jadi, jangan karena sekarang kamu liat dia udah bahagia dan tenang, lalu mikir dia gak pernah ngerasain apa-apa.
aku selalu berdoa jangan beri rasa iri di hatiku tentang apapun jika aku melihat orang lain lebih beruntung dariku, dan tolong hilangkan perasaan iri oranglain kepadaku agar bahagia ku tidak menyakiti hati mereka
ternyata "breadcrumbing" itu seserem itu ya…..
dia ga ninggalin, tapi dia juga ga memperjuangkan. dia nyaman dengan keberadaan mu, tapi dia ga mau tumbuh bersamamu, dia mempertahankan mu, tapi dia ga berusaha membuat kamu merasa dicintai, dia takut kehilangan mu, tapi dia ga mau memberikan kepastian untukmu.
inti ceramah jumatan hari ini:
“jangan batasi doamu dengan logikamu, mintalah yang terasa mustahil, karena yang kamu ajak ngobrol ini bukan (Manusia).”
Allah so, so, so, so, so, so, so, so, so, so powerfull.
Salah satu tanda kedewasaan adalah tidak memiliki keinginan untuk terlihat. Kamu tetap bahagia meski tidak ada yang tahu, tetap berkembang meski tidak ada yang memuji, dan tetap berjalan meski tidak ada yang memperhatikan.
Hidup sudah semengalah ini.
Menjaga perasaan orang.
Mengerti keadaan orang.
Berkali-kali menahan diri.
Tapi sekali memilih diri sendiri, langsung dibilang egois.
Ternyata orang lebih mudah mengingat satu penolakan daripada seribu pengorbanan.
Punya pasangan yg gak sejalan dalam cara berpikir itu ternyata capek banget. Bukan karena dia jahat, tapi karena setiap kali kamu butuh dimengerti, dia malah sibuk membela sudut pandangnya sendiri.
Kamu lagi kecewa, dibilang berlebihan. Kamu lagi terluka, dibilang terlalu sensitif. Sampe akhirnya kamu capek bukan karena masalahnya, tapi karena harus terus menjelaskan kenapa kamu bisa merasa sesakit itu.
Saya masih percaya kalo perselingkuhan itu terjadi 100% karena cewenya. Laki laki hanya mengikuti birahinya.
Udah ngebuktiin sendiri, cwe digodain gak mau yaa ga bakal kejadian.
Jadi STOP bilang “laki lu yang salah”.
Gw mendukung 1000% jambak & cabein mekinya
pantes ya pahala memaafkan itu tidak terbatas. bayangin kita yang ngerasain sakitnya, nangisnya, gemeterannya, emosinya, seseknya, sakit kepalanya, kena mentalnya, trus issuenya, tapi kita juga yang harus bisa memaklumi. sedangkan orang yang jadi masalahnya bisa dengan mudah hidup tenang, dan melanjutkan hidup setelahnya.
Semakin dewasa, kamu tidak lagi sibuk mengajari orang bagaimana memperlakukanmu. Kamu cukup mengamati. Lalu menyesuaikan. Karena perlakuan seseorang adalah informasi, bukan teka-teki.
someone told me, “never trust a man who would rather teach you a lesson than make sure you feel safe.” and honestly, i had to share. the right person won’t punish you for having feelings they’ll care about how you feel.