Jangan Pernah Membandingkan Sir Alex dengan Guardiola
Sir Alex Ferguson dan Pep Guardiola.
Dua nama besar, sering dibandingkan.
Padahal… kalau kita tarik dari awal, ceritanya akan berbeda jauh.
Pep Guardiola baru pertama kali dipercaya melatih tim utama Barcelona pada musim 2008/09. Setelah menimba ilmu di Barcelona B, selama satu musim (2007/08)
saat memegang kendali team utama Barcelona, dia langsung dikasih tim yang isinya Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, sampai Sergio Busquets, Samuel Eto’o, Thierry Henry
Generational talents. Sistem udah jadi. Filosofi klub juga udah kebentuk dari akademi.
Pep tinggal nyusun puzzle yang emang udah mahal dari sananya, ibarat dia lagi balapan di Moto3 tapi dia pake motor spesifikasi MotoGP
Hasilnya? Treble. Dominasi Eropa. Sepakbola yang katanya “beautiful game”.
Fair. Gak ada yang salah, dia jenius.
Tapi.........
Sebenarnya Bung Hatta mampu aja membeli perhiasan — tapi ia lebih memilih memberi buku yang ia tulis sendiri sebagai mas kawin. Bukan karena miskin. Tapi karena ia ingin menghidupi apa yang ia tulis: bahwa dalam filsafat Yunani, cinta tertinggi bukan yang diukur dengan karat emas, melainkan dengan kedalaman jiwa yang dihadiahkan. Plato menyebutnya cinta pada kebenaran. Aristoteles menyebutnya persahabatan karena kebajikan. Hatta cukup menyebutnya — mas kawin.
Laki-laki paling gampang disentil urusan keluarga: mau dibully, dihina, atau dicaci sekeras apapun biasa aja.
Tapi kalo ada anggota keluarganya yang diusik atau dihina, emosinya langsung meledak.
Misalnya case yg cukup terkenal, carok di Madura. Biasanya carok terjadi karena ada harga diri yg diinjak, entah keluarga atau perempuan/istri diusik.
Atau case, seorang laki-laki yg anak perempuannya disakiti atau istrinya digoda. Pasti bakal maju paling depan.
Begitulah insting laki-laki sebagai pelindung keluarga.
Reporter: Why didn’t you inform allies before attacking Iran?
Trump: We wanted surprise—who knows better about surprise than Japan? Why didn’t you tell me about Pearl Harbor?
Gak kaget sih @txtkarir, kalau lihat perjalanan sejarah PP
1959 — Didirikan Jenderal AH Nasution sebagai sayap pemuda IPKI, murni untuk lawan PKI & jaga Pancasila.
1965 — Terlibat pembantaian simpatisan PKI. Nama PP mulai ditakuti.
Orba — Soeharto 'memanfaatkan' PP sebagai 'tangan ketiga' di luar TNI & Polri. Para preman masuk massal karena seragam oranye = proteksi.
1981 — Japto jadi Ketum. Ormas makin erat dengan bisnis keamanan, parkir, lahan.
Reformasi — PP masih eksis, bahkan rangkul elite politik. Mulai dari Jokowi hingga Anies Baswedan.
2025 — KPK geledah rumah Japto, sita 11 mobil.
Dari anti-PKI jadi ATM pengamanan. Nasution pasti nggak pernah bayangin ini 🤦
Kebanyakan orang cuma kenal 1 sumber penghasilan: gaji. Padahal ada banyak cara uang bisa masuk ke hidup kita.
Contohnya:
• Gaji → dari pekerjaan
• Laba → dari bisnis
• Bunga → dari meminjamkan uang
• Dividen → dari kepemilikan saham
• Capital gain → dari kenaikan nilai aset
• Sewa → dari menyewakan aset
• Royalti → dari karya atau ide
Semakin banyak sumber income, semakin kecil hidup kamu bergantung pada satu pintu saja.
Prof Jiang Xueqin memprediksi AS akan kalah dalam perangnya melawan Iran karena beberapa faktor:
Kesiapan Jangka Panjang Iran
Iran telah mempersiapkan diri untuk konflik ini selama 20 tahun secara ideologis. Mereka menerapkan strategi perang atrisi atau pelemahan bertahap dan menggunakan jaringan proksi seperti Houthi, Hizbullah, Hamas, serta milisi Syiah untuk menjalankan strategi penghancuran terhadap AS.
Ketimpangan Biaya Militer
Sistem pertahanan AS dirancang menggunakan teknologi mahal peninggalan era Perang Dingin. Dalam konflik ini, AS harus menggunakan rudal dan pencegat senilai jutaan hingga puluhan juta dolar hanya untuk menjatuhkan drone Iran yang seharga USD 50 ribu. Ketimpangan ini membuat persediaan amunisi AS cepat menipis dan tidak berkelanjutan untuk perang jangka panjang.
Serangan ke Infrastruktur Negara2 Teluk
Alih2 hanya menyerang pangkalan militer, Iran menargetkan infrastruktur energi dan pabrik desalinasi air di negara2 Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar. Kehancuran pabrik air dapat melumpuhkan negara-negara tersebut dalam hitungan minggu.
Ancaman Runtuhnya Petrodolar dan Ekonomi AS Kelangsungan hidup negara-negara Teluk sangat krusial bagi AS karena mereka mendaur ulang petrodolar ke dalam pasar saham AS, termasuk mendanai investasi AI. Jika negara-negara Teluk lumpuh dan tidak bisa menjual minyak, aliran dana ini akan terhenti dan memicu keruntuhan ekonomi AS.
Keterbatasan Taktik dan Dukungan Publik
AS memiliki tujuan untuk mengganti rezim di Iran, namun hal tersebut tidak dapat dicapai hanya melalui serangan udara. Tapi, secara bersamaan, pemerintah AS tidak memiliki dukungan politik dari mayoritas rakyatnya untuk mengirimkan pasukannya berperang di darat.
"Pak, ampun Pak, ampun Pak, ampun Pak, jangan Pak, jangan..."
Kejadian sekian detik ini juga sempat terekam kamera BBC. Dan walaupun laman resmi Stanmeyer menulis tanggalnya 1 Mei 1998, ada kemungkinan ini malah terjadi mendekati pertengahan bulan.
"Khamenei, one of the most evil people in History, is dead. This is not only Justice for the people of Iran, but for all Great Americans, and those people from many Countries throughout the World, that have been killed or mutilated by Khamenei..." - President Donald J. Trump