⚠️Trigger Warning : Kekerasan Seksual terhadap Anak
Gila banget sih… Baru baca berita soal guru perempuan (PPPK) di Tanjung Balai.
Dia sengaja bawa murid laki-lakinya sendiri yang masih SD ke rumah, trus diserahkan ke suaminya buat dilecehkan dan disodomi berulang kali sejak bulan Mei lalu.
Iya, guru yang seharusnya di Gugu & di Tiru malah kelakuan nya iblis gini 😭
Kasusnya ketahuan karena anaknya tiba-tiba gamau ke sekolah hampir dua minggu.
Ibu tirinya curiga, akhirnya dibawa ke klinik, dan dari situ baru ketahuan ada luka yang nunjukin kekerasan seksual.
Warga sekitar langsung kaget dan marah, ramai-ramai datengin rumah pelakunya. Sekarang keduanya lagi diperiksa polisi.
Kasian banget korbannya, ga tega … dan infonya dia anak yatim pula 😭💔
Jadi makin yakin kata-kata yg bilang, manusia itu lebih menakutkan daripada setan.
Kawal Kasus Fandi Ramadhan, ABK yang didakwa hukuman mati karena membawa 2 TON SABU ‼️🚨
Jadi Fandi ini adalah seorang pria berusia 26 tahun asal Medan, saat itu Fandi mendapatkan panggilan untuk bekerja di sebuah kapal cargo Thailand bernama North Star, dengan bayaran $2000/bulan dengan kontrak kerja selama 6 bulan.
Pada 1 Mei 2025, Fandi datang ke rumah Hasiholan Samosir (kapten) di Medan, dan saat itulah untuk pertama kalinya Fandi bertemu dengan sang kapten. Selanjutnya Fandi bersama 3 orang lain berangkat ke Bangkok, Thailand.
Sesampainya di Thailand, Fandi diinapkan di hotel selama sekitar 10 hari, karena kapal cargo North Star katanya “masih disiapkan”.
Kapten bilang Fandi akan dipindah dulu ke kapal tanker Sea Dragon selagi kapal North Star masih disiapkan. Fandi sempat heran dan bertanya, tapi akhirnya mau tidak mau tetap mengikuti instruksi karena sudah di Thailand dan kontrak sudah ditandatangani.
Fandi & kru lain kemudian naik speedboat dari Sungai Surakhon (Thailand) ke kapal Sea Dragon yang sedang berada di tengah laut. Disana dia bertemu dengan 2 kru WNA asal Thailand yaitu Weerapat Phongwan (alias Mr. Pong) dan Teerapong Lekpradub
Pada 14 Mei 2025, Fandi resmi bekerja sebagai ABK mesin (posisi paling bawah). Di hari yang sama, ia menerima uang panjer gaji sebesar Rp 8.244.250.
Pada 17 Mei 2025 (3 hari setelah berlayar),
Pada tengah malam sebuah kapal nelayan berbendera Thailand mendekati Kapal Sea Dragon. Kedua kapal ini kemudian saling memberikan kode isyarat (entah dengan lampu atau sinyal)
Fandi diberitahu oleh Kapten bahwa ada barang yg harus dimuat di kapal Sea Dragon atas perintah bos pemilik kapal yaitu "Mr.Tan" alias "Jacky Tan", dan saat ditanya apa isinya sang kapten berkata bahwa isinya "uang & emas"
Proses pemindahan muatan pun dimulai, karena hanya ada sedikit orang, maka semua kru diatas kapal Sea Dragon termasuk Fandi disuruh untuk membantu mengangkat 67 kardus besar tersebut.
Fandi sudah menaruh curiga, dan terus bertanya sebenarnya apa isi 67 kardus tersebut? bahkan sempat mengajak kru lain untuk mengecek isinya bersama-sama, tapi kapten tidak mengizinkan karena itu bukan wewenang mereka.
Fandi semakin curiga setelah kardus-kardus tersebut justru disimpan di ruang palka,ruang mesin,dan tangki bahan bakar kapal Sea Dragon. Namun sekali lagi, Fandi tidak bisa berbuat apa-apa dibawah perintah kaptennya
Pada tanggal 21 Mei 2025, kapal Sea Dragon memasuki perairan Indonesia, dan dihentikan oleh tim gabungan BNN RI, Bea Cukai dan TNI AL di perairan Karimun, kepulauan Riau.
Saat digeledah, petugas menemukan bahwa 67 kardus yg dibawa tadi isinya adalah sabu dengan berat total hampir 2 ton. Enam orang kru termasuk Fandi akhirnya ditangkap.
Persidangan di Pengadilan Negeri Batam memanas. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana mati terhadap Fandi Ramadhan (5 Februari 2026), Hasiholan Samosir, dan beberapa terdakwa lain atas pasal penyelundupan narkotika lintas negara (UU Narkotika).
Jaksa menilai Fandi tau bahwa isi dari kardus tersebut adalah narkoba, terlebih dengan adanya transferan senilai 8 juta di awal, dianggap sebagai 'ongkos' atas jasa Fandi dalam transaksi barang terlarang ini.
Keluarga dan kuasa hukum (termasuk Hotman Paris) membela, dan sidang pembelaan digelar, keluarga Fandi dan Hasiholan (kapten kapal), menangis memohon keadilan.
Namun pada 25 Febuari, jaksa penuntut umum tetap dengan pendiriannya yaitu hukuman pidana mati untuk keenam terdakwa.
Menurutku kasus ini banyak banget kejanggalan nya, tapi sayangnya saat ini kita hanya bisa menunggu jadwal putusan hakim yg akan segera keluar pada Kamis, 5 Maret 2026.
Seorang pemuda yang cuma cari kerja halal, dijebak sindikat internasional, Sementara Mr. Jacky Tan sang pemilik kapal masih santai di luar sana.
Apakah hukum kita benar-benar buta terhadap yang lemah? 💔
APA MEMANG POLISI INDO HANYA KERJA SERIUS SAAT KASUSNYA VIRAL ❓
Trigger Warning : Pelecehan Seksual
Pelaku : rekan kerja cowok 40 thn (sudah menikah + punya anak).
Mulai Oktober 2025, pelecehan berulang (sampe 3x).
Korban selalu nolak & bilang udah punya tunangan (bahkan pake cincin), tapi pelaku tetap maksa + ancam korban.
Bagian paling taiknya, waktu korban lapor ke polisi, harus nunggu dari jam 6 sore sampe jam 9.30 malam, waktu polisi akhirnya datang, bukannya bantu malah bilang :
“Kalo kejadiannya sampe 3× namanya bukan dilecehin neng, itu mah doyan!”
Korban langsung dihakimi sebelum cerita selesai. Bukti dianggap “kurang kuat” karena :
• Kasus udah lama
• Tidak langsung lapor
• Tidak ada robekan baju atau memar
Jadi dianggap BUKAN korban pemerkosaan.
ANJING ‼️
JANGAN OVERSHARE KE MEDIA SOCIAL ‼️
Kasus penculikan & pembunuhan anak bos mafia, Igor Kamarov, yang sampai saat ini menghilang di Bali. 🚨🩸
Beberapa bulan lalu, internet dihebohkan dengan tersebarnya video seorang warga asing dalam kondisi babak belur sedang menangis, memohon agar keluarganya membayar tebusan uang sebesar $10 juta.
Setelah ditelusuri,diketahui bahwa orang di video tersebut adalah Igor Kamarov, seorang warga negara Ukraina yg berusia 28 tahun.
Igor diketahui merupakan anak dari bos kriminal (mafia) yg sangat terkenal di Ukraina yaitu Oleksandr “Narik” Petrovsky.
Sekitar pertengahan Februari 2026, Igor bersama dua orang lainnya, sedang liburan di Bali.
Dua orang tersebut adalah pacarnya, Yeva Mishalova (influencer Ukraina berusia sekitar 25 tahun) & seorang temannya bernama Yermak, yang juga merupakan anak dari bos kriminal Ukraina lain
Yeva yg merupakan seorang influencer tentunya juga sering membagikan kegiatan liburan mereka selama di Bali, tanpa sadar bahwa itu adalah awal dari kejadian mengerikan.
Pada 15 Februari 2026, sekitar pukul 22.20 WITA, di kawasan Jalan Raya Jimbaran, saat sedang berjalan-jalan santai, tiba-tiba mereka diserang oleh sekelompok pria asing.
Igor diculik paksa, sementara Yeva dan Yermak berhasil kabur. Yermak langsung lapor polisi, dan kasus masuk ke Polsek Kuta Selatan pada 16 Februari.
Beberapa hari kemudian, sebuah video berdurasi 3 menit beredar luas, di dalam video tersebut Igor terlihat babak belur, mata lebam parah, menangis memohon keluarganya (terutama ayahnya) untuk membayar $10 juta (sekitar Rp 160 miliar).
Di dalam video itu juga, Igor mengatakan bahwa penculiknya menuntut uang yang katanya "dicuri" oleh ayahnya dari kelompok kriminal lain.
Igor juga mengatakan bahwa beberapa jarinya sudah dipotong oleh penculik, serta lengan dan kakinya patah. Dia juga bilang kalau tebusan nya tidak dibayar, di video selanjutnya penculiknya akan menyiksanya lebih parah lagi.
••••••••
Pada tanggal 26 Februari, di area pantai Ketewel, Kec Sukawati, Gianyar, Bali. Seorang warga yg sedang berolahraga pagi dikejutkan saat tanpa sengaja menemukan potongan tubuh manusia.
Potongan tubuh tersebut tersebar di beberapa titik berbeda di pantai/muara sungai yang terpencil, dengan kondisi yg sudah membusuk. Ahli forensik memperkirakan korban sudah meninggal lebih dari 3 hari sebelum ditemukan.
Saat diselidiki, polisi menemukan adanya tato khas yang jadi petunjuk kuat yaitu :
• Gambar Bunda Maria pada salah satu potongan lengan.
• Jam dengan angka Romawi dan elemen clock.
Polisi mengatakan kemiripan tato ini mencapai 80% dengan tato yang dimiliki Igor.
Meskipun sampai dengan saat ini, polisi belum memberikan pernyataan resmi, namun banyaknya kecocokan membuat orang-orang yakin bahwa potongan tubuh tersebut adalah milik Igor.
Berdasarkan update terbaru dari Polda Bali, polisi sudah menetapkan 7 tersangka dimana semuanya adalah pria WNA.
Mereka diidentifikasi lewat CCTV, GPS mobil sewaan, jejak darah di vila Tabanan dan Avanza, serta keterangan saksi.
Untuk sementara tersangka yang sudah tertangkap baru 1 orang, berinisial C (atau CH di beberapa laporan).
C ditangkap di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23 Februari 2026.
Sisa 6 orang lain yaitu RM, BK (atau PK di beberapa sumber), AS, VN, SM, DH, semua sudah berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang). Polda Bali sudah mengajukan Red Notice Interpol untuk memburu mereka lintas negara, karena sebagian diduga sudah kabur keluar Indonesia.
Apakah ini akhir cerita, atau masih ada twist gelap di balik perang mafia?
Yang pasti : jangan pernah anggap remeh postingan kecil di sosmed.
Stay Alert, Stay Safe 🏖
Baru banget abis nonton podcast Denny Sumargo soal kasus Nizam Syafei (12 thn) di Sukabumi.
Bocah yg disiksa ibu tirinya sampai badan melepuh parah, dipaksa minum air panas mendidih, dan akhirnya meninggal 19 Feb 2026 💔
Jujur banyak point yg janggal sih menurutku ..
Konteks : TR (Ibu tiri) punya 2 anak angkat (satu cewek yg udah dewasa, satu lagi cowok kelas 3 SMA yg masih tinggal serumah)
Anwar (ayah Nizam) curiga ada hubungan nggak wajar antara anak angkat cowo & TR, soalnya pernah memergoki anak angkat keluar kamar TR cuma pakai kolor, TR pakai daster, waktu ditanya alasannya, katanya "tadi habis mijitin ibu"
Note : Anwar & TR sering cekcok gara-gara permasalahan anak, sampai akhirnya ada kesepakatan kalau si anak angkat + Nizam dimasukkan pesantren.
• Anwar pernah pulang diam-diam pas TR chat "jangan pulang dulu", eh ternyata anak angkatnya ada di rumah (padahal harusnya lagi di pesantren) & anak itu langsung kabur pas lihat Anwar.
• Kalau ada masalah, TR lebih membela anak angkat, dan yg sering kena pukul adalah Nizam
• Sampai sekarang TR menyembunyikan keberadaan si anak angkat itu dari Anwar.
• Nizam sudah melepuh parah, tapi Anwar bisa tidur nyenyak, dan baru besok siang bawa ke RS. Kok bisa santai liat anaknya begitu?
• Tahun lalu TR juga pernah KDRT Nizam, tapi Anwar memaafkan & menyelesaikan kasusnya secara kekeluargaan.
Asli setelah denger podcastnya, menurutku kasus ini tuh gabungan kekerasan + ignorance dari para orang dewasa yang seharusnya melindungi Nizam sih 💔
Kalau ada yg belum terungkap semoga kebenaran segera terbuka &
semoga Nizam damai di surga ya nak 🕊
Kalau kalian lagi main ke Bali, sekali-sekali cobain deh pesen menu legend ini, namanya "Rujak Kuah Pindang"
Yap seperti namanya, rujak ini base kuahnya terbuat dari rebusan ikan tongkol/tuna yg dicampur dengan berbagai rempah-rempah supaya tidak amis. Air rebusannya ini yg kemudian disebut dengan nama 'Kuah Pindang'.
Jadi rujak ini cukup berbeda ya dengan rujak pada umumnya yang menggunakan gula merah sebagai bumbu utama.
Oh iya, kuah pindang yang sudah diolah tadi kemudian dicampur juga dengan terasi bakar, garam, cabai dan gula pasir ( gula merah juga bisa sih, sesuai selera aja )
Step terakhir tinggal masukin buah-buahan nya, and done ~
Rasanya enakk asli ga boong ! gurih pedas segerr gitu, dan sama sekali ga amisss ❌️
Gimanaaa? kalian berani gak nyobain Rujak Kuah Pindang 👀
Si Erzalul Tulul ini banyak skin nya ternyata, pernah jadi :
• Guru SMP (dipecat karena cabul ke siswa)
• Sales MLM
• Sales Property
• Sutradara bodong cabul
Infonya ni org emang jago ngomong & manipulasi.
Jaga anak-anak kalian guys, pedofil ada dimana-mana 💔
KAWAL KASUSNYA 🚨‼️
Polisi TEWASKAN Warga Sipil LAGI ‼️
Kasus yang lagi bikin geram se-Indonesia ini benar-benar menyayat hati.
Seorang anak 14 tahun bernama Arianto Tawakal (AT), pelajar MTS di Tual, Maluku Tenggara, tewas setelah dianiaya Bripda MS (Brigadir Dua Masia Siahaya), anggota Brimob Polda Maluku.
Bayangin, anak sekolah yang lagi naik motor bareng kakaknya setelah selesai sahur, tiba-tiba dicegat, dituduh balap liar, lalu dipukul pakai helm sampai terpental dan luka parah.
Kejadiannya terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026 dini hari (sekitar pukul 02.00 WIT), saat itu Bripda MS sedang patroli cipta kondisi bersama timnya di Jalan RSUD Maren, Kota Tual.
Kemudian, Bripda MS melihat AT & Kakaknya, Nasri Karim (15 tahun) sedang menaiki motor dan langsung menghentikan mereka.
Bripda MS menuduh AT dan kakaknya sedang balap liar, lalu tanpa ampun, oknum ini langsung memukul wajah korban memakai helm dengan sangat keras sampai AT terjatuh, dan mengalami luka berat di kepala dan tubuhnya. Sang kakak juga terjatuh dari motor hingga tangannya patah.
Korban lalu dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun, tapi sayang, keesokan harinya (20 Februari) sekitar pukul 13.00 WIT, AT dinyatakan meninggal dunia.
Seorang anak meninggal begitu saja karena kekerasan yang seharusnya dicegah aparat 💔
Warga dan keluarga korban yg emosi berat langsung beramai-ramai mendatangi markas Brimob di Tual, meluapkan amarah atas tindakan yang dianggap seperti preman, bukan pelindung masyarakat.
Polres Tual melakukan gelar perkara, dan langsung menetapkan Bripda MS sebagai tersangka penganiayaan berat terhadap anak di bawah umur yang berujung kematian.
Pelaku ditahan di Rutan Polres Tual, lalu dibawa ke Mapolda Maluku di Ambon untuk sidang kode etik.
Pelaku juga dijerat Pasal 76C jo Pasal 80 UU Perlindungan Anak (ancaman hingga 15-16 tahun penjara) dan Pasal KUHP terkait penganiayaan menyebabkan kematian
Sampai hari ini, proses hukum masih berjalan dengan janji transparansi penuh dari Polri. Semoga keadilan segera ditegakkan.
RIP untuk Arianto Tawakkal 🕊️semoga amal ibadah nya diterima disisi Allah SWT.
Dan semoga keluarga yg ditinggalkan diberikan kekuatan & ketabahan menghadapi duka yg mendalam 🙏
#StopKekerasanAparat