There are some so-called “Marxists” that condemn the Maoist movement in Peru because of its excesses but seem to pretend that the Russian revolution was absolutely bloodless and lacked excesses.
Janlupa hadir kawan-kawan, kita coba misuh-misuh ria a.k.a kritik-otokritik gerakan melalui pembacaan atas sejarah—yang tentunya bukan moralistik semata, tp scr MDH—khususnya gagasan Tan Malaka dalam buknya: Naar De Republiek Indonesia, langsung bersama mang Zen RS.
80 yıl boyunca her yıl 120 gün ve günde 24 saat 12.000 btu bir klimayı çalıştırırsanız ömrünüz boyunca doğaya yaptığınız co2 salınımı 100 ton olacaktır.
bir süperyat haftada 109 ton
bir özel jet yılda 810 ton
co2 salınımı yapar.
yani ömrünüz boyunca yazları terleyerek geçirirken bir milyardar sadece bir haftada sizin ömrünüz boyunca kaçındığınız zararı doğaya verebiliyor.
LAH IYA JUGA
Duitnya parkir di Swiss & Singapura: 🤫 Damai tentram. Duitnya diminta pulang ke Indonesia: 📢 Headline "Dirty Money"!
Klasik banget standar gandanya. Keganggu piringnya siapa nih? 🤭
This is what Vietnamese should aspire to: be like Russia, China, Iran not useless Amerikkkan colonies like Japan, South Korea and Taiwan that have zero technological self development and sovereignty
Najis banget revolusi total di Indonesia dengan oligarki tunduk pada pemerintahan rakyat; para cenblu/influenza, LSM antek asing, elit guru besar dimasukin ke gulag utk rehab dan reedukasi, ngerjain produksi jg buat kesejahteraan rakyat. Gak sudi. Cuihhh!!!
Gini ga sih mainnya?
Yg paling ditunggu dr karya Mrazek ini adl uraian kondisi obyektif & subyektif knp Amir akhirnya menerima kerjasama dg pemerintah kolonial via van der Plas utk bikin sel2 antifasis.
Memeriksa yg begituan bikin tokoh sejarah akan jauh dr kultus dan kebencian dg ukuran2 hari ini.
@NihilNothings Teori saya, elemen oposisi banyak disetir oleh elemen feodal yang tidak suka pemerintah pusat yang semakin borjuis (hilirisasi, industrialisasi).
Makanya banyak narasi anti-kapitalis, tapi benci kapitalis karena pro-feodal
Di Esai terbarunya, lagi-lagi Zen menyinggung soal ekonomi gerakan yang selama ini luput atau tidak serius dibicarakan. Membicarakan atau melakukan kerja-kerja ekonomi seolah tabu, tidak moralistik, dan dianggap komprador. Padahal itu keharusan.
Tagarnya Indonesia Sekarat
tapi yg bikin Sekarat malah tdk disenggol
mana "TEMBAK MAMPUS KORUPTOR ???"
mana "SAHKAN UU RAMPAS ASET ???"
also
cieeee ada poin titipan kaum menyimpang 🤭